• Latest

Duka Lama Pada Desember Tsunami

November 14, 2016
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Duka Lama Pada Desember Tsunami

Redaksi by Redaksi
November 14, 2016
in Aceh, Banda Aceh, Pendidikan, Sosok, Tsunami
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Oleh: Maulidar Yusuf
“Maaf nak Silvi, saya belum bisa mengembalikan pinjaman modal kerupuk kemarin. Uangnya sudah saya kumpulkan, tapi hari ini saya sudah janji untuk mencarikan cicilan uang 500 ribu agar bisa menetap di rumah saya” ucap maaf Nyak Ti saat kami bersilaturrahmi kebarak pengungsi korban gempa dan tsunami. Awalnya kunjungan ini bukan untuk menagih modal yang pernah diberikan Silvi kepada Nyak Ti, namun ingin bersilaturrahmi dan melihat perkembangan kondisi Nyak Ti dan beberapa warga yang tinggal di Barak.
Nyak Ti (71 tahun) adalah korban bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 silam. Dalam bencana tersebut, suami, anak-anak dan famili Nyak Ti meninggal dunia. Nyak Ti hanya tinggal seorang diri, tanpa keluarga. Saat ini, meskipun sudah berada pada penghujung tahun 2012, Nyak Ti masih tinggal di barak pengungsi tsunami tahun 2004.
Perlu diketahui, hidup di barak pengungsian bukanlah keinginan hati dari janda sebatang kara ini. Apalagi pemerintah dan sejumlah NGO telah memberikan bantuan rumah kepada semua pengungsi tsunami di Aceh. Namun, ada apa dengan Nyak Ti?.
Menjelang peringatan 8 tahun tsunami, Nyak Ti masih terseret berbagai persyaratan untuk mendapatkan rumahnya. Padahal Nyak Ti sudah memiliki surat kepemilikan rumah yang diserahkan langsung oleh BRR NAD-Nias dari dana hibah Asian Development Bank (ADB) kepadanya, lengkap beserta foto diri, dan tanda tangan Pleter Smid (Kepala Extended Mission in Sumatra Asian Development Bank) dan Ir. Bambang Sudiatmo (Bidang Pembangunan Perumahan dan Pemukiman, BRR NAD-Nias).
Perumahan tersebut terletak di kawasan Beuramoe, Lamreudeup Aceh Besar. Saat ini sertifikat tanah yang harusnya menjadi milik Nyak Ti berada tak jelas pada siapa, ada yang mengatakan sertifikat tanah dipengang oleh pihak Desa. Nyak Ti hanya memiliki photocopy sertifikat. Namun, untuk apa surat-surat rumah tersebut jika Nyak Ti masih tinggal di Barak penggungsian?!.
Nyak Ti mengungkapkan bahwa apa yang dialami Nyak Ti juga dialami oleh 39 masyarakat Aceh korban tsunami lainnya. Hanya satu dari mereka yang sudah berhasil menempati rumahnya, tiga diantaranya masih tinggal di Barak pengungsi dan 35 lain berpencar tak menentu. Padahal pihak donatur sudah menyerahkan kunci rumah dan surat kepemilikan rumah kepada mereka.
“Rumah kami ada yang huni, mereka meminta uang agar kami bisa masuk ke rumah tersebut” tutur Nyak Ti dalam perjalanan dari Barak ke Mireuk, untuk mengadaikan surat rumah agar bisa mendapatkan uang muka untuk pembayaran rumah. Persoalan permintaan pembayaran ini juga dialami oleh korban tsunami lainnya, harga yang diminta berkisar 3 juta sampai 20 juta.
“Jika tidak mencari pinjaman dari mana saya bisa dapatkan uang, hidup sebatang kara, kaki sakit, dan saya pun sudah tua” sambil berkaca-kaca Nyak Ti becerita, Nyak Ti berusaha untuk tidak pasrah. Berdasarkan penuturan Nyak Ti, pihak yang menduduki rumahnya merasa rumah tersebut tidak berpenghuni. Mereka mencoba menggantikan kunci rumah dan menetap disana. Padahal ketika pembangunan rumah dulu, pihak kontraktor tak mengizinkan Nyak Ti dan pengungsi lainnya tinggal dalam masa pembangunan rumah. Akan tetapi seiring waktu, ada pihak warga setempat yang tinggal di rumah tersebut, sehingga untuk meminta mereka meninggalkan rumah, saat ini harus melewati pembayaran yang tak mungkin disanggupi oleh Nyak Ti dan korban lainnya dalam waktu singkat.
Nyak Ti hanyalah seorang janda, sebatang kara yang berjualan kerupuk tepung ke kios-kios. Akan tetapi saat ini keadaan Nyak Ti sangat memprihatinkan. Kakinya sakit, membuat Nyak Ti sulit untuk berkeliling berjualan, ia hanya mampu menipkan kerupuk di kios-kios dekat dengan Barak saja.
#####
“Saya tidak ingin melaporkan mereka ke polisi, biarlah ini semua diselesaikan secara kekeluargaan. Saya takut, jika melalui jalur hukum akan ada pihak yang sakit hati, sehingga saya tidak tenang menetap di rumah saya”. Dalam penderitaan yang dialami Nyak Ti, saat ini ia memilih damai agar bisa mendapatkan haknya.
Menjelang peringatan delapan tahun musibah gempa dan tsunami di Aceh, luka dan derita Nyak Ti masih mengangga. Luka yang tak bersebab dari pisau, namun luka karena keserakahan dan kengkuhan. Besar harapan Nyak Ti agar keadilan dan kedamaian dapat tegak di bumi Aceh. Jangan sampai, tsunami harus menyapa sekali lagi agar keadilan dan kedamaian!
####
Tulisan ini adalah hasil perjalanan dan pendampingan beberapa korban tsunami di Barak pengungsian, Aceh Besar. Nyak Ti, bukan nama sebenarnya dari salah satu korban. Atas permintaan korban, penulis sudah berjanji untuk tidak menyebutkan nama sebenarnya. Korban tidak ingin dianggap cuak, dengan membongkar semua kejadian yang menimpanya. Kalaupun harus membayar mahal dari usia dan kemampuannya, ia akan berusaha memenuhinya. Meskipun Nyak Ti harus menjajakan kerupuk dengan kaki sakit ke kios-kios. Nyak Ti tak pernah tahu sampai kapan ia bisa mendapatkan sejumlah uang tersebut dan menetap tinggal di rumah yang layak, sambil menanti detik-detik keberangkatannya dari dunia yang fana ini. “Hanya Tuhan Yang Tahu, betapa saya sangat menderita”.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Tiwi Pryce, Manisnya Bisnis Indonesian Groceries di Inggris

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com