Minggu, Mei 3, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 5, 2026
in #Perempuan Hebat, Perempuan, Sejarah, Tokoh Islam
Reading Time: 3 mins read
0
Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - 03de2158 9d5c 4dc2 8c48 ea5c2fe60132 | #Perempuan Hebat | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Tulisan ke-23 Edisi Ramadan. Sebelumnya saya sudah menarasikan kisah Hamzah RA. Sekarang, kisah Hindun yang di luar nalar manusia, bisa mengunyah jantung Singa Allah itu. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalau sejarah awal Islam itu dijadikan serial epik dengan rating 21+, maka Hindun binti Utbah pasti masuk daftar karakter paling kontroversial sepanjang masa. Ia istri Abu Sufyan ibn Harb, ibu Muawiyah ibn Abi Sufyan, pendiri Dinasti Umayyah. Dari sosialita elite Mekah, oposisi garis keras dakwah, “pemakan jantung Hamzah”, hingga akhirnya menjadi sahabiyah yang ikut membela Islam. Plot twist-nya lebih tajam dari manuver politik modern yang pagi oposisi, sore koalisi.

Baca Juga
  • Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - fc0b946c 2988 4a0e 9c6f d6a22ebbc660 | #Perempuan Hebat | Potret Online
    #Kontemplasi
    Tradisi dan Evolusi Puasa Dalam Sejarah
    19 Feb 2026
  • Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - IMG_7687 | #Perempuan Hebat | Potret Online
    #Arsip
    Arsip G30S: Ingatan yang Tak Boleh Hilang
    01 Okt 2025

Kisah ini bukan dongeng panggung. Sumbernya ada dalam sirah klasik karya Ibnu Ishaq (diterjemahkan A. Guillaume), al-Tabari, Ibnu Sa’d, dan al-Waqidi. Memang, detail mutilasi diperdebatkan sebagian ulama Sunni modern, tetapi narasi klasiknya konsisten, tragedi Uhud itu brutal.

Hindun lahir akhir abad ke-6 M di Mekah, putri Utbah ibn Rabi’ah, taipan Quraisy pemilik karavan besar Bani Abd Syams. Cantik, fasih, cerdas, dan punya akses kekuasaan. Ia sempat menikah dua kali sebelum akhirnya pada 599 M dipersunting sepupunya, Abu Sufyan. Sejak itu, ia berada di pusat orbit kekuasaan Mekah, lingkar inti elite Quraisy yang paling berpengaruh.

Baca Juga
  • Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - Image 500f493e402ee897084f8fbb0232fc11 | #Perempuan Hebat | Potret Online
    #Ulama Kharismatik Aceh
    Senja Kala Kesultanan Aceh
    24 Jun 2025
  • 1001463400_11zon
    Artikel
    Aplikasi Teori Ibnu Khaldun pada Sejarah Aceh: Sebuah Analisis Sosio-Historis
    02 Mei 2026

Ketika Rasulullah berdakwah terbuka tahun 613 M, Hindun dan suaminya berdiri di barisan paling depan penentang. Boikot ekonomi, tekanan sosial, perang opini, semuanya dijalankan. Lalu meledak Perang Badar, 17 Ramadhan 2 H/624 M. Quraisy kalah telak. Hindun kehilangan ayahnya Utbah, pamannya Syaibah, saudaranya al-Walid, dan anak sulungnya Aban. Banyak tewas oleh tangan Hamzah ibn Abdul Muththalib, “Singa Allah”. Di titik ini, dendam Hindun bukan sekadar emosi, tetapi simbol kehormatan suku yang runtuh.

Ia tidak larut dalam air mata. Ia menyusun strategi. Ia merekrut Wahsy ibn Harb, budak Abyssinia milik Jubayr ibn Mut’im. Janjinya jelas, kebebasan dan harta jika Hamzah gugur. Dendam bertemu insentif ekonomi, formula klasik dalam sejarah konflik.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Kami Tidak Sekadar Bicara dan Berjalan: Perempuan Indonesia dan Pertarungan Akal Sehat di Ruang Publik
    28 Des 2025
  • Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - IMG 20250817 WA0005 | #Perempuan Hebat | Potret Online
    #Demonstrasi
    Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi
    03 Sep 2025

Tahun 3 H/625 M, meletus Perang Uhud. Abu Sufyan memimpin 3.000 pasukan. Hindun ikut bersama perempuan Quraisy, menyanyikan yel-yel pembakar semangat. Awalnya Muslim unggul, tetapi sebagian pemanah melanggar instruksi. Formasi goyah. Arus perang berbalik. Wahsy melempar tombak, menembus perut Hamzah. Target strategis tumbang.

Sesudah pertempuran mereda, terjadilah adegan paling kelam dalam sirah. Hindun dan beberapa wanita Quraisy memutilasi jasad Muslim. Telinga dan hidung dipotong. Ia mencari jasad Hamzah, merobek dadanya, mengeluarkan kabid (liver; sebagian narasi populer menyebut jantung). Ia mengunyahnya sebagai simbol pelunasan sumpah, tetapi tidak mampu menelannya dan meludahkannya.

Lalu ia berdiri di atas batu, darah masih melekat di tangannya, dan melantunkan syair yang menggema di lereng Uhud:

“Kami telah balas Badr dengan perang yang lebih dahsyat!
Aku tak tahan kehilangan Utbah, saudaraku, pamannya, dan anak sulungku!
Kini dendamku terpuaskan, sumpahku terlunasi!
Wahai Wahsy, kau telah padamkan api di dadaku!
Aku akan memuji Wahsy seumur hidup, hingga tulangku hancur di kubur!”

Itu bukan sekadar puisi. Itu deklarasi politik suku. Itu konferensi pers kemenangan versi abad ke-7. Badar dianggap telah “dibayar lunas”. Harga diri Quraisy, menurut versi mereka, ditegakkan kembali. Dalam budaya Arab, syair adalah media opini publik. Satu bait bisa lebih tajam dari pedang.

Namun sejarah tidak berhenti di situ. Tahun 630 M, terjadi Fath Makkah. Mekah ditaklukkan hampir tanpa pertumpahan darah besar. Abu Sufyan masuk Islam. Hindun sempat bergejolak, tetapi akhirnya berbaiat di hadapan Rasulullah. Ketika syarat baiat dibacakan, tidak syirik, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, ia menerimanya. Islam menghapus masa lalunya.

Transformasinya nyata. Tahun 636 M/15 H, dalam Perang Yarmuk melawan Byzantium pada masa Khalifah Umar, Hindun berada di barisan belakang menyemangati pasukan Muslim. Ia bahkan memukul kuda Abu Sufyan agar maju bertempur. Dari penyanyi syair dendam di Uhud menjadi penyemangat jihad di Yarmuk. Dari simbol perlawanan Quraisy menjadi bagian dari barisan Islam.

Ia wafat sekitar 636 M (ada riwayat menyebut 14 H atau masa Utsman). Anaknya, Muawiyah, kelak menjadi khalifah pertama Dinasti Umayyah. Sejarah memang panggung besar yang penuh tikungan. Hindun membuktikan satu hal, manusia bisa berubah total. Bedanya dengan drama politik modern yang kadang hanya ganti slogan, di sini yang berubah adalah keyakinan dan arah hidup. Dari dendam berdarah menjadi iman yang membara.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Kisah Hindun si Pemakan Jantung Hamzah - 68498a0b 5127 4830 a593 fd1cea81812b | #Perempuan Hebat | Potret Online

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com