HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman

LK.Ara by LK.Ara
Januari 6, 2025
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

L K Ara

Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman

Baca Juga

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

(Seorang lelaki tua berdiri di tengah Masjid Raya Baiturrahman, mengenakan baju gamis putih. Ia memandang ke langit-langit masjid, suaranya penuh emosi ketika ia berbicara seakan kepada dirinya sendiri dan kepada sejarah yang hidup di tempat ini.)

Lelaki Tua:
Ah, Baiturrahman…
Engkau bukan sekadar bangunan.
Engkau adalah cerita—dari doa yang tulus,
dari perjuangan yang tak kenal takut,
dan dari air mata yang jatuh di atas sajadah yang lusuh.

Di bawah kubah hitam ini, aku berdiri.
Tapi bayanganku hanyalah setitik debu
dibandingkan jejak para pahlawan yang mendahuluiku.

(Isyarat tangan mengarah ke dinding masjid.)
Dulu, di tempat ini…
Belanda menyerbu, mencoba menghancurkan kita.
Mereka bakar masjid ini,
namun yang mereka tak tahu:
api tidak bisa membakar iman.

Aku masih bisa mendengar gema takbir itu.
“Allahu Akbar!”
Cut Nyak Dhien… oh, perempuan perkasa itu!
Sorban putihnya berkibar di angin perlawanan.
Langkahnya kecil, tapi keberaniannya
menggentarkan musuh yang sombong.
Apakah dia juga pernah berdiri di sini,
mengucap doa untuk anak cucu kita?

(Terdiam sejenak. Menghela napas panjang.)

Dan tsunami…
Siapa yang bisa melupakan hari itu?
Langit gelap, laut bergulung mengamuk,
dan tanah ini bergetar dalam ketakutan.
Namun engkau, Baiturrahman, tetap berdiri.
Bukankah engkau ini keajaiban, ya Allah?
Di tengah kehancuran, engkau menjadi pelindung.
Orang-orang berlari ke sini,
mencari naungan-Mu,
dan engkau menyambut mereka dengan kehangatan.

(Air mata menggenang di sudut matanya. Ia menggigit bibir, mencoba menahan emosi.)

Kini aku tua. Langkahku goyah.
Tapi engkau tetap kokoh, Baiturrahman.
Anak-anak bermain di halamanmu.
Para musafir melipat sajadah mereka di lantaimu.
Dan aku? Aku hanya seorang lelaki tua
yang membawa kenangan.

ADVERTISEMENT

(Ingatannya melayang jauh.)
Sultan Iskandar Muda,
engkau yang pertama kali meletakkan fondasi ini.
Apakah engkau tahu bahwa masjidmu
akan menjadi saksi zaman yang penuh badai?
Tapi kini, lihatlah…
Dunia memandang kami.
Baiturrahman adalah simbol,
bukan hanya untuk Aceh,
tapi untuk iman yang takkan pernah runtuh.

(Mengangkat tangannya ke arah kubah, suaranya perlahan bergetar.)
Ya Allah,
jadikan aku setegar dinding-dinding ini,
dan setinggi kubah-kubah ini yang menggapai-Mu.
Jika waktuku tiba,
biarkan aku pergi dengan doa,
di tempat ini, di bawah kubah hitam ini.

(Terdiam. Ia menatap lantai, lalu beranjak pergi dengan langkah pelan. Namun suaranya bergema sekali lagi.)

Baiturrahman, aku titipkan kisahmu.
Jangan biarkan kami lupa,
bahwa di balik keindahanmu,
ada darah, doa, dan cinta yang menjagamu.

(Ia berjalan keluar, bayangannya perlahan memudar di bawah sinar matahari senja yang menerpa halaman masjid.)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 344x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 305x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 220x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 182x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: -#Monolog#Masjid Raya Baiturahman
SummarizeShare234
LK.Ara

LK.Ara

Baca Juga

No Content Available
Next Post
Detik-detik STY, Dipecat atau Tidak

Sedih, STY Out

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com