Honorarium Jiwa Nukilan: M. Perindu Seni Sekeping hati suci Hargai sekalung budi Mentafsir fikir muhasabah diri Mendidik erti makna syukur kendiri. Tiada yang jengah mengerti...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
Honorarium Jiwa Nukilan: M. Perindu Seni Sekeping hati suci Hargai sekalung budi Mentafsir fikir muhasabah diri Mendidik erti makna syukur kendiri. Tiada yang jengah mengerti...
Baca SelengkapnyaKumpulan Puisi (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA) Editor: Leni Marlina /1/ DI...
Baca SelengkapnyaOleh : Teuku Masrizar Jam telah menunjukkan pukul 11.00 wib, pada Sabtu 8 Ramadhan 1446 H. Saya masih...
Baca SelengkapnyaPenulis : Ririe Aiko (Fenomena sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia salah satunya disebabkan karena persyaratan yang tidak masuk...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Haliling Jika Tuan bertandang ke daerah kami, niscaya terkagumlah Tuan menyaksikan hijau danau melubangi bumi. Jika...
Baca SelengkapnyaKarya Heri Haliling Pada pesisir kau temukan perbatasan. Menunduk dan lihatlah jejakmu di bawah. Pasir? Itu butiran dari...
Baca SelengkapnyaOleh : Elza Peldi Taher Universitas Indonesia dan Bahlil Labadia kembali jadi perbincangan publik. Ini setelah Dewan Guru...
Baca SelengkapnyaOleh *Mila Muzakkar* (Puisi esai ini ditulis khusus sebagai kado ulang tahun untuk Bunda Musdah Mulia, seorang pejuang...
Baca Selengkapnya