
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani YunisGelegar - gelegar suara Berselimut gundah para penjaga rajaSeperti memelas belamengambil mukapenguasa - penguasa istanaSuara-suara digulung gelombang asaBeriak menuju...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Martha Redyana BabaSaling melemparkan gurauan di besi pembawa beritaHari itu tidak seperti biasanya Kami tidak menghiraukanmu kala ituEsoknya kami mendengar...
Baca SelengkapnyaDetailsKAU PUISIKUKepada Pemilik hatiSetelah kejadian itu jiwaku menjadi puisi. Puisi-puisi telah menyerupai kepala,wajah juga tangan dan kakiku. Entah bagaimana lagi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Aisah Nurul FadilaHari itu, langit juga meratapSeolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka Semuanya terjadi tanpa tandaSimpang siur terjadi hampir di pesisir...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina Zulaini Bukan hanya raga.Tapi hatiku mulai dipesiang masa.Namun, aku masih tersungkur di bangku pertama kita bertemu. "Hatiku hanya sebatas angin...
Baca SelengkapnyaDetailsTiga tahun kita bersamaKita jalani pendidikan iniBelajar bersamatertawa bersamaMembuat kita lupa adanya perpisahanKini.. setelah hari ini..Ketika hari berganti menjadi pastiKita...
Baca SelengkapnyaDetailsDok. Koran JakartaOleh : NsyahMeraih dalam impianMerajut dalam harapanDemi satu tujuan cita-citaMasa depan negaraMenua dalam usia Terbengkalai dalam waktuDengan ambisi yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Sitti Zahara TarmiziDi sini,Dimana hati susah diajak kompromiRindu menggema memanggil dirimu yang duluPribadi yang mencerahkan harikuMenebar senyuman di mulutkuKakiku...
Baca SelengkapnyaDetailsDok. MongabayOleh Lina ZulainiMenapaki sebuah kota kecil.Aku suka melihatnya seorang diri dari sudut yang berbeda.Saat menunggu bus menjemput.Mengamatinya adalah anugerah.Usianya...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi : Sumber Grid.idOleh : NsyahIngin kupacari dikau Dengan kata manis sebagai penyemangatDengan senyum sebagai penghiburDengan doa sebagai kunci mendapatkan-muIngin kunikahi...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com