
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
SUBUH DI ARASYI Savitri Jumiati Sudah aku lelah telah Hentikan deru biar tersimpan Itu setumpuk debu Usah risau menalu Lalu...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Bosan sudah aku pada sunyi, yang membawa aku ke lorong- lorong yang serasa...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Bussairi Nyak Diwa kemanakah irama alunan jingki malam-malam akhir ramadhan gadis-gadis tanggung berdendang memainkan kaki di bawah remang...
Baca SelengkapnyaDetailsHENING MALAM CUKUP INDAH DISULAMI SUARA TADARUS Hening malam cukup indah disulami suara tadarus kitab tua dimesrai dalam hangat...
Baca SelengkapnyaDetailsPelajaran Menjemur Pakaian Karya Kurnia Hidayati air yang menetas dari serat kain biarlah menetes mendekati tanah mengingkari gravitasi dan mengalir...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Muhammad Iskandar pada gundukan tanah telah bersemayam badan melepas segala titah menyatu bumi Tuhan yang di atas: telah dicukupkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Anak-anak berselimut hujan Meniti trotoar, kaki lima dan jalan Mengarungi malam berkelindan Menaburkan rasa iba dalam penganan...
Baca SelengkapnyaDetailsHalimah Ramadhan... Panasmu sungguh membakar raga Hikmahmu menguatkan iman di dada Rahmatmu menentramkan jiwa Magfirahmu meluruhkan segala dosa Nuzul Qur'anmu...
Baca SelengkapnyaDetailsJANGAN BIKIN RIBUT, TUAN ! Oleh Halimah, S.Pd Salam,Tuan... Seminggu lalu dirimu bikin edaran. Engkau atur volume pengeras suara ketika...
Baca SelengkapnyaDetailsSavitri Jumiati Wahai langit persada Apakah kita telah melarikan dogma ke rahim muara Sedang banyak kalbu tertidur pulas Membawa topeng...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com