• Latest
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Filosofi Ketupat

Redaksi by Redaksi
Maret 29, 2026
in Esai, POTRET Budaya, Tradisi
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh ReO Fiksiwan

“Kupat saka janur, ngaku lepat, nyuwun pangapura.
Janur jatining nur, pepadhang ati kang suci.”

Baca Juga

5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026

Arti harafiah:
“..ketupat dari janur adalah simbol pengakuan kesalahan dan permintaan maaf. Janur dimaknai sebagai jatining nur atau cahaya hati nurani, yang memberi terang pada jiwa yang suci.” — Sunan Kalijaga(1450-1513).

Lebaran Ketupat adalah sebuah tradisi yang memperlihatkan bagaimana budaya dan agama berkelindan dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Ia bukan sekadar pesta makan, melainkan sebuah simbol perjalanan spiritual yang meneguhkan kembali makna silaturahmi setelah Ramadhan.

Sunan Kalijaga, dengan kebijaksanaannya, mengakulturasi tradisi lama pemujaan Dewi Sri menjadi perayaan syukur kepada Tuhan, dan dari sinilah ketupat lahir sebagai medium budaya yang sarat makna.

Etimologi kata ketupat yang berasal dari “ngaku lepat” menegaskan bahwa inti dari tradisi ini adalah pengakuan kesalahan dan saling memaafkan.

Janur yang membungkus ketupat melambangkan hati nurani, sementara anyaman rumitnya mencerminkan kompleksitas hubungan sosial manusia yang harus dijaga dengan kesabaran dan keikhlasan.

Ketupat menjadi metafora bahwa kehidupan sosial, seperti anyaman, hanya akan kokoh bila dijalin dengan harmoni.

Lebaran Ketupat berlangsung pada hari ketujuh bulan Syawal, setelah umat Islam menunaikan puasa sunah enam hari.

Di Kudus, Pati, Rembang, dan Jawa Timur, masyarakat berkumpul, bersilaturahmi, dan makan bersama dengan hidangan ketupat.

Di Minahasa, khususnya, ketika Kiyai Modjo tiba di Tondano pada 1831, ia meneruskan tradisi ini dan keturunannya kemudian ikut menyebarkan ke Manado hingga Gorontalo di kampung Reksonegoro.

Momen ini bukan hanya perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan adalah fondasi peradaban.

Tradisi ini masih lestari hingga kini, menjadi simbol syukur dan pengingat bahwa manusia selalu membutuhkan harmoni antara spiritualitas dan kebersamaan.

Mengacu pada M.C. Ricklefs (1934-2019), sejarawan, dalam Mengislamkan Jawa(2013), yang menegaskan bahwa kelangsungan tradisi Islam di Jawa selalu bertaut dengan budaya lokal

Akibatnya, Islamisasi tidak pernah berlangsung sebagai proses pemutusan, melainkan sebagai akulturasi yang terus berlanjut bahkan terus bernegosiasi dengan perubahan-perubahan datang dan pergi..

Dalam karya tersebut, Ricklefs menulis bahwa “Islamisasi masyarakat Jawa terus berlanjut sejak kemunculan Islam dalam masyarakat Jawa pada abad ke-14, dan proses itu berlangsung dalam bentuk yang sangat kompleks, di mana tradisi Islam bertaut erat dengan budaya Jawa yang sudah ada.”

Hal ini menunjukkan bahwa Islam di Jawa tidak hadir sebagai kekuatan yang menghapus budaya lama, melainkan menyerap dan menyesuaikan diri dengan tradisi yang sudah mapan.

Sunan Kalijaga dan para Wali Songo menggunakan seni, tembang, wayang, dan simbol-simbol agraris untuk menyampaikan ajaran Islam, sehingga masyarakat Jawa menerima Islam bukan sebagai sesuatu yang asing, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ricklefs juga menekankan bahwa anggapan sebagian besar Muslim Jawa hanyalah “Islam KTP” atau abangan tidak sepenuhnya benar.

Menurutnya, Islamisasi di Jawa adalah proses panjang yang terus berlanjut, dengan lapisan-lapisan budaya yang saling bertaut.

Tradisi seperti ketupat Lebaran, slametan, atau penggunaan tembang macapat dalam dakwah adalah contoh bagaimana Islam dan budaya Jawa saling menguatkan.

Dengan demikian, Ricklefs melihat kelangsungan tradisi Islam di Jawa sebagai bukti bahwa agama dan budaya tidak harus saling meniadakan. Justru, perpaduan keduanya menciptakan bentuk Islam yang khas, yang mampu bertahan dan berkembang dalam konteks lokal.

Pesan utama dari Mengislamkan Jawa adalah bahwa Islam di Jawa adalah hasil interaksi dinamis antara keyakinan religius dan tradisi budaya, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga kini.

ADVERTISEMENT

Walhasil, Ketupat Lebaran adalah irama budaya yang mendendangkan pesan sederhana namun mendalam: setelah segala perjuangan dan pengorbanan, manusia kembali kepada fitrah, saling memaafkan, dan merayakan kehidupan dengan hati nurani yang bersih.

coverlagu:

Lagu “Pat Ketupat Lepat” dirilis pada 15 April 2022 oleh Empayar Music SG, dibawakan oleh Danial Baharin, Mai Dhaniyah, Amir Mansor, dan Sarah Adriana.

credit foto diunggah dari kanal Youtube Ketupat Lebaran di Jaton(Minahasa) @akhnay|4159

festival ketupat dan @SeputarIndonesiaaaa
Subscribe Filosofi ketupat yang harus kalian tahu!

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 302x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 171x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888
Catatan Perjalanan

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63
Artikel

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532
Koperasi

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
Artikel

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com