HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

FORUM AYO SELAMATKAN INDONESIA

*BUMN, Pengelolaan Salah Kaprah?*

Redaksi by Redaksi
Desember 29, 2022
in BUMN, Cacatan
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

*Pengantar :*

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedianya berperan penting dalam penyelenggaraan perekonomian negara, dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Jika menilik pada Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, disebutkan bahwa BUMN ikut berperan menghasilkan barang dan/atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Tapi, jika kita lihat faktanya yang terjadi justru sebaliknya. BUMN justru hanya menjadi alat atau mesin uang untuk oknum penguasa yang memanfaatkan perusahaan plat merah tersebut. Padahal, BUMN seharusnya dikelola dengan semestinya untuk kemakmuran rakyat, bukan menjadi “sapi perahan” untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Tulisan Memet Hakim ini menyuguhkan pandangan yang menarik untuk dibahas._

Baca Juga

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Maret 7, 2026
Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

Berkunjung ke BUNKASAI USK : Festival Seni dan Budaya Jepang di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

September 2, 2025

Satu Keluarga, Satu Sarjana

Juni 4, 2025
ADVERTISEMENT

Oleh : Memet Hakim

Saya tidak tahu persis untuk apa Kementerian BUMN dibentuk, tapi salah satunya pasti untuk memudahkan oknum penguasa memanfaatkan perusahaan plat merah tersebut. Waktu masih di bawah Kementerian, seingat saya BUMN lebih sehat, kecil-kecil tapi menghasilkan. Dengan adanya kementerian BUMN, ada perubahan perilaku sosial terutama saat rekruitmen para pejabatnya, ujung-ujungnya dapat ditebak sendiri hasilnya.

Sejak Kementerian BUMN dibentuk cuma Perbankan saja yang menjadi titik perhatian. Kita tahu bahwa bunga bank adalah riba dan nyatanya memang bank plat merah ini yang diandalkan untuk mendukung setoran ke APBN setiap tahunnya. Itupun hanya 3 bank saja.

Bank yang punya laba besar ini, sebaiknya menurunkan suku bunga misalnya dari 14% ke 8 %, yang 8% menjadi 6%. Untuk bank, cukup BEP saja. Dengan rendahnya suku bunga, maka kegiatan ekonomi semakin deras alirannya. Itulah gunanya Bank plat merah. Keuntungan akibat arus ekonomi lancar itu jauh lebih besar. Bank janganlah dijadikan tulang punggung setoran ke negara, tapi justru difungsikan untuk memperlancar arus ekonomi.

Di masa kolonial Belanda, VOC dulu cukup dari hasil dagang rempah-rempah dan hasil perkebunan. Indonesia kini jauh lebih baik sekarang, selain perkebunan, punya tambang, minyak, gas, penerbangan, pelabuhan, telekomunikasi, industri, dan lainnya. Seharusnya setoran dari sektor itu lebih dari cukup.

Nah, saatnya untuk memperhatikan SDA yang bisa dijadikan andalan. Nikel misalnya yang harganya melangit dan produksinya jauh meningkat, minyak bumi yang harganya relatif tinggi, logam mulia, emas hitam, dll.,minyak dan gas seharusnya bisa mendukung setoran ke APBN, jangan sampai dijadikan sumber dana pihak lain yang tidak jelas penggunaannya.

BUMN perkebunan, yang sebenarnya bisa menjadi andalan seperti sawit, gula dan karet justru tidak dikembangkan, bahkan tersirat dikerdilkan. Perannya diganti oleh perusahaan asing dan swasta. Tentu uangnya tidak akan mengalir ke pemerintah.

Bidang lainnya seperti Perikanan, Peternakan yang potensinya besar tidak diperhatikan juga. BUMN konstruksi dan industri tampaknya hanya menjadi pemanis saja, justru dibikin merana. Pabrik kapal terbang, kapal laut, senjata semua bisa menjadi sumber dana buat negara.

Target setoran sekitar Rp49.1 triliun dari kementerian BUMN ternyata kontribusi dari perbankan Rp24,85 triliun (51%). Dari non-perbankan Tambang, Minyak, Gas, Telekomunikasi, Perkebunan, Konstruksi, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kesehatan, Pelabuhan, Semen, dll. sebesar Rp23,53 triliun (49%) target tahun 2023. Gambaran ini merupakan bukti bahwa BUMN hanyalah dijadikan alat atau mesin uang saja, tapi bukan untuk negara.

Nikel, batubara, volume dan harganya melejit. Belum lagi seperti emas, perak dan timah. Lifting minyak bumi saat harga baik seperti sekarang bisa dipompa lagi. Sawit dengan teknologi agronomi yang ada bisa didongkrak produksinya sebanyak 50%, Ini semua bisa meningkatkan penerimaan negara.

Yah, inilah yang terjadi, dimana SDA kita dikuras, rakyat susah, orang lain yang menikmati. Jika saja ada “political will”, Bea Keluar (BK) untuk produksi tambang bisa saja dibuat seperti pada Minyak Sawit. Bea masuk komoditi yang sudah diproduksi bisa ditingkatkan. Belum lagi fiskal, visa, Pph TKA, dan lain-lain semua bisa digenjot bukan dibebaskan seperti sekarang.

Perlu ada perubahan paradigma mengurus negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Struktur ideal APBN sebagai berikut :

             Anggaran Penerimaan

No Keterangan 2023 Ideal

1. Pajak               70% 40%

2. Non Pajak        18% –  40%

  1. 3 Bea Cukai.        12%         20%

  Sub Total         30%         60%

  Total         100% 100%

No Anggaran Belanja 2023 Ideal

1 Pemerintah Pusat 72%           40%

2 Pemerintah Daerah 28%           60%

     

Pajak yang saat ini porsinya 70 % dari total anggaran harus diturunkan menjadi 40% bahkan 30% jika memungkinkan. Non pajak yang dimotori oleh BUMN harus didongkrak keatas, BUMN dibesarkan, bukan dibiarkan mati sendiri, dibantu dengan kebijakan-kebijakan yang sehat. Bea cukai bisa diatur akan kegiatan kegiatan ekspor meningkat, impor menurun.

Pemerataan sangatlah penting, bagaimana gap antara si kaya dan si miskin semakin dekat. Dana pusat sebaiknya lebih banyak dikirim ke daerah agar kegiatan ekonomi tumbuh lebih merata. Pemerintah pusat saat ini mengendalikan dana RAPBN sebesar 72% sebaiknya dikurangi menjadi 40% saja, sisanya kirim ke daerah. Kan sudah otonomi, tinggal pengawasan yang harus ditingkatkan.

Bandung, 23 Desember 2022

Memet Hakim, Pengamat Sosial, Ketua APIB

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 324x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 286x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 208x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 164x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan
Esai

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Maret 18, 2026
Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya
#Korban Bencana

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Hari Buruh

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026
Next Post
Azyumardi Azra, Sang Intelektual Organik Yang Rendah Hati

Azyumardi Azra, Sang Intelektual Organik Yang Rendah Hati

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com