POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Main Game, Membuat Saya Tertinggal

RedaksiOleh Redaksi
February 19, 2026
Main Game, Membuat Saya Tertinggal
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Aqila Azalea Tabrani Yunis

Pelajar Kelas II SMPIC Anak Bangsa, Banda Aceh

Setiap hari saya ditegur ayah atau Mama, karena melihat saya asik dengan HP.Ayah pun sering memarahi saya ketika saya terus menerus main game di HP. Ayah sering minta saya untuk menjauhkan HP dari genggaman, berhenti bermain game.

Tapi saya sering bilang, sebentar lagi. Ya, saya menolak kalau ayah menyuruh saya berhenti main HP atau main Game.

Ayah ingin agar saya bisa mengatur waktu dalam menggunakan HP atau gadget. Ayah ingin saya juga bermain mainan lain, misalnya bersepeda atau bermain dengan adik atau kakak, tapi saya selalu katakan, sebentar lagi. Ini sering membuat ayah marah dan meminta HP untuk disimpan.

Saya sebenarnya tahu mengapa ayah melarang dan kadang marah terhadap saya. Ayah tahu, kalau saya masih punya masalah dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Ayah tidak mau says tertinggal pelajaran di sekolah. Maka, ayah selalu memberi nasihat kepada saya dan juga adik dan kakak agar tidak malas belajar, tidak lalai dengan scrolling video di HP karena membuat saya lalai dan malas belajar.  Kalau malas membaca, malas menulis dan malas latihan matematika, nanti akan rugi sendiri, kata ayah. Saya bisa malu kalau saya tidak bisa membaca dan menulis dengan lancar. Jadi wajar kalau ayah menegur dan marah melihat saya main HP terus.

Ayah selalu mengontrol saya dan bertanya, main game apa? Saya jelaskan kepada ayah kalau saya suka main game Avade.

Jadi saya akan bilang apa yang saya biasanya main. Saya main Avade. Apa itu Avade?  Avade adalah sebuah mainan atau game yang kita harus lari atau menghindar dari stiker. Untuk melakukan ini  kita bisa melatih kekompakan kdan saling membantu. Kita membantu yang mati dengan cara harus sembuhkan  mereka.

Sebenarnya permainan atau game itu tidak semuanya tidak bagus. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Sebab permainan atau game yang saya main setiap hari bisa melatih kekompakan, bisa saling membantu, dan belajar bagaimana menjelajah serta belajar bersabar kalau kita mati di game itu.

📚 Artikel Terkait

LAGI, 3 WNI NELAYAN ASAL ACEH DIREPATRIASI DARI NEW DELHI, INDIA.

Nasihat Istri yang Tak Didengar

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Tips Sederhana Memperlakukan Barang Milik Negara

Selain gama Avade, saya juga sering main game Brookhaven. Dalam permainan ini, kita bisa buat avatar. Anda tahu apa itu avatar? Avatar adalah sebuah karakter yang kita buat.

Tapi ada orang yang avatarnya terlalu berlebihan. Mereka buat Avatar 18+ 

Mainan itu membuat banyak orang ketularan dan membuat mereka menjadi kebiasaan. Ada hal yang buruk dari mainan ini. Banyak  anak anak yang sudah mulai pacaran online. Jadi, Itu sangat bahaya.

Dikatakan bahaya, karena ada banyak pula penipuan dan saya hampir jadi korbannya.

Maka,  saya harus berhati-hati. Namun harus kita pahami juga bahwa bukan semua game itu berbahaya, tapi kita harus tetap berhati-hati. Selain pengaruh buruk, kita juga bisa belajar terang permainan itu.

Tapi memang  kita tidak boleh terus menerus main hp. Kita harus mampu  mengatur waktu dan kita tidak boleh mencontoh apa yang kita tonton  avatar 18+  yang mengajarkan kita pacaran karena saya masih dari bawah umur.

Walaupun ayah saya sering gak percaya banwa saya ada belajar,  karena ayah lebih sering lihat saya main hp dari pada membaca atau belajar yang lain. Sementara  kalau saya  membaca atau melakukan yang lain, ayah tidak lihat. Itu juga yang membuat ayah marah dan kesal dengan saya.

Saya sering mencoba untuk menjelaskan apa yang saya baca dan walaupun saya selalu lalai dengan main game, tapi saya lagi berusaha untuk mengatur waktu dan saya mengerti kenapa orang tua saya selalu memarahi saya.

Ya, itu karena mereka sayang pada  saya dan khawatir terhadap saya karena tidsk belajar. Saya ingat, orang tua marah bukan karena mereka benci,  tapi mereka sayang kepada kita.

Sekarang saya harus mengubah dan harus berubah. Ayah mengatakan kalau saya mau menjadi orang sukses, saya tidak boleh asik bermain game, walaupun ada pelajaran di dalamnya. Sebab dalam penilaian ayah, saya banyak tertinggal dalam pelajaran sekolah. Makanya ayah khawatir dengan masa depan saya, kalau saya semakin kecanduan game. Apalagi ayah tahu kalau sudah banyak anak yang menjadi korban main game.

Sekarang saya memang harus berubah. Saya harus patuh pada perintah dan nasihat ayah. Oleh sebab itu, mulai sekarang saya harus sering membaca buku kembali. Saya juga harus alihkan perhatian untuk melakukan aktivitas lain. Harus punya waktu istirahat dan bermain bersama teman atau adik serta ikut membantu orang tua berjualan di POTRET Gallery.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 96x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 68x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Oleh Tabrani YunisFebruary 19, 2026
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
74
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
201
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Bedah Buku - Islam: Doktrin dan Peradaban

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00