Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Sastri Bakry Saya beberapa hari lalu menikmati suasana perpustakaan Jakarta. Cuaca panas Jakarta tak lagi terasa ketika sudah berada...
Oleh Afridal Darmi Bermula kisah ini pada suatu hari di tahun 1995, di kota Pittsburgh , Amerika Serikat, seorang pria...
Bagian ke Tiga Oleh Teuku Masrizar Negeri Hamatisa menghadapi kondisi yang semakin sulit. Walau mengganti pejabat, namun belum menunjukkan perubahan...
Oleh Aswan Nasution Pernahkah Anda duduk diam di dapur yang masih remang, menatap uap yang meliuk-liuk dari sebuah gelas kaca,...
Oleh ReO Fiksiwan “Kupat saka janur, ngaku lepat, nyuwun pangapura.Janur jatining nur, pepadhang ati kang suci.” Arti harafiah:“..ketupat dari janur...
Salah satu wajah terindahnya adalah maidatul rahman, meja-meja panjang yang dipenuhi makanan berbuka gratis. Setiap hari, tanpa jeda. Mahasiswa, pekerja, musafir,...
Oleh Aswan Nasution Lebaran selalu identik dengan kata pulang. Jalan-jalan dipenuhi kendaraan. Terminal sesak oleh orang yang membawa rindu. Semua...
oleh Fileski Walidha Tanjung Selasa sore, 17 Maret 2026, langit Madiun menggantungkan warna jingga yang samar ketika saya melangkah menuju...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Saya selalu percaya bahwa seni bukan sekadar peristiwa estetika, melainkan peristiwa batin. Ia tidak berhenti pada...
Oleh Teuku Masrizar Pagi Jum'at, 13 Maret 2026 tepat 23 ramadan 1447 H, Saya berkemas pakai Baju Korpri menuju Lapangan...
© 2026 potretonline.com






