Tak seperti bayang-bayang Kadang pergi dan kembali Pergi di kala petang menjaring mentari Mungkin kembali di kala pagi Atau pula...
Oleh Ria Andelia Dulu, senjata api yang menembak Pedang yang mengiris Suara tangis yang mengalun Bersahutan dengan teriak kesakitan Darah...
ADA BANYAK TIKUS DI NEGERIKU Di Negeriku tikus amat pintar mengelabui singa Kemiskinan masif di trotoar 77 tahun' kini Merdeka...,...
Karya Asep Perdiansyah Senyum warnamu menawan Embun menetes dari dedaunan Cahaya matahari bertahan Bunga mulai bermekaran ​Kupu-kupu berterbangan aneka warna...
Oleh Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan bila...
*Karya Zab Branzah* *MERINDUI GIGIL* Gigilkah yang mengantar rindu pada kota egypte van andalas yang kabutnya jadi selimut pagi dan...
SENYUM KEMATIAN Sekuntum puisi liar adalah senyum Ada duri dalam dongeng bibirnya Intrik dingin pada tubuh kenang Tak bisa...
Seulangaku di Balik Jeumpa         (Ali Kusas) Seulangaku mekar berjajar Menyapa nyanyian prenjak menari...
Oleh Tabrani Yunis Lembah Seulawah gelisah Rerumputan menyerah kalah Panasnya nyala api pemusnah Membakar ilalang dan semak-semak di tanah...
Oleh: Muslailati Rala Novila Saat itu, aku menulis untaian kalimat di bawah ini pada seseorang yang kecewa. Ia kecewa karena...
© 2026 potretonline.com






