• Latest
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - IMG_7566 | #Gaza | Potret Online

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Januari 31, 2026

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | #Gaza | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Januari 31, 2026
in #Gaza, Amerika, Indonesia, Internasional, Israel, Palestina, Politik
Reading Time: 2 mins read
0
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - IMG_7566 | #Gaza | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh,


Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Board of Peace (BoP), yang dalam praktiknya identik dengan Abraham Accords, bukanlah forum perdamaian, melainkan instrumen politik untuk menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina. Klaim “perdamaian” yang dibawa oleh Donald Trump hanyalah topeng untuk melanggengkan dominasi Israel dan menghapus sejarah perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga
  • Antara Berkas Epstein, Nurani Bangsa, dan Cermin Peradaban
  • Delegitimasi Narasi Gencatan Senjata: Iran Menuding Donald Trump Menyebarkan Disinformasi demi Kepentinan Geopolitik

BoP adalah proyek kolonialisme modern yang berbahaya, karena berusaha mengubah wajah penjajahan menjadi seolah-olah sebuah konsensus internasional.


Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi yang jelas menolak segala bentuk penjajahan. Lebih dari itu, Indonesia berusaha menghapus sejarah bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia ketika banyak negara lain menolak. Pengkhianatan ini bukan hanya diplomatik, tetapi juga moral dan historis.

Baca Juga
  • Mengenal Maestro Korupsi Pertamax Rasa Pertalite
  • Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut


Jonathan Tonge dalam Comparative Peace Processes menegaskan bahwa banyak proses perdamaian di dunia gagal karena tidak menyentuh akar konflik. Ia menulis: “Peace processes that ignore the fundamental grievances of the oppressed are doomed to fail; they become mechanisms of control rather than liberation” (Tonge, 2014: 88). Kutipan ini menunjukkan bahwa BoP hanyalah mekanisme kontrol, bukan solusi.


Oren Barak dalam artikelnya tentang kegagalan proses perdamaian Israel–Palestina juga menegaskan hal yang sama. Ia menulis: “The Oslo process institutionalized Palestinian weakness and failed to address the asymmetry of power, thereby ensuring its collapse” (Barak, 2005: 721). BoP adalah kelanjutan dari kegagalan Oslo, sebuah forum yang hanya memperkuat kelemahan Palestina dan mengabadikan dominasi Israel.

Baca Juga
  • Menjarah Dalam Musibah
  • Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral


Majelis Mujahidin Indonesia dengan tegas menolak BoP, menyebutnya sebagai alat penjajahan yang berbahaya. Sikap ini sejalan dengan analisis akademik yang menilai bahwa perdamaian semu semacam ini hanyalah cara lain untuk memperpanjang penderitaan Palestina. BoP bukanlah wadah perdamaian, melainkan legitimasi penjajahan.


Kesimpulannya, Board of Peace adalah proyek kolonialisme yang berbahaya. Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi dan sejarah solidaritas dengan Palestina. Sebagaimana ditegaskan oleh Tonge dan Barak, perdamaian yang mengabaikan keadilan hanyalah mekanisme kontrol. BoP adalah perdamaian semu yang memperpanjang penderitaan Palestina dan menormalisasi penjajahan.

Bibliografi
Barak, Oren. “The failure of the Israeli–Palestinian peace process, 1993–2000.” Journal of Peace Research 42.6 (2005): 719-736.
Tonge, Jonathan. Comparative peace processes. John Wiley & Sons, 2014.
Said, Edward W. Peace and its discontents: Essays on Palestine in the Middle East peace process. Vintage, 2012.
Slater, Jerome. “What went wrong? The collapse of the Israeli-Palestinian peace process.” Political Science Quarterly 116.2 (2001): 171-199.
Mac Ginty, Roger. “No war, no peace: Why so many peace processes fail to deliver peace.” International Politics 47.2 (2010): 145-162.

Share234SendTweet146Share
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Next Post
Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia - c804f063 406c 4b81 adef 46ab28f5c6bd | #Gaza | Potret Online

Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com