Dengarkan Artikel
Oleh Maimunzir
Di balik kesibukannya sebagai pengajar bahasa Inggris, Alwi Yan Ibrahim, atau yang akrab disapa Mister Alwy, menunjukkan sisi lain dari pengabdian sosialnya. Pria yang dikenal sebagai owner Alwy English Course ini selama ini fokus memberikan pelajaran tambahan privat bahasa Inggris di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa.
Namun, sejak bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur, perhatian Mister Alwy beralih. Penulis yang akrab disapa Bang Gaes—turun langsung ke lokasi pengungsian untuk membantu menyalurkan bantuan, khususnya bagi perempuan dan anak-anak yang terdampak bencana.
Tak sekadar menyalurkan logistik, Mister Alwy memilih pendekatan berbeda. Bermodalkan bantuan Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas yang merupakan hadiah dari Pak Tabrani Yunis, ia menginisiasi kegiatan literasi sederhana, namun bermakna bagi anak-anak pengungsi.
Setiap kunjungan ke pos pengungsian, Mister Alwy dan Bang Gaes rutin mengajak anak-anak membaca bersama. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan belajar menulis, melukis, hingga bermain gim edukatif. Suasana pengungsian yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi ruang belajar yang ceria.
📚 Artikel Terkait
“Bermodalkan bantuan Majalah POTRET dan Anak Cerdas, muncul ide mengajak anak-anak pengungsi untuk mencintai membaca dan belajar menulis,” ujar Mister Alwy.
Ia menuturkan, ide kreatif tersebut berawal dari kepeduliannya melihat anak-anak di pengungsian yang kehilangan ruang belajar akibat bencana. Bantuan sederhana berupa majalah justru menjadi pemantik lahirnya aktivitas edukatif yang mampu memulihkan semangat dan keceriaan anak-anak.
Bagi Mister Alwy, pendidikan dan kepedulian sosial tak bisa dipisahkan. Di tengah keterbatasan pascabencana, ia percaya bahwa literasi adalah salah satu cara menyalakan harapan dan menjaga mimpi anak-anak Aceh agar tetap tumbuh, meski di tengah musibah.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






