POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

RedaksiOleh Redaksi
October 29, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Harie Khairiah


Judul: Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa

Penulis: Ida Fitri

Penerbit: Marjin Kiri

Cetak: Desember 2023

Halaman: 124 halaman

ISBN: 978–602–0788–48–7

D33C18CB-77A9-49CB-8CA8-5E00A1E653C1.jpg

Keresahan Ida Fitri Tentang Neraka Perempuan di Aceh

Kepiawaian Ida Fitri dalam merangkai kata menjadi sebuah cerita tak perlu diragukan. Ini terbukti dari banyak Cerpennya yang dimuat di berbagai surat kabar bergengsi di tanah air. Sebanyak delapan belas cerpennya yang mengambil latar tempat daerah Aceh, kemudian dirangkum menjadi sebuah kumcer dengan judul “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa”

Cerita Fiksi Yang Begitu Nyata

Melalui buku ini, Ida  memaparkan sisi Aceh yang lain dengan penuh warna,  begitu nyata, seolah penulis sedang membagi pengalamannya pribadi dan kita membacanya, layaknya kita membaca diary Pribadi yang mengulang kisah-kisah lalu, yang terkadang penuh luka, cobaan, pelajaran-pelajaran dalam kehidupan, serta kenyataan pahit.

Seperti cerita yang berjudul bayangan bahtera Nuh (hal 28), pembaca cerita ini seolah-olah diajak menjadi sosok Namaha yang sedang mengambil selembar catatan yang ditulis di kertas lusuh dan mulai membacanya.

📚 Artikel Terkait

Surat Terpendam

Aku Mencintaimu Dalam Diam

Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas

Cara Orang Korea Menghargai Mega

Siapapun yang pernah merasakan dahsyatnya Tsunami, bagaimana bertahan hidup setelah tsunami berlalu, pasti akan menjadi emosional membaca kisah ini. Seolah flash back ke diri sendiri, ketika terpisah dengan keluarga, orang yang tersayang, mencoba mencari mereka di antara mayat-mayat yang berlumuran lumpur, belum kering air mata isu penjarahan merebak. Sudah jatuh tertimpa tangga, orang-orang takbertanggung jawab, memanfaatkan kemalangan orang lain hanya demi keuntungan pribadi, mayat yang dipotong jarinya karena menggunakan cincin, penjarahan rumah kosong, yang terkena imbas tsunami.

Mari beranjak ke cerita sore sebelum kenduri (hal 83), sebuah tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Gotong-royong dalam mempersiapkan pesta(kenduri) dari mempersiapkan rumah hingga memasak, sambil saling bercerita, bertukar informasi dan juga terkadang bergosip seperti yang dilakukan Wa Rabumah dan Kak Na.

Dalam cerita ini, membahas isu perempuan, berstatus janda(Kak Nun) yang menyukai lelaki yang lebih muda (Nyak Syukri) dan kemudian menjadi suaminya. Pernikahan yang dianggap tak pantas karena perbedaan usia yang banyak, sehingga menjadi buah bibir di kampong tersebut.

Menggunakan Analogi

Melalui kumcer ini kita dapat merasakan, Ida Fitri merupakan sosok yang peka terhadap isu-isu sosial yang berada di sekitarnya, keresahan-keresahan Ida ini, ditambah pengetahuan yang dia punya, bacaan yang dia baca, menghasilkan cerita-cerita yang apik untuk dibaca, mulai dengan bahasa yang ringan sehingga sekali baca  orang langsung mengerti apa yang Ida maksud.

Ada juga bahasa yang membingungkan pembacanya, layaknya cerpen karya Franz Kafka dan Jorge Luis Borges. Pembaca diajak menebak-nebak maksud cerita ini ke arah mana, jawaban pastinya hanya pembaca dengan  literasi yang tinggi dan penulis yang tahu pasti maksudnya.

Seperti cerita berjudul Pemikul Jamban, Narator membuka ceritanya dengan sebuah mimpi yang dia alami selama tiga hari berturut-turut, yakni masuk ke sebuah jamban dengan kebutuhan mendesak. Mimpi melihat kotoran itu pertanda keberuntungan menurut Cuda Barein. (hal23).

Cerita menjadi menarik ketika narator bangun pagi, dia melihat orang-orang memikul jamban dengan kepalanya, jamban beserta sumurnya dipikul dengan ganjil di atas kepala, dan ini bukan mimpi. Mengajak kita berpikir, arti dari jamban yang dipikul di atas kepala itu apa?

Cerita lain, yang menggunakan analogi di buku ini di antaranya neraka yang turun di kebun kelapa, ratu laron, legenda burak,

Neraka Perempuan di Aceh

Ada banyak cerita tentang perempuan di Aceh, kepatuhannya, kesetiannya, kerasnya, perjuangannya, kepintarannya.  Ida mengangkat  beberapa isu tersebut, dipadukan dengan cerita Alquran, syariat Islam di Aceh yang seolah berat sebelah(seperti dalam cerita perilaku penyembah pohon)hanya perempuan yang lebih banyak diberi aturan dan masih banyak lagi.

Contohnya cerita neraka yang turun ke kebun kelapa, cerita utama yang menjadi cover kumcer ini. Diawali dengan kisah pembagian air di sawah, perkara yang tidak sesederhana kelihatannya, pada suatu masa dulu ada sebuah keluarga pernah saling membacok karena masalah air sawah (hal 38).

Klimaksnya ketika Dali melihat kobaran neraka melahap tubuh telanjang seorang wanita di langit di atas kebun kelapa yang ternyata istrinya.  Membuat Dalil histeris. Maryam istrinya bukan jenis perempuan yang banyak bicara, dia melakukan kewajibannya sebagai istri dalam diamnya, ia tidak pernah membantah Dali, ia bahkan mengutamakan Dali dari  pada keinginannya sendiri.(hal 42)

Tuhan telah menjamin surga untuk perempuan yang menuruti sang suami, kenapa juga neraka itu melahap Maryam? (hal43) Pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi pembaca cerpen ini. Pembaca yang tidak jeli, tidak akan paham, kecuali dia membaca dengan seksama.

Ida paham betul bagaimana bercerita tentang Aceh melalui kumcer ini. Topik-topik hangat di Aceh seperti ganja, kenduri, GAM, tsunami, PKI, peristiwa DOM, syariat Islam dan masih banyak lagi. Keresahan-keresahan yang mungkin semua orang Aceh khusunya perempuan juga merasakan hal yang sama. bukuini sangat bagus untuk dimiliki.


Biodata Singkat Penulis
Nama Lengkap: Khairiah, nama pena Harie Khairiah

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

MENTERI KEBUDAYAAN RI SAMPAIKAN KULIAH UMUM DI ISI PADANGPANJANG

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00