HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Januari 5, 2026
in Artikel, Esai
Reading Time: 3 mins read
0
Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Dari kemarin kita membahas Amerika, Venezuela, Iran. “Luar negeri tolen,” kata orang Sambas. Sekarang, kita kembali ke tanah air. Tanah air tercinta. Biasanya kalau bicara negeri sendiri tak lari dari korupsi, gosip, represif aparat, tumpul ke atas tajam ke bawah. Serasa negeri ini tak ada lagi dibanggakan. Tunggu dulu, kali ini kita patut bangga. Anak ini hanya siswa SMK agribisnis tapi bisa menembus pertahanan NASA. Siapkan lagi Koptagulnya, simak narasinya, wak!

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026

Namanya Aan Rehan. Nak Rehan itu ibarat kopi robusta dari Purbalingga. Tidak glamor seperti kopi kafe ibu kota, tapi kuat, jujur, dan bikin melek. Umurnya 18 tahun. Lulusan SMK jurusan agribisnis. Ya, agribisnis, bukan teknik informatika, bukan sains komputer. Namun justru dari ladang yang tak disangka itu, ia memanen sesuatu yang jarang, kesadaran bahwa dunia digital kita bocor, dan seseorang harus menambalnya.

Perjalanannya bukan arabika premium yang tumbuh di brosur wisata. Ia pernah ditolak sekolah negeri. Pernah belok arah. Tapi seperti kopi Toraja yang difermentasi lama, rasa Rehan matang oleh proses. Dari kebiasaan membaca berita teknologi, mengikuti isu kebocoran data, sampai tergelitik saat kasus Bjorka ramai, ia memilih menjadi penikmat yang kritis, bukan penonton yang ribut. Tahun 2022, di usia 17, ia mulai belajar otodidak. Internet dan YouTube jadi kedai kecilnya. Malam-malamnya diisi pemetaan aset website, ekstraksi tautan, dan memahami data sensitif yang seharusnya tak dipajang. Enam bulan ia menyeduh pengetahuan, pelan tapi konsisten.

Lalu datang seruput pertama, praktik. Rehan menemukan data PDF berisi NIK, KK, nomor telepon, nama lengkap yang bisa diakses publik. Ia tidak menjualnya, tidak memamerkannya. Ia melapor. Lewat CSIRT, Diskominfo, hingga BSSN. Seperti kopi Kintamani yang bersih asamnya, niatnya jernih. Di Mesuji, Lampung, ia menemukan celah SQL Injection yang serius, bisa menguras database, membuka dashboard admin. Dilaporkan. Ditindaklanjuti. Sertifikat datang. Negara yang sering kita anggap tuli, ternyata bisa mendengar jika disuguhi laporan benar.

Rasanya makin kompleks ketika ia terus berburu. Di Purbalingga, sekitar seribu data warga bocor, kembali ia laporkan. Hingga 2026, Rehan mengoleksi sekitar 25 sertifikat pengakuan. Mulai dari pemerintah daerah, universitas, media nasional, hingga lembaga internasional. Puncaknya, seperti single origin Gayo yang mendunia, namanya masuk Hall of Fame NASA. Bug bounty lewat VDP Bugcrowd mengantarnya ke panggung global. Anak desa, jurusan agribisnis, diakui badan antariksa.

Yang bikin kita makin terdiam, hampir semua ia lakukan lewat ponsel. Bukan mesin espresso mahal, hanya manual brew seadanya. Orang tuanya, ayah kuli bangunan, ibu rumah tangga, menambah fasilitas karena percaya. Ia pernah mendapat fee 300 dolar dari luar negeri, bahkan untuk kerentanan level rendah. Di dalam negeri? Masih jarang. Mungkin kita memang masih minum kopi instan, padahal bijinya ada.

Kini Rehan gap year, membantu orang tua, belajar bersama komunitas, bermimpi kuliah Teknik Informatika dan mengabdi di siber kepolisian. Ia tahu sistem kita rentan, jarang diperbarui, pengelolaannya lemah. Ia ingin menambal, bukan mencela.

Maka lain kali kita menyesap Indonesia, jangan buru-buru bilang pahit. Cium dulu aromanya. Di antara robusta, arabika, gayo, toraja, ada satu seduhan bernama Rehan, membuat kita terjaga, dan, untuk sekali ini, bangga.

“Hebat nak Rehan ya, Bang. Ia pasti suka begadang belajar internet itu. Orang begadang biasanya suka ngopi. Benar ndak, Bang.”

“Biasanya gitu, wak. Kalau nak Rehan itu minum kopi liberika khas Kayong Utara, pasti lebih bergeliga lagi otaknya. Encer dan waras macam para pengopi kelas berat di Pontianak.” Ups

Sumber foto: TRIBUN JATENG/Farah Anis Rahmawati

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 201x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 193x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 112x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 101x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Sudah 20 Tewas, 1.000 Demonstran Ditangkap di Iran, Trump Tebar Ancaman

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com