• Latest
Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie - A5B4D803 A5F6 4B88 B65B BC819C77FB5A | Bingkai | Potret Online

Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie

November 15, 2022
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Bingkai | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie - A5B4D803 A5F6 4B88 B65B BC819C77FB5A | Bingkai | Potret Online

Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie

Redaksi by Redaksi
November 15, 2022
in Bingkai, Dunia kerja, Ekonomi, Pidie
Reading Time: 2 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Renita Zuhra

Baca Juga

IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026
Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Bingkai | Potret Online

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

 

Gampong Cebreik, kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, dikenal sebagai desa yang mengolah garam dengan cara tradisional. Masyarakat di gampong ini pun hidup dari penghasilan menjual garam.Sekiranya hampir 500-an masyarakat Pidie berprofesi sebagai petani garam yang tersebar di beberapa kecamatan, namun yang terbanyak terdapat di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, dan Peukan Sot, Cebrek, Sukon, Kecamatan Simpang Tiga.  

Petani garam di desa ini hidup dengan penghasilan dari mengolah garam secara tradisional. M. Nazar, salah seorang petani garam di Gampong Cebreik, sudah menjalani profesinya ini selama 5 tahun lebih. M. Nazar menjelaskan ada dua sistem membuat garam secara tradisional, yaitu “Sira adee” atau garam jemur dan “Sira tagun” atau garam masak. Proses pembuatan garam jemur dengan mengambil air laut, kemudian air laut tersebut dicampur dengan pasir laut.

Selanjutnya airnya dijemur di bawah terik matahari sampai mengeras. Namun, proses pembuatan garam jemur ini tidak bisa dibuat saat musim hujan. Garam jemur hanya dibuat pada saat musim kemarau saja.

“Banyak petani garam yang tidak membuat garam saat musim hujan seperti ini, karena tidak bisa menjemur air asin, sehingga garam sangat langka dan harganya melonjak naik” ujar M. Nazar, petani garam.

Pada saat musim penghujan, M. Nazar hanya membuat garam masak. Proses pembuatan garam masak ini dengan cara air laut dimasak dengan bibit yang dikirim langsung dari luar negeri. M. Nazar menyebutnya bibit Australia. “ Proses memasaknya hanya membutuhkan waktu selama 6 jam sampai airnya habis dan garamnya mengeras selanjutnya ditiriskan selama dua hari dan garam siap dikirimkan ke luar daerah” ungkap M. Nazar Senin (14/11/22).

Garam masak ini biasa dikirimkan ke Matang, Aceh Utara, Banda Aceh, dan Sabang. Garam masak dijual dengan harga Rp 6000/kg harga ini mengalami kenaikan karena musim hujan, dari harga sebelumnya Rp 4000/kg. Dalam sehari M. Nazar mampu memproduksi garam masak 50 kg dengan dua kali produksi.

Namun, proses pembuatan garam masak ini lebih banyak mengeluarkan modal karena harus membeli kayu bakar dan bibit yang mahal dan sulit diperoleh. Oleh karena itu, banyak petani garam yang tidak membuat garam pada saat musim penghujan. Petani garam pun merasa kesulitan masalah keuangan rumah tangga pada saat musim penghujan seperti ini. 

M. Nazar berharap agar pemerintah tidak lagi memasok garam dari luar seperti garam dari Medan. Agar petani garam di desa ini sejahtera. Karena pembuatan garam tradisional ini termasuk salah satu potensi desa yang harus dijaga

ADVERTISEMENT

 

Renita Zuhra, saat ini tercatat sebagai mahasiswi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tulisan diatas untuk memenuhi tugas akhir penulisan featureprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Menelusuri Pembuatan Garam Tradisional di Kabupaten Pidie - CF157017 8D47 427C A9B1 BC8C8BCF7378 | Bingkai | Potret Online

Penyandang Disabilitas di Banda Aceh Terima Alat Bantu Jalan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com