Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Mawaddah Hari itu adalah hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Setelah penantian panjang, akhirnya pengumuman kelulusan PNS keluar....
Oleh Dr HT Ahmad Dadek, SH, MH Saat saya menjabat sebagai Camat di Kecamatan Johan Pahlawan (2004-2006) di Kota Meulaboh,...
Oleh Aswan Nasution Ramadan kembali menyapa. Dan seperti biasa, sebuah fenomena tahunan kembali mekar lebih subur, malah menjadi trend :...
Oleh: Novita Sari Yahya Pagi di Desa Teduh Matahari baru saja menampakkan sinarnya saat Novi melangkah keluar dari rumah dinas...
ketakutan, atau kegembiraan dapat muncul dan mengalir dengan lebih alami ketika seseorang merasa terhubung dengan lingkungan yang hidup.
Oleh Nyakman Lamjame Ramadhan tahun ini di Aceh datang dengan kenangan yang masih basah. Bencana hidrometeorologi yang melanda sejak 26...
Ramadan #12 Oleh: Dayan Abdurrahman Aceh terlalu sering dibaca sebagai berita duka. Kolonialisme panjang oleh Belanda, dinamika politik dengan Indonesia,...
Oleh Abdi Salam Di berbagai penjuru Nusantara, kita pasti menemukan berbagai kepribadian manusia yang memiliki perbedaan yang begitu mencolok, baik...
Renungan Safari Ramadan di Riau Oleh Denny JA Suatu sore di bulan Ramadan, seorang ibu tua duduk di teras rumah...
Oleh : Novita Sari Yahya Di sebuah kota kecil di pesisir Sumatra, seorang anak berjalan setiap sore dengan langkah hati-hati....
© 2026 potretonline.com