POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Surga untuk Siapa?

RedaksiOleh Redaksi
September 15, 2023
Surga untuk Siapa?
🔊

Dengarkan Artikel

Karya Hamdani Mulya

“Brengsek …, brengsek…, brengsek …, bangsat lelaki itu. Tiap hari kerjanya sih mabuk, isap sabu-sabu. Jika pikirannya lagi tak senang, terus kerjanya menyiksa ibuku,” itu jawab Iwan kepada petugas polisi yang menginterogasinya karena diduga membunuh seorang lelaki separuh abad. “Aku puas dan tidak pernah menyesal telah memancung lelaki yang sering memukul Ibuku,“ sambung pemuda tanggung berusia 17 tahun itu. Iwan terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional (UN) di meja ruang jeruji besi tahanan kantor polisi.

Iwan di kampungnya dikenal termasuk remaja yang alim dalam agama. Ia begitu menghormati kedua orang tuannya. Itu sebab sepulang sekolah, ia mencari uang sendiri dengan menjadi buruh di sebuah kilang padi dan kadang-kadang menjadi kernet (kondektur) angkot. Itu ia lakukan demi mengurangi beban orangtuanya, dan usai kerja malam ia mengaji ke satu Dayah (Pesantren) terdekat di kampungnya.

“Jangan katakan ah, ah…, ah… kepada Ibumu, karena perkataan semacam itu menyebabkanmu durhaka kepada ibumu. Jangan pula kamu durhaka kepada Bapakmu. Kamu hari kiamat tidak masuk surga“, begitu kata Tgk. Haji Ismail dua malam yang lalu di pesantren, sebelum Iwan menghabisi lelaki berkulit hitam legam yang mirip Iwan itu.

Malam naas itu sebuah mobil ambulance meraung-raung seperti menangisi kepergian lelaki pecandu narkoba itu. Melaju kencang membawa korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri. Korban bernama Saiful, berusia 50 tahun preman kampung dan seorang bandar narkoba.

Namun, masyarakat desa sekitar yang sosialnya masih tinggi, seperti biasanya melawat berkunjung ke rumah korban untuk melakukan fardhu kifayah. Selanjutnya mendoakan mudah-mudahan almarhum masuk surga dan Iwan juga diampuni dosanya. Kemudian keduanya masuk surga untuk saling bermaaf-maafan seperti di hari raya..

📚 Artikel Terkait

Dispersip Banda Aceh Jalin Kerja Sama dengan Perpustakaan Gampong Pande

Untaian Puisi Ayumi

Aspirasi Emak-emak Indonesia Untuk Memperingati Hari Anti Islamophobia ke-3 pada 15 Maret 2025

Indahnya Pulau Impian Bersama Kekasih Halal

Hari itu langit mendung, gerimis menangis ada cinta berbalut duka di ujung belati. Sayat-sayat suara bisik setan menggemuruh di bumi berdarah. Di zaman yang penuh tipu daya ini ada-ada saja adegan yang menusuk hati. Tanda-tanda kiamat sudah dekat ? Dari balik penjara Iwan masih menunggu hari persidangan. Tiba-tiba seorang pria datang. Dia abang kandung Iwan yang ketika sempat mengantar ayah mereka ke rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Ayah sebelum menghembuskan nafas terakhir berpesan. Aku telah memaafkan Iwan agar masuk surga,” ujarnya kepada sang adik. “Ayah telah memaafkan Iwan, karena Iwan sangat mencintai dan menyayangi Ibunya …” sambung pria itu.

Air bening mulai tampak mengalir dari kelopak mata remaja tanggung itu. Pembicaraan terputus setelah petugas mengatakan waktu membesuk sudah habis.

“Sebenarnya, aku tak bermaksud membunuh Ayahku sampai mati. Aku hanya menggertak agar ia mengubah wataknya, dan lebih mencintai Ibuku. Namun akhirnya belati itu memancung leher ayahku …,” ungkap Iwan di persidangan.

Beberapa bulan kemudian Iwan menulis sepucuk surat yang dikirim kepada guru mengajinya Tgk Haji Ismail. Isinya begitu singkat, “Tgk. Haji Ismail yang saya muliakan. Surga itu untuk Aku, untuk Ayahku atau untuk Ibuku ???.”

Aceh Utara, 15 September 2023

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Puisi-Puisi  Yanimar W Yusuf

Puisi-Puisi Yanimar W Yusuf

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00