Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
( Karya : Zab Bransah)Izinkanlah,Wahai Zulia kusapa bulan bersama malamini malam bersama bulan kurindukan walau di ujung malamakan bertepi merebahkan...
Oleh : Putri Zianby CintamiDari jarak beribu-ribu kilometer, ku dengar suara ledakan yang menggelegar...Meruntuhkan rumah-rumah di tanah Palestina...Wahai Israel!Kau renggut...
Cermin Fatamorgana Akuhilang dirihanya biashanya tipuanhanya pantulanhanya imajinasihanya gejala optishanya fatamorgana: Aku tak ingiin itu Akusiapadi manake mana : Lelah sudah aku cari Akuhanya...
Khayalis: Syam SSinar mentari mengais pagi Bersama mendung menipis angin semilir lembutMenyentuh relung dan tetes bening menyejuk hati...
Oleh Ria AndeliaKumendengar suara goresan Yang membuat hatiku terasa sakitTubuhku kaku seakan waktu telah terhentiDia hadir dengan ribuan rayuandan pergi tanpa berucap...
Oleh Alya Amira AsshifaKebersihan...Sungguh engkau yang kujaga... Engkaulah yang kunanti...Kebersihan...Seandainya saja engkau tidak adaMaka bumi ini akan sakit...Betapa sedihnya hidup...
Oleh Alya Almira As Shifa Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945Pada saat itulah indonesia sangat berbahagia dengan banyak rintangan yang telah...
Tantangan SenjaKujejaki jembatan rindu laut Malaka kuseberangiKutitip senja di ufuk barat Bila malam tiba baru tiba Daku menyeberangi gelombangArah angin tak bertepi...
Untuk Suami TercintaOleh, Lina Zulaini Kamu, orang asing yang kutemui beberapa saat lalu. Memilihku jadi bagian terpenting dalam hidupmu. Tentu, semua telah Allah...
(Puisi Di Perjalanan)*Khayalis : Syamsuarni SetiaPahit di sudut bibirDitelan susah dibuang sayangBiar kukulum di bawah lidahPerasaan pun terguncang...
© 2026 potretonline.com






