• Latest

Anak Merpati Belajar Terbang

September 20, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Anak Merpati Belajar Terbang

Redaksiby Redaksi
September 20, 2018
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Ilustrasi Greeners.co
Oleh : Juni Febrian
Siswi kelas VII-1 SMPN 7 Satap Bandar Baru
Lueng putu Pidie jaya
Pada suatu hari anak burung merpati sendirian di rumahnya. Rumahnya di atas pohon. Dia sudah ditinggal oleh ibunya semenjak dari kecil. Dia begitu takut melihat orang-orang yang lewat di jalan depan rumahnya, takut kalau orang itu akan menyakitinya.
Saat itu, anak merpati itu melihat burung-burung merpati mengepakkan sayapnya untuk  terbang. Keesokan  harinya, dia mengepakkan sayapnya untuk belajar terbang sehingga ia menabrak pohon. Dia mengepakkan sayapnya seperti burung-burung merpati yang dia lihat kemarin. Tetapi dia malah jatuh dan terluka. Dia berusaha untuk bangun dan mengepakkan sayapnya kembali, namun ia malah jatuh dan pingsan tak sadarkan diri. Dia ditolong oleh seorang anak yang lewat di depan pohon dekat rumahnya. Anak itu pun mengobatinya sampai anak merpati itu pulih. Setelah dia pulih anak itu mengajari anak merpati terbang sampai bisa. Setelah itu dia melepaskan anak merpati itu. Anak merpati itu menggesekkan ekornya ke tangan anak yang telah berjasa bagi hidupnya sebagai ucapan terimakasihnya untuk anak itu.
Setelah itu, anak merpati terbang ke hutan untuk mencari makan dan tanpa ia sadari ia menabrak seekor merpati tua. Lalu anak merpati itu meminta maaf karena tidak sengaja menabrak merpati tua. Merpati tua tersenyum dan menanyakan siapa namanya. “Siapa nama kamu ?” Tanya merpati tua. Ia menjawab : “nama saya Rio !”. 
Anak merpati itu sebenarnya tidak tahu kalau namanya itu Rio. Dia tahu karena diberitahukan oleh merpati betina, yaitu tetangga rumahnya yang baik hati dan begitu peduli akan dirinya. Merpati betina itu tahu nama anak merpati itu karena pernah mendengar ketika ibu anak merpati itu memanggil-manggil anaknya.
Merpati tua itu terkejut dan teringat waktu ia meninggalkan anaknya setelah melahirkannya. Nama yang ia berikan sama dengan nama anak merpati itu, yaitu Rio. Merpati tua itu berpikir kalau Rio itu pasti anaknya. “Dia pasti anakku yang sedang kucari-cari selama ini” bisik batin merpati tua. 
Merpati tua itu memberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa Rio adalah anaknya. “Rio, kamu adalah anakku yang aku tinggalkan dulu, maafkan aku telah meninggalkan kamu nak ! ucap merpati tua disertai deraian air mata. Anak merpati yang bernama Rio itu tersentak kaget, bagaikan petir di siang bolong. Ia tak percaya kalau merpati tua yang di depannya itu adalah ibunya yang begitu tega meninggalkannya. Rio merasa sedih dan sakit hati akan tetapi dia tidak bisa marah sama sekali karena merpati tua itu adalahibunya, ibu yang telah melahirkannya. Akhirnya, Rio memaafkan ibunya seraya berkata : “jangan tinggalkan aku lagi ibu, aku begitu rindu belaian dan kasih sayangmu”. Merpati tua dan anaknya akhirnya berpelukan dan tersenyum bahagia. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Maret 22, 2026

Discussion about this post

Next Post

Keberhasilan dan Kegagalan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com