
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh : Isya FakrianiTaruni kelas X APAT SMKN 1 Jeunieb, Bireun Pagi ini, langit Jeunieb tampak cerah, seolah ikut menyambut...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Isya Fakhriani Taruni SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun Tentang cinta yang diam-diam menjaga.Tidak semua cinta di dunia ini tampil...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Aura Serene * Abu-abu di atas langit merangkul raga di bawah sana. Kelompak bunga menumpahkan putik, menawar madu. Katanya hari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nyakman Lamjame Di bawah temaram lampu jalan yang membiaskan kabut tipis, seorang pemuda gondrong berdiri mematung di jembatan penyeberangan....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Hendra ErJubir Aliansi Gerobak Cangpanah POTRET lahir bukan dari gemuruh media yang sibuk mengejar sensasi politik, isu SARA, atau...
Baca SelengkapnyaDetailsPendidikan, Budaya, dan Masa Depan Peradaban Oleh Nyakman Lamjame Hadirin sekalian, Bayangkan hutan Leuser yang rimbun, yang selama berabad-abad menahan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Dari kemarin kita membahas Amerika, Venezuela, Iran. “Luar negeri tolen,” kata orang Sambas. Sekarang, kita kembali ke...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh ReO Fiksiwan “Sistem itu mengecewakannya dua kali: pertama dengan tidak mempercayainya, dan kemudian dengan membiarkan pemerkosa itu terus melakukan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Agung Marsudi SUDAH dua jam duduk sendiri di kursi teras bawah, menghadap ke grumbul bambu, di pinggir sungai Ngipik,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Don Zakiyamani “Di sekolah kami ada begitu banyak drama, semakin parah karena kepala sekolah ikut nimbrung di dalam.” Demikian...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com