Oleh Mustiar Ar
Dulu ia membunuh tanpa rasa,
menyebut luka orang lain itu biasa.
Kini giliran itu tiba,
jeritnya minta keadilan segera.
Langit diam,
bumi tahu,
siapa yang pernah menindas dahulu.
Ia lupa bercermin.
Dan waktu
hanya mengembalikan
apa yang pernah diberi.
07.11.2025
Biografi Penulis
Mustiar AR, seorang penyandang disabilitas sekaligus penggiat seni dari Meulaboh, Aceh Barat.
Ia bekerja sebagai tukang parkir, namun hidupnya penuh warna kata dan rasa.
Di sela riuh jalan dan aroma kopi sore hari, ia menulis puisi—tentang luka sosial, tentang manusia, dan tentang keteguhan yang diam-diam tumbuh dari kesunyian.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.



















