Oleh Mursyidah
Berbicara soal kesehatan, mungkin ini pembahasan yang sangat menarik untuk dibahas pada era ini. Ada banyak polemik yang terjadi, terkhusus yang paling banyak menyita atensi publik adalah pengelompokan desil yang tak sesuai fakta dan realita di lapangan.
Ada banyak penyintas kesehatan yang menggantungkan harapan dalam kemudahan akses pengobatan dari tanggungan BPJS yang dibiayai oleh pemerintah menggunakan APBN.
Mungkin benar adanya pepatah yang mengatakan tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan pemangku kekuasaan saat ini, tak serta merta buruk. Hanya karena kebijakan tentang dana kesehatan yang sedikit amburadul.
Ada banyak hal lain mungkin yang baik, namun bicara desil memang itu hal yang layak dan patut untuk dipermasalahkan. Sebab akurasi data sangat mencolok salah dalam ketimpangan sosial. Bukti nyata di wilayah kami berdomisili. Seorang pengusaha kaya punya mobil CC tinggi, hidup mewah ,kebun luas termasuk dalam Desil rendah.
Namun sebaliknya, satu warga dengan satu motor masuk dalam Desil tinggi. Maka, bukan hal buruk jika soal akurasi data Desil disuarakan dan diminta untuk ditata dengan jelas . Ini penting, agar setidaknya Indonesia punya satu hal yang membuat rakyatnya mengenang negri ini dengan kisah yah indah, yakni pelayanan kesehatan.
Berbicara soal penetapan desil untuk hal kesehatan, maka penulis teringat satu rumah sakit megah kebanggaan warga Aceh selatan yang bertengger indah di kaki gunung desa gunung Kerambil, dengan tinggi bangunan lima lantai. Di sanalah warga Aceh Selatan datang berbondong bondong dari ujung Trumon hingga ujung Labuhan Haji, ada yang mencari kesembuhan jantung ,dan berbagai jenis sakit lainnya. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan RSUD Yulidin Away menerima dengan sepenuh pelayanan ,jika pernah mereka sebagai pasiennya, tentu paham betapa hiruk pikuk untuk memperjuangkan kehidupan berlangsung di sana.
Ada yang berdedikasi unyuk pasien rawat inap,ada yang untuk pasien rawat jalan. Ditengah segala keterbatasan para staf dan pekerja selalu berusaha melayani dengan baik,namun tak dipungkiri tentu banyak masih kekurangannya. Mulai dari peralatan medis ,tenaga ahli yang kurang ,serta terlalu membludaknya pasien. Juga tak seluruh spesialis yang sudah ada.
Namun RSUD Yulidin terlihat terus berinovasi meskipun masih banyak yang perlu dievaluasi. Setidaknya RSUD Yulidin Away telah menjadi mutiara kesehatan bagi seluruh warga Aceh Selatan. Apalagi bagi warga dari daerah terisolir RSUD Yulidin Away seperti menjadi tempat transit yang efektif untuk mencari solusi kesehatan mereka.








Diskusi