
Oleh Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Hari ini, 17 Agustus yang ke 77 dari kehidupan berbangsa kita Kita terus...
Baca SelengkapnyaDetailsTak seperti bayang-bayang Kadang pergi dan kembali Pergi di kala petang menjaring mentari Mungkin kembali di kala pagi Atau pula...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ria Andelia Dulu, senjata api yang menembak Pedang yang mengiris Suara tangis yang mengalun Bersahutan dengan teriak kesakitan Darah...
Baca SelengkapnyaDetailsADA BANYAK TIKUS DI NEGERIKU Di Negeriku tikus amat pintar mengelabui singa Kemiskinan masif di trotoar 77 tahun' kini Merdeka...,...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Asep Perdiansyah Senyum warnamu menawan Embun menetes dari dedaunan Cahaya matahari bertahan Bunga mulai bermekaran Kupu-kupu berterbangan aneka warna...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh. Delia Rawanita Minggu pagi, aku bersiap ke kebun berdua dengan ayah. Maklumlah sekarang sedang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Irma Ibrahim Pemerhati Wisata dan Budaya, berdomisili di Banda Aceh Mulia wareh ranub lam puan, mulia rakan mameh suara....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan bila...
Baca SelengkapnyaDetails*Karya Zab Branzah* *MERINDUI GIGIL* Gigilkah yang mengantar rindu pada kota egypte van andalas yang kabutnya jadi selimut pagi dan...
Baca SelengkapnyaDetailsSENYUM KEMATIAN Sekuntum puisi liar adalah senyum Ada duri dalam dongeng bibirnya Intrik dingin pada tubuh kenang Tak bisa...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com