HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL, KENAPA TIDAK?

Redaksi by Redaksi
Oktober 7, 2024
in Aceh, Artificial Intelligence, Bingkai Sekolah, Digitalisasi, Literasi, literasi digital, POTRET Budaya, SMK N 3 Banda Aceh
Reading Time: 4 mins read
0
DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL, KENAPA TIDAK?
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nura Avadatis Sulha Hassan

Baca Juga

Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Siswi kelas XII SMKN 3 Pariwisata Banda Aceh

 

Berbicara tentang kearifan lokal (local wisdom)adalah berbicara tentang adat istiadat dan budaya sebuah daerah yang diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan. Kearifan lokal didapatkan oleh masyarakat melalui pengalaman yang dialami dan diuji coba, kemudian dijadikan pengetahuan baru yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. (Hidayat, 2017).Selain itu, kearifan lokal juga dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat.

Di dalam Bab I Pasal I Butir 30 UU tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,kearifan lokal didefinisikan sebagai nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat, antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.

Aceh merupakan daerah yang kaya dengan potensi-potensi budaya ditandai oleh kemajuan pada masa lalu yang pernah menempatkan Aceh menjadi salah satu kerajaan besar di dunia. Fakta tersebut menjadi  dasar lahirnya berbagai macam kearifan lokal yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

ADVERTISEMENT

Menurut Majelis Adat Aceh (MAA), masyarakat Aceh memiliki kearifan lokal yang beragam dan terdapat di berbagai bidang kehidupan, misalnya di bidang ekonomi dan mata pencaharian, ibadah dan muamalah, budaya, politik dan pemerintahan, pendidikan, konservasi alam lingkungan, sosial dan kemasyarakatan, dan lainnya, (Hidayat, 2017).

Seiring perkembangan jaman, proses digitalisasi berkembang dengan pesat dan mulai merambah seluruh lingkungan kehidupan masyarakat. Perkembangan digital ini disebut-sebut banyak membawa efek negatif, karena membuat masyarakat terutama generasi muda mudah terpapar budaya-budaya dari luar. Hal tersebut dikhawatirkan dapat membawa dampak yang buruk bagi generasi muda untuk meniru budaya luar. Lalu bagaimana halnya dengan dampak digitalisasi terhadap kearifan lokal di Aceh? Adakah kearifan lokal yang selama ini terjaga dengan baik mulai menghilang di era digitalisasi seperti saat ini?

Ternyata malah sebaliknya. Pengaruh digital bahkan bisa membantu dalam pelestarian kearifan lokal yang sudah mendarah daging dalam masyarakat. Sebagai contoh kebiasaan masyarakat Aceh dalam memperingati maulid sampai tiga bulan lamanya. Hal tersebut bisa dikenalkan kepada masyarakat di luar Aceh dengan lebih mudah menggunakan alat digital dan berbagai jenis mediasosial yang dapat diakses dengan mudah.

Dampak positif lainnya adalah para pengusaha yang bergerak di bidang wisata dan budaya dapat dengan mudah mempromosikan budaya Aceh kepada khalayak ramai. Alih-alih memberikan dampak buruk, media digital ternyata dapat menjadi salah satu alat untuk para pengusaha yang bergerak di bidang promosi budaya untuk mengkolaborasi hasil karya budaya seperti songket dan batik Aceh agar lebih kaya corak, sehingga tampak lebih menarik.

Selain itu, para pengusaha kuliner juga bisa meningkatkan rasa dan bentuk kuliner khas Aceh menjadi lebih menggiurkan dan lebih variatif dengan berbagai macam rasa yang berbeda. Ide-ide kreatif dan brilian seperti ini akan lebih mudah kita akses melalui media digital dibandingkan jika harus mencari informasi dari sumber-sumber non-digital.

Adanya keterkaitan budaya dengan media digital ini, disebut oleh pemerintah sebagai digitalisasi budaya atau pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pendokumentasian.

Menurut Sutikno, (2020), digitalisasi budaya merupakan suatu konsep dalam pemanfaatan   teknologi informasi dan juga komunikasi untuk meningkatkan dayaguna dalam hal kebudayaan Indonesia terutama pada  hal pengelolaan penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan.

Vivid D Sambas, Ketua Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, mengajak pengguna ruang digital untukmerekam setiap jejak kebudayaan bangsa agar terus berkembang dan tidak hilang ditelan zaman. Kita bisa berperan menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan produksi konten budaya di sekitar. Jika tidak bisa memproduksi, kita dapat berpartisipasi dalam distribusi konten dengan membagikan konten budaya yang diproduksi orang lain, ujar Vivid lagi.

Menurut riset We Are Social Hootsuite yang dilansir oleh laman databoks.katadata.co,id, per Febuari 2022, terdapat 204.7 juta pengguna internet di Indonesia dengan pengguna media sosial aktif mencapai 191.4 juta. Fakta ini bisa sangat bermanfaat jika sebagian besar dari pengguna media sosial tersebut mau mempromosikan budaya dan kearifan lokal dari daerah mereka masing-masing.

Keberagaman budaya Indonesia bukan lagi hal asing di mata dunia. Mengapa keberagaman budaya tersebut masih lestari hingga saat ini? Tentunya tidak lepas dari kiprah para pendahulu bangsa yang terus melestarikannya. Nah, sekarang adalah tugas kita generasi muda untuk melanjutkan usaha melestarikan budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing dengan memanfaatkan media digital.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untukmemanfaatkan media digital dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal di daerah kita, antara lain:

1. Membagikan tradisi menarik yang ada di sekitar tempat tinggal.

2. Menawarkan produk khas yang dimiliki daerah dengan cara yang unik melalui media sosial.

3. Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan Promosi pariwisata.

4. Menceritakan tentang keunikan budaya yang kita miliki dalam tulisan-tulisan atau gambar-gambar yang kita bagikan di media sosial.

Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa jika kita pergunakan dengan baik, media digital akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan kita, terutama dalam bidang kebudayaan dan kearifan lokal daerah agar lebih dikenal di mata dunia.

Jika demikian, betul kata sebuah pepatah barat bahwa, “Better to light the candle than curse the dark.” Dari pada menyalahkan keadaan, mari ambil keuntungan dari era digitalisasi ini. Jadi, digitatalisasi kearifan lokal?Why not?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 217x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 193x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 165x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah
Artikel

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah

Maret 19, 2026
Artikel

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026
Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
Next Post

Cara AI Tingkatkan Enggagement Karyawan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com