Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Sinyal Karya Asep Perdiansyah Sinyal dimanakah engkau berada Mencarimu hingga berkelana Tiba-tiba hilang tanpa kata Keliling mengangkat tangan...
Oleh Tabrani Yunis Katanya Kita Pancasila Membanggakan burung Garuda sebagai lambang kekuatan negara bangsa Seperti kala kita dengan bangga berkata...
Oleh Ria Andelia Sosok perempuan hebat Yang tangguh dalam luka Perlina sedih dalam kelabu Dia ibu yang tiada dua Ibu,...
LILIN DAN GERIMISÂ ( i ) saat kau nyalakan lilinmu gerimis dan angin mengepung kita --- dalam persegi ruang di...
Oleh Ria Andelia Aku berdoa diantara harapan Menanti yang Tiada terganti Kian fajar berganti senja Kamu yang kuharap tiada hadir...
Karya MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia  Kulambungkan tinggi-tinggi doa ke langit Tuhan meneduhimu dalam teriknya hari sinambung langkah...
Aku Hanya Zarrah disakitku ini kumaknai sehatku untuk apa ke mana dan mengapa mungkin ini teguran, tamparan, atau  ujian agar...
Oleh Siti Raihan Salsabila B.S. Hari Minggu merupakan hari yang sedikit menyebalkan bagiku. Karena di hari ini, aku yang berstatus...
*Doa Zakaria* demi alam yang lebam aku bersaksi bahwa doalah jawaban segala gundah kutajamkan jari-jari, menjulur pada semesta membelai-belai wajah...
Abdul Mat Amin Domisili Kelang, Malaysia --------------- Di hujung perjalanan usia andai sudah di perbatasan senja akankah riuh menyapa riang...
© 2026 potretonline.com






