Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Oleh Leni Marlina 1) Maafkan aku kawan, aku terpaksa berlari, bukan untuk meninggalkanmu, tapi ayahku menunggu. Sepulang sekolah, aku...
Oleh Zulkifli Abdy Rasanya tak ada lagi yang dapat kami katakan padamu wahai pemimpin Selain hanya menunggu Jalan berliku...
Oleh Ahmad Noh Aku ringankan bicara menyapa anak muda hijrahnya dari kota juga desa mencari hasrat menyala tapi berwatak keliru...
Puisi oleh Leni Marlina 1) Kawan, Aku bukan sekadar anak di seragam kumal, berdiri aku di antara debu dan...
Zulkifli Abdy Walau untuk sesuatu yang luput Tak ada damai dengan waktu Kendati waktu bukan seteru Waktu tak mungkin...
Karya Leni Marlina Berdiri aku di saf terdepan, di bawah kubah yang menaungi doa. Sahabatku, tubuhmu terbujur diam, dibalut...
Oleh Moh. Ghufron Cholid Lama tak menziarahimu Esok kulunasi segenap rindu Segala menjadi lebih dekat dengan doa Segala lebih...
Oleh Tabrani Yunis Pagi ini kudengar nyanyian elang Memekik, mengalunkan suara lantang Darı pucuk dahan-dahan kering kerontang Menyerurak dahan-dahan rindang...
Padang, Oktober 2024- Potretonline.com- AI adalah kecerdasan buatan cabang ilmu komputer yang berfokus kepada pengembangan sistem yang dapat melakukan...
KOPI SILATURAHIM Susuri berdekat aromanya tetap harum menusuk walau ada garis pemisah Takdir menemukan jua hadir mendidih bersama rindunya...
© 2026 potretonline.com