HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Padamnya Lentera

Redaksi by Redaksi
November 19, 2021
in Prosa, Sastra
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel



Baca Juga

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Maret 3, 2026
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia

Februari 23, 2026
Perjalanan Suci Sang Mentari

Perjalanan Suci Sang Mentari

Februari 20, 2026

Oleh Cut Putri Monica Weta


Siang hari sepi aku duduk memangku sebuah notebook dan sebuah pulpen. Aku bingung mau berbuat apa? Menulis puisikah atau menulis sebuah cerpen. Kuhela nafas panjang dan sedikit mengenang masa kecilku. Dalam keluarga papa dan mama. Aku cucu pertama sehingga kasih sayang, perhatian semua tercurah hanya untuk ku. Aku hidup dalam kebahagiaan dan berkecukupan. Sejenak aku terbawa dalam kenangan lama, aku terhenyak dari lamunan seketika saat adikku datang mengagetkanku. “Ha, apa tuch tulis surat cinta ya? Nanti adek bilang pada mama” ledek adikku. Tanpa menjawab aku abaikan ucapan adikku.

Kembali kuraih pulpen dan buku yang terlepas dari tangan dan pangkuanku. Aku berpikir menulis tentang perjalanan kehidupan keluargaku. Memang aku masih terlalu kecil untuk menulis semua cerita tentang keluargaku, karena dalam cerita ini terjadi berbagai macam peristiwa yang sampai kini membekas dalam benakku.

Dalam keluarga kami ada empat hamba Allah, papa, mama, aku dan adikku. Keluarga kami hidup bahagia dan sejahtera. Namun suatu hari tiba-tiba kabut hitam menyelimuti keluarga kami. Mamaku kena tipu dan uang dengan jumlah besar harus ditanggung oleh mamaku, padahal mama tidak pernah menggunakannya hingga karena peristiwa ini papaku pergi dari rumah meninggalkan kami. Papa berpikir mama salah, tapi aku tahu siapa mama dan aku yakin mamaku terjebak tipuan.

Sejak kepergian papa, suasana rumah mulai berbeda tidak ada lagi tawa dan canda di ruang TV. Mamapun tampak sangat gundah. Namun mama tidak pernah menampakkan kesusahan dihadapan kami, walaupun papa tidak ada, mama tetap memenuhi kebutuhan kami dan mama tetap menyempatkan diri untuk membawa kami jalan-jalan setiap minggu sore. Sungguh mamaku sosok perempuan tangguh yang tidak mengenal lelah.

Padahal aku tahu setiap tengah malam mama selalu menangis dalam tahajudnya. Mama selalu berdoa agar masalah cepat selesai dan kami bisa berkumpul kembali. “Ya Allah, jabbahkanlah doa mama”, hanya ini pintaku. Mamaku seorang guru yang kena tipu harus menanggung beban orang yang tidak bertanggung jawab.

Ya, mamaku seorang guru yang menjadi teladan hidupku, tanpa rasa malu sejak kepergian papa, mamaku mengabaikan profesi dan titelnya hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupku dan adikku dengan menjadi seorang pencari pupuk kandang (kotoran kerbau) di sepanjang jalan yang kemudian dijual ke setiap rumah dengan harga tiga karung Rp. 25.000,- Subhanallah, perjuangan mamaku. Mungkin guru lain berbeda dengan mamaku dan berpikir seorang PNS tidak mungkin kekurangan, namun mamaku seorang PNS dengan sisa gaji hanya *** tidak bisa kusebut nominalnya itu karena mamaku ada ambil kredit di bank untuk membeli rumah yang kami tempati.

Aku bangga dengan mamaku tanpa mengagungkan profesi dan titelnya dia menjadi seorang pencari pupuk kandang. Itu dilakukan sepulang dari tugasnya di sekolah.

Pada saat cari pupukpun dia tetap riang. Aku dan adikku selalu dibawa bersama, tidak pernah ada keluhan dari bibirnya terucap. Semangat dan terus berjuang hanya itu yang selalu ditanamkan pada kami. Mamaku punya jadwal yang tersusun rapi. Kami mencari pupuk hanya dari sore Senin sampai sore Sabtu dan targetnyapun harus dapat enam karung perhari, di mana uang yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan yang paling hebat, walaupun papa tidak bersama kami, tapi kebiasaan bersama papa jalan setiap sore Minggu tetap mama penuhi. Walaupun hanya sekadar makan jagung bakar di pelabuhan. Itu mama lakukan untuk menepis kekosongan sosok papa yang di sisi kami.

Mamaku juga mendukung bakat kami setiap ada perlombaan menggambar, mewarnai, menari dan menulis. Kami selalu ikut, sekalipun dalam hal biaya sering kurang, tapi mama terus berjuang.

ADVERTISEMENT

Lagi-lagi musibah menimpa kami akibat ulah teman papaku. Rumah satu-satunya yang kami milikipun harus terjual, bagaikan padamnya lentera. Mamaku shock dan akhirnya harus dirawat, rasa takutku datang takut kehilangan mama. Namun sungguh Allah Maha Kuasa tetap melindungi dan memberi mama nafas kehidupan.

Pada saat mama drop papa datang, namun begitu mama mendingan papa pergi lagi, tampak wajah mama berseri bahagia ketika papa berada di sampingnya sekalipun hanya sesaat. Setelah dokter mengizinkan mama pulang, aku mencoba memberi semangat untuk mama.

Malam hari kami duduk bertiga, mama, aku dan adikku. Aku mencoba memberi ide, “Ma, kayaknya kalau cari pupuk mama capek kali, gimana kalau kita jualan saja?” Mama, “Iya juga ya nak, besok mama tanya kawan mama apa boleh jualan di tempatnya?, kata mamaku”, dan Alhamdulillah doa dan harapan kami kembali dikabulkan Allah. Akhirnya kami berjualan dan tinggal di daerah yang dekat dengan tempat usaha kami. Rasa kagumku bertambah lagi meskipun tempat usaha jauh dari pengajian tidak membuat mama lelah dan lalai, mama tetap mengantar dan menjemput kami. Sungguh mamaku perempuan “super woman”

Hari berganti bulan berlalu, genap tujuh bulan sudah kami hidup bertiga, suka dan duka kami jalani bersama tak terasa Idul Adha tiba tanpa sosok papa, mama tetap berusaha menyambut Idul Adha dan memenuhi kebiasaan tradisi saat bersama papa. Baju baru, daging, kue tetap mama sediakan. Tepat tengah malam takbir terdengar dalam senyap ku mendengar doa mama kembali, “Ya Allah, ampunilah dosa ku, orang tuaku, suamiku, mertuaku, sanak familiku dan kaum muslimin dan muslimat, lidungilah anak-anakku, jadikan mereka anak yang shaleha serta hamba mohon Ya Allah, jadikanlah keluarga kami berkumpul kembali, Amiin.” Tampak butiran air keluar dari kelopak  matanya dan mama menoleh ke arah tempat tidur, aku pura-pura tertidur pulas. Aku tidak mau mama tau kalau setiap malam aku terbangun saat mama sujud di tengah malam. “Ya Allah, sungguh hamba beruntung punya mama seperti ini”.

Tepat pada bulan November, doa mamaku terjabbah, papa pulang dan kami berkumpul kembali, sungguh luar biasa kuasa-Mu Ya Allah karena ketegaran mama kesungguhan sujud malamnya, papa kembali dan akhirnya lentera yang padam hidup kembali. Maha Besar Allah Atas Segalanya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 231x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 182x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Next Post

Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com