POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL, KENAPA TIDAK?

RedaksiOleh Redaksi
October 7, 2024
DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL, KENAPA TIDAK?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nura Avadatis Sulha Hassan

Siswi kelas XII SMKN 3 Pariwisata Banda Aceh

 

Berbicara tentang kearifan lokal (local wisdom)adalah berbicara tentang adat istiadat dan budaya sebuah daerah yang diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan. Kearifan lokal didapatkan oleh masyarakat melalui pengalaman yang dialami dan diuji coba, kemudian dijadikan pengetahuan baru yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. (Hidayat, 2017).Selain itu, kearifan lokal juga dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat.

Di dalam Bab I Pasal I Butir 30 UU tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,kearifan lokal didefinisikan sebagai nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat, antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.

Aceh merupakan daerah yang kaya dengan potensi-potensi budaya ditandai oleh kemajuan pada masa lalu yang pernah menempatkan Aceh menjadi salah satu kerajaan besar di dunia. Fakta tersebut menjadi  dasar lahirnya berbagai macam kearifan lokal yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Menurut Majelis Adat Aceh (MAA), masyarakat Aceh memiliki kearifan lokal yang beragam dan terdapat di berbagai bidang kehidupan, misalnya di bidang ekonomi dan mata pencaharian, ibadah dan muamalah, budaya, politik dan pemerintahan, pendidikan, konservasi alam lingkungan, sosial dan kemasyarakatan, dan lainnya, (Hidayat, 2017).

Seiring perkembangan jaman, proses digitalisasi berkembang dengan pesat dan mulai merambah seluruh lingkungan kehidupan masyarakat. Perkembangan digital ini disebut-sebut banyak membawa efek negatif, karena membuat masyarakat terutama generasi muda mudah terpapar budaya-budaya dari luar. Hal tersebut dikhawatirkan dapat membawa dampak yang buruk bagi generasi muda untuk meniru budaya luar. Lalu bagaimana halnya dengan dampak digitalisasi terhadap kearifan lokal di Aceh? Adakah kearifan lokal yang selama ini terjaga dengan baik mulai menghilang di era digitalisasi seperti saat ini?

Ternyata malah sebaliknya. Pengaruh digital bahkan bisa membantu dalam pelestarian kearifan lokal yang sudah mendarah daging dalam masyarakat. Sebagai contoh kebiasaan masyarakat Aceh dalam memperingati maulid sampai tiga bulan lamanya. Hal tersebut bisa dikenalkan kepada masyarakat di luar Aceh dengan lebih mudah menggunakan alat digital dan berbagai jenis mediasosial yang dapat diakses dengan mudah.

Dampak positif lainnya adalah para pengusaha yang bergerak di bidang wisata dan budaya dapat dengan mudah mempromosikan budaya Aceh kepada khalayak ramai. Alih-alih memberikan dampak buruk, media digital ternyata dapat menjadi salah satu alat untuk para pengusaha yang bergerak di bidang promosi budaya untuk mengkolaborasi hasil karya budaya seperti songket dan batik Aceh agar lebih kaya corak, sehingga tampak lebih menarik.

📚 Artikel Terkait

Pengembara

Menyikapi Bencana Alam dengan Merleau-Ponty dan Ekofenomenologi

Bubur Asyura

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Selain itu, para pengusaha kuliner juga bisa meningkatkan rasa dan bentuk kuliner khas Aceh menjadi lebih menggiurkan dan lebih variatif dengan berbagai macam rasa yang berbeda. Ide-ide kreatif dan brilian seperti ini akan lebih mudah kita akses melalui media digital dibandingkan jika harus mencari informasi dari sumber-sumber non-digital.

Adanya keterkaitan budaya dengan media digital ini, disebut oleh pemerintah sebagai digitalisasi budaya atau pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pendokumentasian.

Menurut Sutikno, (2020), digitalisasi budaya merupakan suatu konsep dalam pemanfaatan   teknologi informasi dan juga komunikasi untuk meningkatkan dayaguna dalam hal kebudayaan Indonesia terutama pada  hal pengelolaan penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan.

Vivid D Sambas, Ketua Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, mengajak pengguna ruang digital untukmerekam setiap jejak kebudayaan bangsa agar terus berkembang dan tidak hilang ditelan zaman. Kita bisa berperan menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan produksi konten budaya di sekitar. Jika tidak bisa memproduksi, kita dapat berpartisipasi dalam distribusi konten dengan membagikan konten budaya yang diproduksi orang lain, ujar Vivid lagi.

Menurut riset We Are Social Hootsuite yang dilansir oleh laman databoks.katadata.co,id, per Febuari 2022, terdapat 204.7 juta pengguna internet di Indonesia dengan pengguna media sosial aktif mencapai 191.4 juta. Fakta ini bisa sangat bermanfaat jika sebagian besar dari pengguna media sosial tersebut mau mempromosikan budaya dan kearifan lokal dari daerah mereka masing-masing.

Keberagaman budaya Indonesia bukan lagi hal asing di mata dunia. Mengapa keberagaman budaya tersebut masih lestari hingga saat ini? Tentunya tidak lepas dari kiprah para pendahulu bangsa yang terus melestarikannya. Nah, sekarang adalah tugas kita generasi muda untuk melanjutkan usaha melestarikan budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing dengan memanfaatkan media digital.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untukmemanfaatkan media digital dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal di daerah kita, antara lain:

1. Membagikan tradisi menarik yang ada di sekitar tempat tinggal.

2. Menawarkan produk khas yang dimiliki daerah dengan cara yang unik melalui media sosial.

3. Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan Promosi pariwisata.

4. Menceritakan tentang keunikan budaya yang kita miliki dalam tulisan-tulisan atau gambar-gambar yang kita bagikan di media sosial.

Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa jika kita pergunakan dengan baik, media digital akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan kita, terutama dalam bidang kebudayaan dan kearifan lokal daerah agar lebih dikenal di mata dunia.

Jika demikian, betul kata sebuah pepatah barat bahwa, “Better to light the candle than curse the dark.” Dari pada menyalahkan keadaan, mari ambil keuntungan dari era digitalisasi ini. Jadi, digitatalisasi kearifan lokal?Why not?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Cara AI Tingkatkan Enggagement Karyawan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00