POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 5, 2026
Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Dari kemarin kita membahas Amerika, Venezuela, Iran. “Luar negeri tolen,” kata orang Sambas. Sekarang, kita kembali ke tanah air. Tanah air tercinta. Biasanya kalau bicara negeri sendiri tak lari dari korupsi, gosip, represif aparat, tumpul ke atas tajam ke bawah. Serasa negeri ini tak ada lagi dibanggakan. Tunggu dulu, kali ini kita patut bangga. Anak ini hanya siswa SMK agribisnis tapi bisa menembus pertahanan NASA. Siapkan lagi Koptagulnya, simak narasinya, wak!

Namanya Aan Rehan. Nak Rehan itu ibarat kopi robusta dari Purbalingga. Tidak glamor seperti kopi kafe ibu kota, tapi kuat, jujur, dan bikin melek. Umurnya 18 tahun. Lulusan SMK jurusan agribisnis. Ya, agribisnis, bukan teknik informatika, bukan sains komputer. Namun justru dari ladang yang tak disangka itu, ia memanen sesuatu yang jarang, kesadaran bahwa dunia digital kita bocor, dan seseorang harus menambalnya.

Perjalanannya bukan arabika premium yang tumbuh di brosur wisata. Ia pernah ditolak sekolah negeri. Pernah belok arah. Tapi seperti kopi Toraja yang difermentasi lama, rasa Rehan matang oleh proses. Dari kebiasaan membaca berita teknologi, mengikuti isu kebocoran data, sampai tergelitik saat kasus Bjorka ramai, ia memilih menjadi penikmat yang kritis, bukan penonton yang ribut. Tahun 2022, di usia 17, ia mulai belajar otodidak. Internet dan YouTube jadi kedai kecilnya. Malam-malamnya diisi pemetaan aset website, ekstraksi tautan, dan memahami data sensitif yang seharusnya tak dipajang. Enam bulan ia menyeduh pengetahuan, pelan tapi konsisten.

Lalu datang seruput pertama, praktik. Rehan menemukan data PDF berisi NIK, KK, nomor telepon, nama lengkap yang bisa diakses publik. Ia tidak menjualnya, tidak memamerkannya. Ia melapor. Lewat CSIRT, Diskominfo, hingga BSSN. Seperti kopi Kintamani yang bersih asamnya, niatnya jernih. Di Mesuji, Lampung, ia menemukan celah SQL Injection yang serius, bisa menguras database, membuka dashboard admin. Dilaporkan. Ditindaklanjuti. Sertifikat datang. Negara yang sering kita anggap tuli, ternyata bisa mendengar jika disuguhi laporan benar.

Rasanya makin kompleks ketika ia terus berburu. Di Purbalingga, sekitar seribu data warga bocor, kembali ia laporkan. Hingga 2026, Rehan mengoleksi sekitar 25 sertifikat pengakuan. Mulai dari pemerintah daerah, universitas, media nasional, hingga lembaga internasional. Puncaknya, seperti single origin Gayo yang mendunia, namanya masuk Hall of Fame NASA. Bug bounty lewat VDP Bugcrowd mengantarnya ke panggung global. Anak desa, jurusan agribisnis, diakui badan antariksa.

Yang bikin kita makin terdiam, hampir semua ia lakukan lewat ponsel. Bukan mesin espresso mahal, hanya manual brew seadanya. Orang tuanya, ayah kuli bangunan, ibu rumah tangga, menambah fasilitas karena percaya. Ia pernah mendapat fee 300 dolar dari luar negeri, bahkan untuk kerentanan level rendah. Di dalam negeri? Masih jarang. Mungkin kita memang masih minum kopi instan, padahal bijinya ada.

📚 Artikel Terkait

Pujian Penebas Leher

Topan

Mau Nikah? Jadi Enterpreneur Dulu

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kluet Adakan Expo Kuliner Rabee Jukut Kluet

Kini Rehan gap year, membantu orang tua, belajar bersama komunitas, bermimpi kuliah Teknik Informatika dan mengabdi di siber kepolisian. Ia tahu sistem kita rentan, jarang diperbarui, pengelolaannya lemah. Ia ingin menambal, bukan mencela.

Maka lain kali kita menyesap Indonesia, jangan buru-buru bilang pahit. Cium dulu aromanya. Di antara robusta, arabika, gayo, toraja, ada satu seduhan bernama Rehan, membuat kita terjaga, dan, untuk sekali ini, bangga.

“Hebat nak Rehan ya, Bang. Ia pasti suka begadang belajar internet itu. Orang begadang biasanya suka ngopi. Benar ndak, Bang.”

“Biasanya gitu, wak. Kalau nak Rehan itu minum kopi liberika khas Kayong Utara, pasti lebih bergeliga lagi otaknya. Encer dan waras macam para pengopi kelas berat di Pontianak.” Ups

Sumber foto: TRIBUN JATENG/Farah Anis Rahmawati

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Sudah 20 Tewas, 1.000 Demonstran Ditangkap di Iran, Trump Tebar Ancaman

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00