• Latest
Catatan Perjalanan Relawan ke Beutong Ateuh

Catatan Perjalanan Relawan ke Beutong Ateuh

February 7, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Catatan Perjalanan Relawan ke Beutong Ateuh

Redaksi by Redaksi
February 7, 2026
in Banjir bandang, Beutong Ateuh, Catatan Perjalanan
0
Catatan Perjalanan Relawan ke Beutong Ateuh
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : NA Riya Ison

Alhamdulillah. Akhirnya keinginan lama saya untuk mengunjungi Pondok Pesantren Babul Mukarramah dan ziarah ke makam Tgk. Bantaqiah di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh, Kab. Nagan Raya, terwujud. 

Baca Juga

Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

March 2, 2026
Sumatera Menangis dan Kritik Ekologi

Sumatera Menangis dan Kritik Ekologi

February 26, 2026
Bisakah Aceh ‘Merdeka’ Secara Struktural di Bawah NKRI?

Aceh di Persimpangan Hujan dan Kesadaran 

February 25, 2026

Tgk. Bantaqiah, ulama karismatik Aceh, dan 54 santri termasuk putra sulung dan putra keduanya syahid di tangan aparat keamanan pada 23 Juli 1999. 

Sebagian korban dikuburkan di komplek dayah atau Ponpes tradisional tersebut, sedangkan sebagian lagi jasad tidak ditemukan. 

Sampai kini, alasan pembantaian dianggap fitnah dan bukti kesalahan sebagai pemasok senjata dan amunisi GAM dan pemilik ladang ganja tidak dapat dibuktikan.

Dua hari pasca-tragedi kemanusiaan itu saya dan kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) membuka posko dan penggalangan bantuan bagi jamaah masjid raya dan warga yang dipusatkan di sekretariat Tabloid Gema Baiturrahman. 

Saya masih ingat, Pak Syaiful, pimpinan Capella Dinamik Sp. Lima Banda Aceh, menitipkan 1 ton beras untuk disalurkan ke Beutong Ateuh. 

Bentuk bantuan lain pun mengalir, seperti pakaian layak dan lainnya. Pakaian itu saya sortir dan satukan sesuai jenis dan ukuran. 

Namun, saat bantuan ditutup dan waktunya pengiriman relawan membawa bantuan ke Ponpes, saya tidak diperbolehkan ikut serta. 

Ustadz Amir Hamzah, selaku Pimpinan Usaha Tab. Gema Baiturrahman, khawatir dengan keselamatan saya, karena saya yang berasal dari Bandar Lampung dan saat itu baru menetap di Aceh Besar tidak pandai berbahasa Aceh. 

Selain itu, alasan Ust. Amir, Anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan simpatisan akan mencurigai dan introgasi pada setiap pihak yang dianggap penyusup.

📚 Artikel Terkait

Tadarus di Bawah Cahaya Lampu Masjid

Puisi-Puisi Rindu 

Penulis Buku Bahasa Indatu Mengajak Masyarakat Berbahasa Aceh yang Santun

Perempuan di Kebun Pala

Walau kecewa  saya memahami keputusan itu, kuatir juga niat baik ternyata nantinya akan mempersulit kader Remaja MRB saat memberikan bantuan.

Tragedi itu sudah seperempat abad berlalu, tetapi keinginan saya mengunjungi Ponpes milik As-Syahid Tgk. Bantaqiah itu tetap menggebu.  Kemarin, Rabu, 5 Januari 2026, bertepatan 16 Syakban 1447 H, rindu ke Baitul Mukarramah terpenuhi. 

Alhamdulillah.

Wasilahnya adalah berkah mengantarkan bantuan Sembako plus Sirup Patung, Al Quran, Iqra, Surat Yasin, mukena, dan sarung kerja bareng Pengurus Provinsi Aceh Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Persatuan Perempuan Wirausaha (Perwira), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dan Forum Silaturrahmi Masjid Serantau (Forsimas).

Sejak Selasa, 3 Februari lalu, pengurus DMDI Aceh yang juga sebagai Pengurus IPHI, Perwira, Forsimas sudah berlabuh di Meulaboh. Rombongan kecil ini menggunakan rent car Hiace menginap di  Tiara, hotel terbaru bahkan belum diresmikan yang berdiri di pusat kota Kabupaten Aceh Barat. 

Setelah memesan kamar hotel dan menyimpan pakaian dan perlengkapan langsung kami beranjak mengantarkan bantuan pada warga Desa (gampong) Tuwi Buya Kecamatan Alue Bilie. Kegiatan dipusatkan di Meunasah (mushalla) setempat. Selesai malam itu juga Tim ini kembali ke penginapan.

Rabu, 6 Februari, tim kembali melanjutkan antar bantuan pada 3 (tiga) titik, yaitu Gampong Babah Suak di sekolah darurat SD Negeri 1 pagi dan SMP Negeri 1 Siang Beutong Ateuh. 

Lalu dilanjutkan rumah warga gampong yang sama. Sebanyak 180 KK/400 jiwa khususnya warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapatkan tanda kasih sembako, Al Quran dan surat Yasin titipan sahabat Forsimas, serta sarung, mukena, dan sirup. 

Ibu-ibu dalam rombongan ini Cut Wardani, Indriani dan Herlinawati memberikan salam tempel bagi sejumlah ibu yang ada saat itu. 

Terlihat sebagian warga sudah membangun rumah sendiri dengan memanfaatkan batang durian tumbang dijadikan kayu dan dinding. 

Sedangkan Huntara dengan jumlah kecil kamar penampung keluarga terdampak bencana dengan progres 70 persen yang tersebar di beberapa tempat.

Di rumah belum selesai dibangun milik keluarga Tgk. Zainal Aziz yang juga pemandu tim, tim dijamu makan siang secara sederhana serta disuguhi durian dengan rasa istimewa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 77x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 64x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Perempuan

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026
Anak Cerdas

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026
Artikel

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
Next Post
GELIS, Gerakan Literasi dan Inspirasi Sekolah

GELIS, Gerakan Literasi dan Inspirasi Sekolah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com