Puisi puisi Mustiar Ar :
SEMISAL KITA Puisi daun kering Dihempas terik Ke ngrai aura janji busuk Yang menari di rongga dunia...
Temukan semua artikel terbaru dalam kategori Sastra.
SEMISAL KITA Puisi daun kering Dihempas terik Ke ngrai aura janji busuk Yang menari di rongga dunia...
Oleh Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Pemuisi Malaysia Saudaraku di seberang Tidak kenal rupa wajah Ombak badai samudera...
(buat sahabatku, Tabrani Yunis) Tab, saya – anak berspeda jauh lewat pulang, rapat maghrib – berdetak, pecah hati,...
Oleh Zulkifli Abdy Romantika kehidupan laksana simponi, dimana manakala dawai-dawai jiwa yang kembara dan sanubari di relung sunyi...
Oleh : Yudhie Haryono Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis,...
Oleh Zab Bransah Langsa Aceh Indonesia Jiwa ini kerinduan bersemayam kisah antara dua batas selat Malaka antara Kuala...
Oleh Breaking Reza Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna? Wahai lelaki,...
*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.*...
Oleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis...