Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Usfa Hampir setiap hari Kutelusuri jalan ini Seakan tiada pernah lelah Karna kutahu kehabagiaanku ada di sini Kutelusuri...
AIR MENIMPA BATU Dia pernah remaja lama dulu. Katanya banyak halangan terpaksa ditempuh. Tidak ingat dis berapa kalli gagal usaha....
Buat Barlian AW Oleh Zulkifli Abdy Aku mencium aroma rindu yang engkau genggam sepanjang jalan kembaramu dan aku menantimu dengan...
Puisi Muhrain karena angin telah membawa pergi awan penghujan ia sebab kemarau menetap bangkai pesta pertukarkan semerbak pengantin lubang jalanan...
PADANG PANJANG—Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bekerja sama dengan majalah digital Elipsis menggagas penerbitan buku bertajuk "Bencana". Bencana...
Jakarta, 18 Juli 2024-Potretonline.com- Ketua Umum Satupena menanggapi pernyataan tentang penolakan kehadiran Satupena di Kota Payakumbuh. Pada intinya Denny JA...
Zulkifli Abdy Ingin aku merenggut hatimu Tapi aku bukan pencuri Ingin aku menambatkan hati ini Tapi aku tak punya...
Oleh Alkhair Aljohore@ A: Kenapa kau menjual bait-bait puisi? B: Karena mereka tidak mampu menghidupi diriku. C: Tapi puisi...
Oleh Tabrani Yunis Malam jelang lebaran Pasar tumpah Masjid perlahan sepi menyambut lebaran Malam jelang lebaran orang-orang lalu lalang...
Oleh Zulkifli Abdy Bulan Muharram telah tiba, kabut-kabut pagi pun lerai Bilangan tahun hijriyah kini akan berganti Apa arti...
© 2026 potretonline.com