
Oleh Akbar Priadi Sadikin Hah … helaan nafas yang menandakan rasa lelah keluar dengan sendirinya, sampai terdengar oleh telinga ini....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Riami Berdomisili di Malang, Jawa Timur Sore hari. Senja keemasan di ujung barat menerpa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh. Delia Rawanita Minggu pagi, aku bersiap ke kebun berdua dengan ayah. Maklumlah sekarang sedang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Muslailati Rala Novila Saat itu, aku menulis untaian kalimat di bawah ini pada seseorang yang kecewa. Ia kecewa karena...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Delia Rawanita Pagi yang indah. Suasana begitu nyaman dipagari rimbunan pohon melati di depan kelas kami. Kunikmati semerbak harum...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Delia Rawanita Hembusan angin menebarkan harum bunga flamboyan. Gugur putik bunga menguning di hamparan . Kunikmati pemandangan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Delia Rawanita Paling menyenangkan pada saat menunggu bel istirahat. Seperti biasanya aku pasti tancap gas menuju ke perpustakaan....
Baca SelengkapnyaDetailsCerpen : Muslailati Rala Novila (Untuk jiwa yang kisruh) “ Kamu dari mana, Mela?” MAAF langsung menyapaku dan menghalangi jalanku...
Baca SelengkapnyaDetailsMonas menjadi lautan manusia. Hamparan yang biasanya hijau bila dilihat dari atas gedung-gedung sekelilingnya itu kini berubah warna menjadi putih...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Firman Fadilah Mereka saling tatap di depan sebuah kafe. Seorang lelaki dan perempuan. Ke empat mata itu seolah menelisik ragu,...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com