POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

POTRET Senja di SPBU Lamnyong

Redaksi by Redaksi
Maret 29, 2025
in Essay
0
POTRET Senja di SPBU Lamnyong - 18606a95 30ad 49bc a0c9 124c4433a1fe scaled 1 | Essay | Potret Online

Oleh Thuhfatul Munawarah

Mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar -Raniry, Banda Aceh

Senja mulai turun di SPBU Lamnyong, Banda Aceh. Di antara hiruk pikuk kendaraan yang datang mengisi bahan bakar, sosok berbaju badut terduduk lesu di sudut pom bensin. Ia bukan penghibur profesional yang biasa kita temui di acara ulang tahun atau mal-mal besar. Ia adalah salah satu dari sekian banyak wajah kemiskinan kota yang memilih mengenakan kostum badut untuk bertahan hidup.

Baca Juga
  • 01
    Essay
    Mengapa Mencintai Dunia Pendidikan?
    06 Des 2021
  • 02
    bimbingan karier
    Mencari Jalan Keluar Ketika Tersesat di Belantara Kampus
    15 Apr 2021

Mengamati dari dekat, sosok di balik kostum badut lusuh itu masih sangat muda. Garis-garis tubuhnya menunjukkan ia masih dalam usia remaja – usia di mana seharusnya ia berada di bangku sekolah, bermain dengan teman sebaya, atau mungkin belajar menghadapi ujian.

“Kelelahan yang terpancar dari sosoknya begitu kentara,” ujar salah seorang pengamat yang mencoba melakukan pendekatan untuk wawancara. Namun, kondisinya yang sudah terlalu lelah membuat upaya komunikasi menjadi sia-sia. Ia hanya duduk terkulai, seolah seluruh energinya telah terkuras habis oleh terik matahari dan aktivitas seharian.

Baca Juga
  • POTRET Senja di SPBU Lamnyong - 2025 08 12 06 27 33 | Essay | Potret Online
    #Kemerdekaan
    Ketika Nafas Menemukan Ruangnya: Merdeka Adalah Merdeka
    12 Agu 2025
  • 02
    Essay
    Wara Wiri Feskraf 2023 dan Cerita Ayah Buat Sang Putri
    25 Nov 2023

Di samping sosok badut yang terduduk lesu itu, sebuah kantong berisi uang receh menjadi saksi bisu perjuangannya hari itu. Nominal yang terkumpul mungkin tak seberapa, namun bagi si badut muda, setiap keping logam berarti satu langkah lebih dekat dengan sesuap nasi untuk hari ini.

Ironisnya, di tengah ramainya pengunjung SPBU, keberadaannya seolah tak kasat mata. Para pengendara dan pengunjung SPBU berlalu-lalang, sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya segelintir yang mungkin melirik, lebih sedikit lagi yang peduli untuk memberi.

Baca Juga
  • POTRET Senja di SPBU Lamnyong - IMG 20250227 WA0009 | Essay | Potret Online
    Essay
    Saya Kira Banyak Marah, Ternyata Semua Setuju
    27 Feb 2025
  • 02
    Essay
    BERHENTILAH MENYALAHKAN SEGALANYA
    15 Agu 2021

Keberadaan pengemis badut ini menjadi cermin buram kondisi sosial masyarakat kita. Di balik gemerlap pembangunan kota dan hiruk-pikuk aktivitas ekonomi, masih ada wajah-wajah muda yang terpaksa menukar masa remaja mereka dengan kostum badut dan terik matahari.

“Ini bukan sekadar masalah kemiskinan,” tutur seorang pengamat sosial yang dimintai pendapat. “Ini adalah gambaran nyata bagaimana sistem sosial kita masih menyisakan celah besar yang membuat anak-anak muda harus berjuang dengan cara seperti ini.”

Matahari hampir tenggelam sepenuhnya ketika pengamatan ini berakhir. Sosok badut muda itu masih di sana, dengan kantong recehnya, dengan lelahnya, dengan mimpi-mimpinya yang entah masih tersisa atau telah lama pudar.

Keberadaan pengemis badut ini bukan sekadar fenomena sosial yang perlu didokumentasikan. Ini adalah panggilan bagi kita semua – masyarakat, pemerintah, dan organisasi sosial – untuk memberi perhatian lebih. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar recehan dalam kantong; mereka membutuhkan sistem dukungan yang dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan memberikan kesempatan untuk masa depan yang lebih baik.

Kisah ini mungkin hanya satu dari ribuan kisah serupa di berbagai sudut kota Indonesia. Namun, setiap kisah, seperti si badut muda di SPBU Lamnyong ini, adalah pengingat akan tanggung jawab sosial kita bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berkeadil

Tags: #Badut#pengemis#sedekah
Previous Post

Yang Pulang Tanpa Pusara

Next Post

Sejumlah Delegasi Negara Asing Nyatakan Siap Hadiri IMLF Ketiga Tahun 2025

Next Post

Sejumlah Delegasi Negara Asing Nyatakan Siap Hadiri IMLF Ketiga Tahun 2025

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah