• Latest
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Juni 10, 2023
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan

Redaksiby Redaksi
Juni 10, 2023
Reading Time: 2 mins read
Bangsa yang Kehilangan Gerakan Kebudayaan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

  Oleh : Pril Huseno Video  penggalan “Pantun Koruptor” dari Budayawan legendaris WS Rendra yang dibacakan dalam acara musik kalau tak salah Sawung Jabo cs (Swami-Kantata Takwa). Baca Juga Filosofi Ketupat Maret 29, 2026 Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia Maret 29, 2026 Mengingat Masa Lalu, Menentukan […]

 

Oleh : Pril Huseno

Video  penggalan “Pantun Koruptor” dari Budayawan legendaris WS Rendra yang dibacakan dalam acara musik kalau tak salah Sawung Jabo cs (Swami-Kantata Takwa).

Selain pantun tersebut, sajak-sajak Rendra yang digolongkan orang sebagai puisi-puisi pamflet, memang tajam menusuk. Yang disindir tidak bisa marah, kecuali hanya memanggil “Si Burung Merak” itu untuk diinterogasi aparat keamanan. Terasa pula kini, kita kehilangan greget dari Gerakan Kebudayaan sebagaimana kemarin disitir oleh bang Jus Soema di Praja, eks jurnalis Indonesia Raya.

Gerakan Kebudayaan, jika tetap hidup dan eksis di tengah komunitas anak bangsa, tidak hanya diwakili oleh gerakan-gerakan menghidupkan kesenian tari, lukis, seni suara dan sebagainya, tetapi juga gerakan memelihara adab dan literasi lewat kontinuitas dan kesinambungan berpikir.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

Gerakan Kebudayaan juga mengartikulasikan kemampuan anak bangsa untuk memilah, mana aktivitas anak bangsa yang mempunyai kontribusi positif untuk memajukan peradaban, dan mana gaya hidup dan aktivitas anak bangsa yang dapat memporakporandakan kekuatan budaya dan peradaban yang sedang berjalan.

Bangsa yang sedang menuju proses “terjun bebas” dari peradaban yang semula (adiluhung), ketat menjaga martabat/marwah individu dan kelompok, budaya malu, harga diri, menuju kualitas bangsa yang jatuh ke titik nadir akibat budaya korupsi luar biasa, kemunduran demokrasi, degradasi kualitas pendidikan dan ketahanan ekonomi/pangan, banyak dipengaruhi oleh sejauh mana kualitas peradaban terjaga, antara lain dengan Gerakan-gerakan Kebudayaan.

Selain kehilangan sosok budayawan besar WS Rendra, gerakan kebudayaan juga “mengkeret” di lingkungan akademisi kampus sebagai penjaga moral intelektual bangsa. Telah amat jarang didengar, seruan-seruan perbaikan total dari kampus yang mengecam budaya korup, mau menang sendiri, sadisme, materialisme sebagai impact neoliberal kapitalistik. Sedang untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kritik sosial lewat parade seni dan puisi saja kampus tidak lagi mempunyai nyali. Padahal dulu aktivitas itu yang kerap menjaga hati nurani bangsa lewat kritik-kritik sosial tajam yang disampaikan melalui saluran seni dan kebudayaan.

Gerakan-gerakan literasi yang menghasilkan karya-karya masterpiece pemikiran anak bangsa juga seolah sayup-sayup saja. Kecuali oleh beberapa gelintir tokoh yang kerap menuliskan opini terhadap kejumudan kondisi, tetapi sebuah gerakan besar yang menghasilkan pokok-pokok pikiran tajam dan bernyali juga meredup.

Para tokoh cendekiawan muda yang dulu di awal-awal orde baru bermunculan segar antara lain tergabung di lembaga LP3ES dan lain-lain, kini seakan “hidup segan mati tak mau”. Terasa sekali, elan vital kemajuan peradaban bangsa melalui kegiatan berpikir dan literasi amat jauh berkurang.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Yogyakarta, 08 Juni 2023

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ratapan Anak Pinggir Sungai

Ratapan Anak Pinggir Sungai

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com