BAGIAN 2 Oleh: @Frida.PignyIllustrator: @Axelle.Pigny Pada bagian pertama tulisan ini, saya bercerita tentang dua sesi perbincangan dengan seorang akademisi dan tokoh intelektual di Aceh, tentang...
Baca Selengkapnya
Frida Pigny adalah seorang home educator bersertifikat, pembicara transformasional, dan pendiri SuperSchooling, sebuah platform pendidikan keluarga yang membantu orang tua merancang perjalanan belajar yang lebih bermakna, personal, dan selaras dengan nilai keberagaman. Ia menggabungkan ilmu NLP, Time Line Therapy™️, Hipnosis, Psikologi Positif, Psikologi Energi, Kinesiologi, dan Emotional Freedom Technique (EFT) dalam pendekatan pendidikan holistik yang ia bangun. Lewat Axellent Method, pendekatan khas Frida yang santai namun transformatif, ia memberi ruang bagi keluarga untuk keluar dari sistem pendidikan yang kaku dan menumbuhkan anak-anak yang lebih percaya diri, kreatif, dan penuh empati. Frida juga seorang Firewalk Trainer tersertifikasi dan anggota Aceh Australian Alumni. Misinya adalah menghidupkan pendidikan masa depan yang berpijak pada kekuatan keluarga, kemerdekaan belajar, dan keberagaman nilai abad 21. Ayo, connect dengan Frida di Instagram: @Frida.Pigny Frida Pigny is a certified home educator, energy psychology practitioner, and founder of SuperSchooling, a movement that helps families design personalized, diversity-aligned learning experiences. Combining neuroscience, EFT, NLP, kinesiology, and positive psychology, Frida empowers parents to raise confident, creative children beyond the limits of traditional schooling. Through her Superschooling platform and signature Axellent Method, a relaxed yet powerfully transformative learning approach, she guides families to break free from rigid systems and nurture emotionally resilient, empathetic, and curious young learners. Frida is also a certified Firewalk Trainer and a proud member of the Aceh Australian Alumni network. Her mission is to reimagine future education by rooting it in family strength, freedom, and cultural integrity.
BAGIAN 2 Oleh: @Frida.PignyIllustrator: @Axelle.Pigny Pada bagian pertama tulisan ini, saya bercerita tentang dua sesi perbincangan dengan seorang akademisi dan tokoh intelektual di Aceh, tentang...
Baca SelengkapnyaBAGIAN 1 Oleh: @Frida.Pigny Foto: Arsip Pribadi Narasumber (2017-2018) Tulisan ini lahir dari dua sesi perbincangan santai, namun...
Baca SelengkapnyaOleh: @Frida.Pigny Illustrator: @Axelle.Pigny Berapa kali hari ini kita mengucapkan kata “kan?” Mungkin lima kali. Mungkin lima puluh...
Baca SelengkapnyaMendidik Anak: Menjadi Petani yang Menanam, atau Polisi yang Mengontrol? Oleh: @Frida.Pigny Illustrator: @Axelle.Pigny Banyak orang tua merasa...
Baca SelengkapnyaIlustrasi oleh Axelle.Pigny
Baca SelengkapnyaOleh: @Frida.Pigny “Nanti di surga, suamimu dapat bidadari banyak… kamu jangan cemburu ya.” Kalimat ini sering diucapkan dengan...
Baca SelengkapnyaOleh: @Frida.Pigny Nonsan, Korea Selatan, 2011. Saya masih ingat betul masa itu, menjadi bagian dari tujuh pengajar Bahasa...
Baca SelengkapnyaOleh: @Frida.Pigny Belakangan ini, kolom komentar di beberapa media sosial saya berubah menjadi semacam ruang diskusi kecil tentang...
Baca SelengkapnyaOleh: @Frida.Pigny Beberapa waktu lalu, seorang teman, pilot perempuan asal Belanda bernama Fenna, mengirim pesan singkat ketika ia...
Baca Selengkapnya