Puisi: Muslimin Lamongan Maafkan aku, rerumputan,aku yang melangkah tanpa menyapamu,meninggalkan jejak kotor di tubuhmu,menjadikanmu abu dalam nyala yang angkuh.Gelak tawa dan paving betonmerampas tarianmu di...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
Puisi: Muslimin Lamongan Maafkan aku, rerumputan,aku yang melangkah tanpa menyapamu,meninggalkan jejak kotor di tubuhmu,menjadikanmu abu dalam nyala yang angkuh.Gelak tawa dan paving betonmerampas tarianmu di...
Baca SelengkapnyaOleh : Rahayulisna S. Pd Guru SDN 11 BANDAR BARU Pidie Jaya Aku tidak pernah menyangka bahwa sebuah...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Iskandar –‐————‐—————————————–Selasa, 08/7/2025 (Edisi 1202)“JANGANKAN TERHADAP pengemis, gelandangan atau pedagang kaki lima, arogansi dan kebrutalan Satpol...
Baca SelengkapnyaOleh Nia Juniarti Aceh Barat Daya-Sigupai Mambaco mengadakan kelas menulis online (8/7/2025) langsung bersama penulis buku Jemuran Kecil,...
Baca SelengkapnyaB SMP Muhammadiyah 5 Randublatung (SMP Mulia), Blora, tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menjadi pionir...
Baca SelengkapnyaOleh Nurkamari Guru MTs Tastafi, Pidie Jaya, Alumnus Jabal Ghafur, Pidie Pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar penting dalam...
Baca SelengkapnyaArtikel ini mengisahkan perjuangan seorang guru honorer di SD yang telah mengabdikan diri selama 19 tahun dengan gaji...
Baca SelengkapnyaOleh : Ansariah S.Pd Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya Dulunya aku tinggal bersama mertua di sebuah desa yang mana desa itu adalah Gle Siblah yaitu Tiro /Turseb,Desa itu adalah tempat lahir suamiku. Pekerjaan suamiku adalah buruh tani. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Sebagai petani, suamiku ke...
Baca SelengkapnyaOleh Rika Maina Sari Dachi Masih sangat jelas terbayang di ingatanku, ketika aku mengikuti sebuah kegiatan “bedah buku”...
Baca Selengkapnya