Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Ria Andelia Aku berdoa diantara harapan Menanti yang Tiada terganti Kian fajar berganti senja Kamu yang kuharap tiada hadir...
Karya MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia Kulambungkan tinggi-tinggi doa ke langit Tuhan meneduhimu dalam teriknya hari sinambung langkah...
Aku Hanya Zarrah disakitku ini kumaknai sehatku untuk apa ke mana dan mengapa mungkin ini teguran, tamparan, atau ujian agar...
Oleh Siti Raihan Salsabila B.S. Hari Minggu merupakan hari yang sedikit menyebalkan bagiku. Karena di hari ini, aku yang berstatus...
*Doa Zakaria* demi alam yang lebam aku bersaksi bahwa doalah jawaban segala gundah kutajamkan jari-jari, menjulur pada semesta membelai-belai wajah...
Abdul Mat Amin Domisili Kelang, Malaysia --------------- Di hujung perjalanan usia andai sudah di perbatasan senja akankah riuh menyapa riang...
Karya : Halimah, S. Pd Tiga puluh lima tahun lalu Tepatnya suatu senja di bulan ramadhan kala itu Tragedi longsor...
Puisi Savitri Jumiati Tergantung hitam Puing tubuh tenggelam Ruh layang kelayat di tengah api kelam Jatuh darah simbah di tanah...
Oleh Muslailati S.Pd Guru MAN 1 Aceh Tengah Mendengar tidak mesti dengan telinga Tapi bisa dengan hati... Ada saatnya dalam...
Karya "Zab Bransah" Elegi : Bagi Di Di sekian malam kucatat bulan itu bersabit rindu di setiap...
© 2026 potretonline.com