• Latest

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Mei 19, 2024
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh Selatan | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh Selatan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Bagian 17

Redaksi by Redaksi
Mei 19, 2024
in Aceh Selatan, Biografi, Guru, Guru Menulis, Humaniora
Reading Time: 6 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bussairi D. Nyak Diwa

 

​Dua minggu sudah aku berada di Banda Aceh, tepatnya di Komplek Perumahan Pegawai Kantor Gubernur, Geucue Komplek. Komplek perumahan ini tidak jauh dari terminal bus antar provinsi jalan Teuku Umar Stui Banda Aceh. Kebetulan abang iparku, yang juga abang sepupuku ini adalah pegawai kantor gubernur Aceh, jadi Beliau dapat jatah rumah cicilan. Rumahnya memang tidak besar, tapi lumayan untuk keluarga muda yang baru punya anak dua. Ada tiga kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang tengah (ruang keluarga), satu ruang dapur, dan ada dua kamar mandi (WC). Jadi lumayanlah untuk menampung jika kebetulan ada datang saudara dari kampung atau tamu tak diduga.

​Aku sendiri menempati sebuah kamar kecil di tingkat dua di atasgrasi. Kamar ukuran tiga kali empat meter ini sebelumnya adalah gudang. Dua hari setelah aku sampai di rumah ini, abang ipar menyuruhku membersihkan ruangan ini. Hampir setengah hari aku membersihkan ruangan yang penuh dengan barang-barang bekas. Setelah bersih, eh ternyata abang ipar menyuruhku untuk menempati ruangan ini. Senang juga hatiku karena mendapat kamar khusus sendirian.

​Suatu pagi memasuki minggu ketiga aku berada di Banda Aceh, datang seorang tamu ke rumah. Beliau tak lain adalah adik kandung abang ipar. Jadi Beliau juga termasuk abang sepupuku. Adik keduaabang iparku ini sudah berkeluarga dan tinggal di kampung Beurawe. Beliau PNS, bekerja di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi. Aku tak tahu apa jabatan Beliau di kantor yang mengurus masalah pendidikan itu. Bang Guntur, begitu nama sapaan Beliau, sangat ramah. Hari itulah aku pertama kali bertemu dengan Beliau, tetapi seakan-akan Beliau sudah lama sekali mengenalku.

​Pagi itu Beliau memintaku untuk menyerahkan surat pindah dan raport sekolahku kepadanya. Berkas yang sudah kusiapkan sejak di kampung itu kuserahkan kepada Beliau sekalian dengan mapnya. Beliau membolak-balik isi map berwarna merah muda itu, lalu mengangguk-angguk.

​“Beres,” katanya kemudian.

​“Ayo, berkemaslah. Sekarang kita berangkat!” serunya setengah memerintah.

​Tanpa bertanya berangkat ke mana, aku segera bergegas ke kamar mengganti baju dan celana. Tadi sehabis mencuci mobil abang ipar, aku telah membersihkan tubuhku di kamar mandi. Kupilih baju dan celana satu-satunya yang masih baru. Baju warna coklat tua bergaris-garis tegak itu adalah baju yang dibeli Ibu untukku lebaran lalu. Aku sangat suka memakai baju itu, bukan hanya karena ibu yang membelinya, tetapi juga karena aku merasa sangat pas dan nyaman ketika memakainya.

​Dengan mengendarai Honda Cup Astuti keluaran tahun 1978, aku diboncengi Bang Guntur menelusuri jalan kota yang ramai. Baru kali ini aku melintasi jalan besar sambil menyaksikan kota yang ramai. Tapi tak lama, kira-kira lima belas menit kemudian, kami memasuki sebuah pekarangan yang dikelilingi oleh gedung bertingkat. Di sebelah kiri gedung bertingkat itu terdapat sebuah bangunan berlantai satu. Di depannya, agak ke kiri terdapat sebuah papan nama. Aku membaca papan nama itu dengan cermat sekali, “Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Banda Aceh – Jalan Ujong Batee, Seutui Banda Aceh”.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
PPPK

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026

​Sekarang baru aku mengerti ke mana sebenarnya aku dibawa oleh Abang Guntur pagi ini. Ternyata aku akan dimasukkan ke sebuah sekolah menengah. Tak salah, sekolah dimaksud adalah SMA Muhammadiyah ini. Tanpa mengalami hambatan apapun kami langsung masuk ke ruang Wakil Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah yang bertubuh mungil dan hitam manis ini seperti sudah kenal akrab dengan Bang Guntur. Sambil membolak balik map yang diserahkan Bang Guntur, Beliau tersenyum kepadaku.

​“Selamat menjadi warga SMA Muhammadiyah, Bussairi,” sapa Wakil Kepala Sekolah yang bernama Ismail Mahmud itu.

​“Ananda akan menempati Kelas I IPA-3. Belajarnya sore hari, dari pukul 14.00 sampai dengan 18.00 WIB,” jelas Pak Is ramah sekali.

​“Mulai besok Ananda sudah dapat belajar di kelas.”

​Ternyata semua persyaratan untuk menjadi siswa di sekolah ini telah dipenuhi oleh Bang Guntur. Aku tak tahu kapan Beliau mengurusnya. Tapi melihat begitu lancarnya urusan aku jadi maklum bahwa Bang Guntur bukanlah orang sembarangan di kantornya.

(Bersambung)

​  

BIODATA PENULIS

ADVERTISEMENT

Drs. Bussairi D. Nyak Diwa atau dikenal dengan nama penaBussairi Ende, lahir di Bakongan pada 10 Juli 1965. Menyelesaikan sekolah tingkat SD dan SMP di kampung halaman Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Kemudian tahun 1983 hijrah ke Banda Aceh melanjutkan ke SMA hingga menyelesaikan S-1 di PBSI FKIP Unsyiah, 1991.

Menulis puisi dan Cerpen sejak duduk di bangku SMA dan terus berkembang saat berstatus mahasiswa di Kampus Unsyiah. Bersama kawan-kawan mahasiswa pernah mendirikan Surat Kabar Mahasiswa Unsyiah Monumen pada tahun 1989 dan Majalah Kalam FKIP Unsyiah tahun 1990, lalu menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Mahasiswa dan alumni FKIP Unsyiah itu. Pernah memimpin Teater Gemasastrin dan menjadi Ketua Umum Gemasastrin (Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia) FKIP Unsyiah Periode 1988 – 1992. Hingga saat ini baru menghasilkan dua Kumpulan Puisi Tunggal, empat Kumpulan Puisi Bersama, dan satu Kumpulan Cerpen Tunggal.

Pernah memenangi beberapa Lomba Menulis, diantaranya Finalis Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP) Depdiknas tahun 2009, Juara III Lomba Menulis Buku Pengayaan Pusbuk Depdiknas, tahun 2010, mendapat penghargaan dalam Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Depdiknas, tahun 2011, dan lain-lain.  

Selama menjadi guru pernah meraih beberapa penghargaan dan prestasi, diantaranya Penghargaan Sebagai Guru Pelopor IPTEK dari LIPI tahun 2007, Penghargaan Guru Berprestasi Tingkat Nasional dari Bupati Aceh Selatan tahun 2011, Juara II Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Aceh Selatan tahun 2010, Juara Harapan II Guru Mata Pelajaran Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh tahun 2016. Saat ini menjadi Koordinator Daerah IV Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Provinsi Aceh dan menjadi Kepala Sekolah di salah satu SMP di Kabupaten Aceh Selatan.  

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh Selatan | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - IMG_9052 | Aceh Selatan | Potret Online

Baca dan Kritiklah Tulisan Itu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com