POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 5, 2026
Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan ke-23 Edisi Ramadan. Sebelumnya saya sudah menarasikan kisah Hamzah RA. Sekarang, kisah Hindun yang di luar nalar manusia, bisa mengunyah jantung Singa Allah itu. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalau sejarah awal Islam itu dijadikan serial epik dengan rating 21+, maka Hindun binti Utbah pasti masuk daftar karakter paling kontroversial sepanjang masa. Ia istri Abu Sufyan ibn Harb, ibu Muawiyah ibn Abi Sufyan, pendiri Dinasti Umayyah. Dari sosialita elite Mekah, oposisi garis keras dakwah, “pemakan jantung Hamzah”, hingga akhirnya menjadi sahabiyah yang ikut membela Islam. Plot twist-nya lebih tajam dari manuver politik modern yang pagi oposisi, sore koalisi.

Kisah ini bukan dongeng panggung. Sumbernya ada dalam sirah klasik karya Ibnu Ishaq (diterjemahkan A. Guillaume), al-Tabari, Ibnu Sa’d, dan al-Waqidi. Memang, detail mutilasi diperdebatkan sebagian ulama Sunni modern, tetapi narasi klasiknya konsisten, tragedi Uhud itu brutal.

Hindun lahir akhir abad ke-6 M di Mekah, putri Utbah ibn Rabi’ah, taipan Quraisy pemilik karavan besar Bani Abd Syams. Cantik, fasih, cerdas, dan punya akses kekuasaan. Ia sempat menikah dua kali sebelum akhirnya pada 599 M dipersunting sepupunya, Abu Sufyan. Sejak itu, ia berada di pusat orbit kekuasaan Mekah, lingkar inti elite Quraisy yang paling berpengaruh.

Ketika Rasulullah berdakwah terbuka tahun 613 M, Hindun dan suaminya berdiri di barisan paling depan penentang. Boikot ekonomi, tekanan sosial, perang opini, semuanya dijalankan. Lalu meledak Perang Badar, 17 Ramadhan 2 H/624 M. Quraisy kalah telak. Hindun kehilangan ayahnya Utbah, pamannya Syaibah, saudaranya al-Walid, dan anak sulungnya Aban. Banyak tewas oleh tangan Hamzah ibn Abdul Muththalib, “Singa Allah”. Di titik ini, dendam Hindun bukan sekadar emosi, tetapi simbol kehormatan suku yang runtuh.

Ia tidak larut dalam air mata. Ia menyusun strategi. Ia merekrut Wahsy ibn Harb, budak Abyssinia milik Jubayr ibn Mut’im. Janjinya jelas, kebebasan dan harta jika Hamzah gugur. Dendam bertemu insentif ekonomi, formula klasik dalam sejarah konflik.

Tahun 3 H/625 M, meletus Perang Uhud. Abu Sufyan memimpin 3.000 pasukan. Hindun ikut bersama perempuan Quraisy, menyanyikan yel-yel pembakar semangat. Awalnya Muslim unggul, tetapi sebagian pemanah melanggar instruksi. Formasi goyah. Arus perang berbalik. Wahsy melempar tombak, menembus perut Hamzah. Target strategis tumbang.

📚 Artikel Terkait

Perpisahan

Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

Belum Lelah Menggugah

ATOM-ATOM YANG TERSESAT DARI INTINYA

Sesudah pertempuran mereda, terjadilah adegan paling kelam dalam sirah. Hindun dan beberapa wanita Quraisy memutilasi jasad Muslim. Telinga dan hidung dipotong. Ia mencari jasad Hamzah, merobek dadanya, mengeluarkan kabid (liver; sebagian narasi populer menyebut jantung). Ia mengunyahnya sebagai simbol pelunasan sumpah, tetapi tidak mampu menelannya dan meludahkannya.

Lalu ia berdiri di atas batu, darah masih melekat di tangannya, dan melantunkan syair yang menggema di lereng Uhud:

“Kami telah balas Badr dengan perang yang lebih dahsyat!
Aku tak tahan kehilangan Utbah, saudaraku, pamannya, dan anak sulungku!
Kini dendamku terpuaskan, sumpahku terlunasi!
Wahai Wahsy, kau telah padamkan api di dadaku!
Aku akan memuji Wahsy seumur hidup, hingga tulangku hancur di kubur!”

Itu bukan sekadar puisi. Itu deklarasi politik suku. Itu konferensi pers kemenangan versi abad ke-7. Badar dianggap telah “dibayar lunas”. Harga diri Quraisy, menurut versi mereka, ditegakkan kembali. Dalam budaya Arab, syair adalah media opini publik. Satu bait bisa lebih tajam dari pedang.

Namun sejarah tidak berhenti di situ. Tahun 630 M, terjadi Fath Makkah. Mekah ditaklukkan hampir tanpa pertumpahan darah besar. Abu Sufyan masuk Islam. Hindun sempat bergejolak, tetapi akhirnya berbaiat di hadapan Rasulullah. Ketika syarat baiat dibacakan, tidak syirik, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, ia menerimanya. Islam menghapus masa lalunya.

Transformasinya nyata. Tahun 636 M/15 H, dalam Perang Yarmuk melawan Byzantium pada masa Khalifah Umar, Hindun berada di barisan belakang menyemangati pasukan Muslim. Ia bahkan memukul kuda Abu Sufyan agar maju bertempur. Dari penyanyi syair dendam di Uhud menjadi penyemangat jihad di Yarmuk. Dari simbol perlawanan Quraisy menjadi bagian dari barisan Islam.

Ia wafat sekitar 636 M (ada riwayat menyebut 14 H atau masa Utsman). Anaknya, Muawiyah, kelak menjadi khalifah pertama Dinasti Umayyah. Sejarah memang panggung besar yang penuh tikungan. Hindun membuktikan satu hal, manusia bisa berubah total. Bedanya dengan drama politik modern yang kadang hanya ganti slogan, di sini yang berubah adalah keyakinan dan arah hidup. Dari dendam berdarah menjadi iman yang membara.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 81x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 65x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
148
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00