POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
January 31, 2026
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh,


Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Board of Peace (BoP), yang dalam praktiknya identik dengan Abraham Accords, bukanlah forum perdamaian, melainkan instrumen politik untuk menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina. Klaim “perdamaian” yang dibawa oleh Donald Trump hanyalah topeng untuk melanggengkan dominasi Israel dan menghapus sejarah perjuangan rakyat Palestina.

BoP adalah proyek kolonialisme modern yang berbahaya, karena berusaha mengubah wajah penjajahan menjadi seolah-olah sebuah konsensus internasional.


Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi yang jelas menolak segala bentuk penjajahan. Lebih dari itu, Indonesia berusaha menghapus sejarah bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia ketika banyak negara lain menolak. Pengkhianatan ini bukan hanya diplomatik, tetapi juga moral dan historis.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Istilah Dark Facrory, Pabrik Masa Depan

Mengabu Usia

Mengabdi Sepenuh Hati di Dunia Literasi

Hentak Syair Savitri Jumiati


Jonathan Tonge dalam Comparative Peace Processes menegaskan bahwa banyak proses perdamaian di dunia gagal karena tidak menyentuh akar konflik. Ia menulis: “Peace processes that ignore the fundamental grievances of the oppressed are doomed to fail; they become mechanisms of control rather than liberation” (Tonge, 2014: 88). Kutipan ini menunjukkan bahwa BoP hanyalah mekanisme kontrol, bukan solusi.


Oren Barak dalam artikelnya tentang kegagalan proses perdamaian Israel–Palestina juga menegaskan hal yang sama. Ia menulis: “The Oslo process institutionalized Palestinian weakness and failed to address the asymmetry of power, thereby ensuring its collapse” (Barak, 2005: 721). BoP adalah kelanjutan dari kegagalan Oslo, sebuah forum yang hanya memperkuat kelemahan Palestina dan mengabadikan dominasi Israel.


Majelis Mujahidin Indonesia dengan tegas menolak BoP, menyebutnya sebagai alat penjajahan yang berbahaya. Sikap ini sejalan dengan analisis akademik yang menilai bahwa perdamaian semu semacam ini hanyalah cara lain untuk memperpanjang penderitaan Palestina. BoP bukanlah wadah perdamaian, melainkan legitimasi penjajahan.


Kesimpulannya, Board of Peace adalah proyek kolonialisme yang berbahaya. Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi dan sejarah solidaritas dengan Palestina. Sebagaimana ditegaskan oleh Tonge dan Barak, perdamaian yang mengabaikan keadilan hanyalah mekanisme kontrol. BoP adalah perdamaian semu yang memperpanjang penderitaan Palestina dan menormalisasi penjajahan.

Bibliografi
Barak, Oren. “The failure of the Israeli–Palestinian peace process, 1993–2000.” Journal of Peace Research 42.6 (2005): 719-736.
Tonge, Jonathan. Comparative peace processes. John Wiley & Sons, 2014.
Said, Edward W. Peace and its discontents: Essays on Palestine in the Middle East peace process. Vintage, 2012.
Slater, Jerome. “What went wrong? The collapse of the Israeli-Palestinian peace process.” Political Science Quarterly 116.2 (2001): 171-199.
Mac Ginty, Roger. “No war, no peace: Why so many peace processes fail to deliver peace.” International Politics 47.2 (2010): 145-162.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?

Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00