47 Hari Setelah Bencana, Adakah Jaminan Ketidakberulangan?
Oleh: Afridal Darmi Hampir dua bulan telah berlalu sejak banjir besar melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera pasca Siklon...

Afridal Darmi, SH, LLM. Seorang advokat profesional dan penulis amatir. Pernah menjejakkan kaki di berbagai sudut Bumi di negeri-negeri yang jauh di empat benua dalam menjalankan misinya sebagai Human Right Defender. Tapi selalu mendapati dirinya merindu Aceh, tempat perahu hatinya tertambat dan membuang sauh, tempat ketiga anak dan istrinya bermukim. Menyukai kopi dan bacaan. Segelas seduhan kopi Aceh dan sebuah buku, serta pojok yang tenang untuk membaca, hanya itu yang diperlukan untuk membuatnya bahagia. Afridal Darmi berkediaman di Aceh Besar. Alamat email: afridaldarmi@gmail.com
Oleh: Afridal Darmi Hampir dua bulan telah berlalu sejak banjir besar melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera pasca Siklon...
Oleh: Afridal Darmi Selama empat puluh hari Nyi Eroh bergelantungan di dinding batu curam lereng Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat....
Oleh: Afridal Darmi Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa orang yang tampaknya tidak terlalu sibuk justru lebih berhasil daripada yang kelihatan sibuk...
Oleh: Afridal Darmi, SH, LLM Empat puluh tahun yang lalu, tidak ada rasa manis dalam masakan utama di dapur-dapur Aceh....
Oleh: Afridal Darmi Hidup itu sendiri adalah perjalanan, ya kan? Langkah pertama diayunkan seiring tangis pertama di muka bumi ini,...
Oleh: Afridal Darmi Angin masih berhembus di gang-gang sempit perkampungan. Tapi bau dapur yang dulu harum kini berganti dengan aroma...
Oleh Afridal Darmi Aku mengenal Agam lebih lama dari siapa pun. Sejak kecil, kami tumbuh bersama, berbagi mimpi, dan menghafal...
968 T dan Mencemburui Neraka Aku melihat mereka dengan 968 T,mereka tertawa,sementara aku mengunyah kehampaan Aku berpuasa, aku bersujud,tapi cemburu ini lebih digdayaLebih panas dari dahaga.Lebih pekat dari malam-malamku yang hampa doa. Mereka mencuri, tapi tak dihukum.Mereka menipu, tapi tetap sucimereka menukar dosa dengan sedekah,Sementara aku menahan diri,perutku melilit, kerongkonganku kering,dan hatiku membusuk dalam dengki karena aku hanya menghitung receh di kantong lusuhmenakar iman yang semakin hambar. Tuhan, katakan padaku,Apakah surga hanya untuk mereka yang bisa membelinya,dengan uang yang didapat semudah air liur? Tuhan, mengapa mereka tetap tersenyum?tertawa di meja-meja megah,sementara aku menunggu magribdengan perut yang mengutuk langit? Malam ini aku sujud lebih lama,bukan untuk meminta ampun,tapi untuk bertanya,apakah aku boleh mencemburui neraka? Montasik, 5 Ramadhan 1446 Puasa Tanpa Cahaya Terhuyung dalam lapar dan haus, Bersama matahari dan palu pemecah batu Aku tahankan lapar ini, tapi aku kenyang oleh iri,hausku bukan air, tapi dendam yang tak terpuaskan.menghanguskan setiap ibadah,menjadikannya abu tanpa cahaya. Aku duduk merunduk di sajadah lusuh,tapi hatiku penuh letusan keluh,Tuhanku tetap terasa jauh,lidahku hanya mengulang,tanpa jiwa yang berserah. Orang-orang bersujud, menangis dalam syukur,aku bersujud, menangis dalam kehampaan.Malam-malamku penuh doa,tapi tak lebih gema kosong,memantul di dinding langit yang tak jua terbuka. Aku berpuasa, aku shalat, aku membaca firman-Nya,tapi di dalam dadaku,amarah masih menggeram, dengki masih berakar,tak bisa menyelamatkan hati yang menolak tunduk....
Oleh Afridal Darmi Saat terbaik membaca Quran adalah bulan yang kita nanti-nantikan ini, yang kata Nabi SAW setiap amal kebaikan...
Oleh Afridal Dharmi Persahabatan sejati tak selalu lahir dari perjuangan berat atau janji setia. Terkadang, ia tumbuh di bawah panji-panji...
© 2025 potretonline.com