• Latest

Perempuan Pelindung Laki-Laki

Oktober 26, 2016
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan Pelindung Laki-Laki

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2016
in Artikel, Bidik, Frame, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : T. Muhammad Syahrizal*

Aku, seorang perempuan yang ditakdirkan lahir di daerah pelosok desa. Sebuah desa yang jauh dari sentuhan glamornya dunia perkotaan. Tanpa polesan, kemodisan dan tanpa sentuhan artifisial. Berpenampilan ala kadar, tak banyak tingkah dan hanya menerima dari alam, masyarakat, keluarga dan aku, secara individual.

Aku hanya seorang perempuan desa yang mencoba menjadi diri sendiri. Tapi, menjadi diri sendiri terasa terkekang. Terkekang terhadap anggapan kental. Anggapan yang telah menjadi tradisi di daerahku yang menjadikan aku fakum untuk jadi diriku seutuhnya.

Diriku sekarang adalah diriku dengan jelamaan sejuta anggapan yang telah terpelihara secara turun temurun. Aku yakin tak seorangpun tahu pasti, kapan, dimana, bangaimana asal muasal dan hingga kapan.

Anggapan inilah yang disodorkan kepada perempuan. Perempuan makhluk yang lemah. Maaf kata, “Pelayan” bagi yang lain, laki-laki.

Apakah ini dikarenakan perempuan bagian dari laki-laki? Karena perempuan diciptakan dari rusuk kiri laki-laki? Yang seolah terkesan kalau laki-laki melindungi perempuan, si Hawa yang lemah.

Apakah memang begitu adanya? Apakah maksud Allah, saat penciptaan Hawa dari rusuk kiri sang Adam demikian?Atau hanya anggapan kita yang telah terdokrin secara berabad di benak?

Aku, perempuan, perempuan yang orisinal bukan artifisial, memiliki pandangan berbeda akan hal ini. Mungkin pandangan yang nekat. “Kita (Baca: Perempuan) yang sebenarnya melindungi laki-laki”, nah, ini pandangan ku. Maaf, aku beranggapan demikian. Karena aku mulai jenuh dan bosan terhadap realita yang mengatakan Perempuan selalu diposisikan lemah, dan harus dilindungi. Aku perempuan, dan aku punya hak untuk bersuara.

Bagi ku, penciptaan perempuan dari rusuk kiri laki-laki bukan berarti perempuan lemah. Tapi malahan, perempuan yang kuat dan perempuanlah yang melindungi kehidupan sang Adam. Karena apa, karena bagi ku perempuan merupakan jelmaan dari rusuk kiri laki-laki. Dalam artian, perempuan adalah laki-laki, laki-laki yang berwujud perempuan.

Secara tidak langsung, apa yang ada pada diri perempuan, itu merupakan bagian dari laki-laki. Dan disini perempuan bertindak sebagai pelindung dari bagian laki-laki, karena bagian dari laki-laki dititipkan pada perempuan.

Misalnya saja Jantung, sebuah organ yang berada di dada sebelah kiri. Kita sepakat bahwa jantung merupakan pusat kehidupan. Jantung cacat atau rusak, maka bisa dipastikan lambat laun manusia tersebut bisa mati. Kedudukan jantung pada perempuan pun sebenarnya jantung laki-laki pula. Jadi disini bukan lah rusuk laki-laki yang melindungi jantung perempuan, tetapi perempuan lah yang mencoba melindungi jantungnya dan jantungnya adalah jelmaan dari jantung laki-laki. Hal ini mengingat perempuan tercipta dari rusuk kiri laki-laki. Dengan demikian, perempuan adalah jelmaan dari laki-laki dalam wujud yang berbeda.

Tetapi, disini laki-laki (dalam wujud perempuan) dianugerahkan perasaan yang lebih. Penganugerahan ini bukan semata-mata membuat perempuan lemah, melainkan untuk bisa mengoptimalkan perlindungan yang diberikan kepada bagian-bagian dari laki-laki yang berada pada perempuan.

Seringkan, melihat perempuan menangis karena laki-laki? Hmhm… ini bukan berarti perempuan itu lemah, cengeng atau sebagainya. Tetapi disini perempuan menangis karena ingin melindungi bagian-bagian dari laki-laki. Agar bagian laki-laki yang ada pada dirinya tak tersakiti.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Perempuan itu tangguh, Kuat..

Perempuan itu melindungi, bukan dilindungi..

Perempuan itu merupakan lawan (opposite) dari laki-laki, sekaligus pasangan dari laki-laki. Oleh karenanya, jodoh merupakan jalan menemukan pasangan laki-laki dan jelmaan laki-laki itu sendiri, yaitu perempuan.

Ketika keduanya bertemu, maka disini akan terjadi rasa ingin melindungi yang kuat. Laki-laki melindungi perempuan sekaligus melindungi bagian diri laki-laki yang ada pada perempuan, dan perempuan tetap melindungi bagian dari laki-laki pada dirinya, sekaligus melindungi laki-laki yang merupakan jodohnya. Sehingga rasa saling melindungi pun terpaut jadi satu.

Dengan terpaut rasa melindungi menjadi satu, pasangan ini tidak bisa dipisahkan. Karena sang laki-laki telah menemukan jelmaannya dalam bentuk perempuan, dan perempuan telah menemukan pemilik bagian yang ada pada dirinya.

ADVERTISEMENT

————————————————————————————-

Tulisan di atas merupakan hasil pemahaman saya terhadap makhluk yang bernama Perempuan. Seringkali kami yang laki-laki selalu mengganggap “Perempuan itu Lemah”. Perempuan bukan sub-ordinat, bukan pula makhluk yang lemah. Justru memiliki suatu kekuatan. Namum kekuatan ini belum bisa di akui karena kita masih menganggap mereka PEREMPUAN.

*T. Muhammad Syahrizal, kelahiran 17 April 1990 di Banda Aceh. Belajar menulis secara otodidak, dan suka mengamati fenomena kehidupan remaja dan sosial. Apa yang dilihat, dirasakan, dibaca, didengar, diucapkan semuanya bisa menjadi sebuah karya, tulisan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Metode Parenting dalam Menghadapi Degradasi Moral Remaja Masa Kini

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com