Di Tepi Ramadan
Kumpulan Puisi (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA) Editor: Leni Marlina /1/ DI TEPI RAMADHAN ...

Kumpulan Puisi (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA) Editor: Leni Marlina /1/ DI TEPI RAMADHAN ...
Oleh Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Pensyarah Kanan, University Teknologi MARA Shah Alam, Selangor, Malaysia ...
968 T dan Mencemburui Neraka Aku melihat mereka dengan 968 T,mereka tertawa,sementara aku mengunyah kehampaan Aku berpuasa, aku bersujud,tapi cemburu ini lebih digdayaLebih panas dari dahaga.Lebih pekat dari malam-malamku yang hampa doa. Mereka mencuri, tapi tak dihukum.Mereka menipu, tapi tetap sucimereka menukar dosa dengan sedekah,Sementara aku menahan diri,perutku melilit, kerongkonganku kering,dan hatiku membusuk dalam dengki karena aku hanya menghitung receh di kantong lusuhmenakar iman yang semakin hambar. Tuhan, katakan padaku,Apakah surga hanya untuk mereka yang bisa membelinya,dengan uang yang didapat semudah air liur? Tuhan, mengapa mereka tetap tersenyum?tertawa di meja-meja megah,sementara aku menunggu magribdengan perut yang mengutuk langit? Malam ini aku sujud lebih lama,bukan untuk meminta ampun,tapi untuk bertanya,apakah aku boleh mencemburui neraka? Montasik, 5 Ramadhan 1446 Puasa Tanpa Cahaya Terhuyung dalam lapar dan haus, Bersama matahari dan palu pemecah batu Aku tahankan lapar ini, tapi aku kenyang oleh iri,hausku bukan air, tapi dendam yang tak terpuaskan.menghanguskan setiap ibadah,menjadikannya abu tanpa cahaya. Aku duduk merunduk di sajadah lusuh,tapi hatiku penuh letusan keluh,Tuhanku tetap terasa jauh,lidahku hanya mengulang,tanpa jiwa yang berserah. Orang-orang bersujud, menangis dalam syukur,aku bersujud, menangis dalam kehampaan.Malam-malamku penuh doa,tapi tak lebih gema kosong,memantul di dinding langit yang tak jua terbuka. Aku berpuasa, aku shalat, aku membaca firman-Nya,tapi di dalam dadaku,amarah masih menggeram, dengki masih berakar,tak bisa menyelamatkan hati yang menolak tunduk. ...
Albertus M. Patty Dalam sunyi fajar Kau berjalan,Menanggalkan kerakusan dunia,Menahan lapar bukan untuk diri,Tapi demi mendengar suara cinta dari TuhanDan ...
Oplosan Maling Bejat Oleh Tabrani Yunis Hati panas kala mendapat oplosan Dari tangan para penjaja bensin jalanan Pedagang kecil yang ...
Oleh Reza Fahlevi Mengejar harapanBersama lantunan doaAku terempas ke dasar jurangHampir putus asaKarna salah dalam menanamkan persepsi hati Membisikkan sajak-sajakSebagai ...
Buka Puasa Pertama Buka puasa pertamaBersama pelengkap tulang rusukCinta yang membentuk khusyuk Tangan yang begitu cekatanMenyajikan hidangan sepuncak nikmatSepuncak khidmat ...
o, kapan kasus wajah orang-orang berkepentingan itu mencabut tuntas pagar-pagar laut yang menutupi hati nurani sekeras batu karang oknum petugas
Hitam – putihOleh Rifa Tuhanku….Dalam diam,kusimak kalammuJauh lebih jelas dari aksara dan suara Dalam hening,tinta Qalammu kembaliBerubah menjadi samudra kedamaian.HITAM…..PUTIH……Melebur ...
Kapan negeri ini pernah terang?Kapan garuda ini dapat terbang?Semakin hari semakin gelapRakyatnya hanya bisa meratapNegeriku dihancurkan tikus-tikus biadapLaut dijadikan hak ...
© 2025 potretonline.com