Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Nurul Hikmah,S.Pd.I.,M.A Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh Sebelum aku menjadi guru, kukira keberhasilanku lah...
KEPADA PARA GURU KAMI Nurdin F.Joes: Belum reda takut kami kepadamu Ketika engkau menghardik dengan keras saat kami telat tiba...
Karya : Zab Bransah Langsa, Aceh Dia guru anak kami Segala ilmu kesopanan didapatkan Dari guru Dia penerang hati...
/1/ Keheningan yang Menyentuh Tanah Oleh: Leni Marlina Keheningan tidak lagi sunyi, ia tumbuh di dalam tubuhmu, meresap pada...
Zulkifli Abdy Kita berada di persimpangan jalan Untuk segera hijrah Berlari bersama waktu Singgah di tapal batas Mendengarkan bisik...
Oleh Edi Miswar Mustafa Guru SMA Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya Sehari menjelang acara pengumuman juara Si guru muda...
Oleh: Kayka Neysa Carena Siswa Kelas XII MIPA 1, SMAN 1 Meureudu, Pidie Jaya Tubuhku selalu merasa dingin Akan...
Karya Firda Natara Hani Siswa Kelas XII MIPA 1, SMAN 1 Meureudu, Pidie Jaya Aku dicari saat butuh Aku...
Oleh : Mr.Kunang.HSB Aktivis Lingkungan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara Aku adalah binatang berwujud manusia Mereka memanggilku kunang kunang Tapi aku...
Puisi Buatmu Ibu Oleh : Noor Hasmah Bagaikan petir menyambar tubuhmu Tak kala aku melihat pemergianmu Lemah longlai tak berdaya...
© 2026 potretonline.com