HABA Mangat

Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis

Redaksi by Redaksi
Januari 11, 2026
in #Korban Bencana, #Pendidikan, Aceh, Artikel, Banjir bandang, Bencana, Kebencanaan, Mitigasi bencana, Pendidikan karakter
Reading Time: 2 mins read
0
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Andi Kurniawan

Bayangkan bumi adalah rumah bersama. Ketika atap bocor di satu ruangan, penghuni ruangan lain tidak boleh berkata, “itu bukan kamar saya.” Krisis Ekologis mengajarkan empati karena kerusakan alam di satu tempat seperti banjir, kekeringan dan polusi, cepat atau lambat akan berdampak pada semua. Belajar empati berarti merasa bertanggung jawab atas penderitaan yang belum kita alami secara langsung. 

Baca Juga

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Ketika Agama Menjadi Optik: Refleksi Ramadhan 1447 dari Serambi Mekkah

Maret 15, 2026

Di tengah krisis ekologis, empati bukan lagi sekadar konsep yang dipelajari di ruang kelas, melainkan sikap yang diuji oleh kenyataan. Bumi ibarat rumah bersama; ketika satu ruangan bocor akibat banjir bandang, tidak adil jika penghuni ruangan lain berpaling dan berkata, “Itu bukan masalah saya.” Kesadaran inilah yang diwujudkan oleh Siswa Kelas XI DKV SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye.

Sebanyak 20 siswa melakukan kunjungan kemanusiaan kepada teman sekelas mereka yang terdampak berat pasca banjir bandang 26 November 2025. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, setelah memperoleh izin sekolah dan didampingi guru, mereka bergerak menuju tiga titik lokasi terdampak: Gampong Paya Demam 1, Kecamatan Pante Bidari, Gampong Alu Ie Dua, Kecamatan Langkahan, dan Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan.

Kunjungan ini menjadi praktik nyata belajar empati ekologis. Para siswa tidak hanya mendengar cerita dari jauh, tetapi menyaksikan langsung dampak bencana yang mengubah kehidupan teman mereka. Salah satunya adalah Nadia Ulfa, yang kini tinggal di hunian sementara setelah kehilangan rumah. Meski demikian, Nadia tetap hadir ke sekolah. Semangatnya menunjukkan daya lenting (resiliensi) untuk bangkit pascabencana.

Semangat Nadia ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, terutama bagi teman-teman yang ikut dalam kunjungan ini. Dalam analogi demam dalam tubuh, Nadia adalah bukti bahwa luka tidak selalu mematikan harapan.  Ia justru menjadi sinyal untuk pulih dan saling menguatkan.

Sebagai wujud kepedulian, para siswa secara swadaya mengumpulkan dana sebesar Rp500.000 dari uang pribadi. Dana tersebut dibelanjakan menjadi kebutuhan pokok seperti beras, air minum, telur, dan minyak goreng. Tindakan sederhana ini mencerminkan kesadaran bahwa manusia sesungguhnya minum dari gelas yang sama bernama bumi ketika satu pihak kekurangan, pihak lain tidak pantas berlebihan.

Pihak sekolah melalui wali kelas juga telah melakukan pendataan siswa yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat banjir. Data ini diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh agar para korban memperoleh bantuan yang lebih layak. Langkah ini menunjukkan bahwa empati tidak berhenti pada rasa iba, tetapi berlanjut pada tanggung jawab institusional.

Bagi siswa DKV, kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran visual dan sosial: melihat langsung bagaimana krisis ekologis memengaruhi manusia, lalu menerjemahkannya menjadi kepedulian, solidaritas, dan aksi nyata. Sebab pada akhirnya, menjaga empati di tengah krisis ekologis berarti menjaga kemanusiaan itu sendiri.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 156x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 127x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi
#Cerpen

Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi

Maret 16, 2026
#Ekonomi

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026
Next Post

Menjaga Aceh, Menyelamatkan Republik: Refleksi atas Luka Sejarah, Kepemimpinan, dan Etika Bernegara

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com