HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Noel Terlihat Sedih Memakai Rompi Oranye

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Agustus 22, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

KPK gerak cepat. Tak ada takut lagi. Noel beserta kroninya dipamerkan ke publik. Si pemeras perusahaan itu terlihat gagah setelah dipakaikan rompi orange. Mari simak narasinya sambil seruput lemon tea tanpa gula, wak!

Baca Juga

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Ada hari-hari ketika demokrasi kita terasa seperti sinetron stripping jam sembilan malam, dramatis, penuh air mata, dan selalu ada tokoh utama yang tiba-tiba mengenakan kostum baru. Kali ini, kostum itu bukan jas safari pejabat, bukan pula seragam ASN warna krem. Kostumnya lebih sakral, rompi oranye bertuliskan “Tahanan KPK” dengan nomor 71 di punggung.

Aktornya? Tak lain, tak bukan, Immanuel Ebenezer alias Noel, Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang beberapa bulan lalu masih sibuk berorasi tentang kesejahteraan buruh, tapi kini digiring ke panggung publik dengan tangan diborgol, wajah berlinang air mata, mencoba memainkan peran klasik, “Pejabat terdzalimi mencari simpati.”

Rompi oranye itu bukan sembarang kain. Teksturnya tipis, warnanya menyala lebih terang dari traffic light di simpang Gatsu, dan ukurannya selalu agak longgar, seakan-akan sengaja dibuat supaya setiap tubuh yang memakainya terlihat kecil, kerdil, tak berdaya. Logo KPK di dada kiri seolah berkata, “Selamat datang di panggung keadilan, Pak Tersangka.” Sedang nomor di punggung, angka 71, bukan sekadar nomor antrean, tapi simbol bahwa korupsi di negeri ini punya klub eksklusif dengan anggota yang terus bertambah.

Ekspresi Noel ketika pertama kali muncul di publik sungguh epik dan teatrikal. Matanya sembab, wajahnya tertunduk, tangannya yang terborgol digenggam erat seperti Bujang Nadi kehilangan Dara Nandong. Sesekali ia menyeka air mata, entah air mata penyesalan, air mata kepanikan, atau sekadar air mata alergi debu di ruang konferensi pers. Namun kamera jurnalis tetap menyorotinya, menjadikan tangisannya bahan headline, “Wamenaker Noel Menangis di KPK”. Dramatis sekali, nyaris seperti adegan puncak film Bollywood.

Tapi mari kita jangan lupa esensi kisah ini. OTT 20 Agustus 2025 adalah panggung besar. KPK mengamankan 14 orang, termasuk Noel, serta 22 kendaraan mewah, yakni Nissan GTR, BMW, Hyundai Palisade, Pajero Sport, Jeep, Ducati, bahkan Vespa. Ya, Vespa! Karena apa arti hidup pejabat kalau tidak diiringi deru knalpot Eropa? Ironinya, semua kendaraan itu kini terparkir di halaman KPK sebagai bukti, bukan lagi di garasi pribadi sebagai simbol status.

Noel berdiri di barisan depan, rompi oranye berkibar di bawah sorotan lampu kamera. Di belakangnya, 13 orang lain yang juga mengenakan kostum serupa, meski wajah mereka masih disembunyikan dari publik. Mereka seperti figuran dalam drama kolosal. Sementara Noel lah pemeran utama yang harus meneteskan air mata, agar penonton ikut bimbang, apakah dia pelaku atau korban?

Namun publik tak mudah terkecoh. Tangisan itu hanyalah dekorasi, seindah pun ia meneteskan air mata, catatan kasus tetaplah kering dan dingin, dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 sejak 2019. Bayangkan, sertifikat yang seharusnya menjadi pelindung nyawa buruh, justru dijadikan mesin pungli. Dari janji setinggi gunung Everest untuk membela pekerja, hingga praktik kotor sedalam Lisa, eh salah, Palung Mariana yang menghancurkan harapan.

Di luar gedung KPK, patung manekin berompi oranye yang dipajang Kemnaker beberapa bulan lalu kini terasa seperti lelucon kosmik. Seolah Tuhan sedang bercanda, manekin hanya simbol, tetapi pejabatnya sendiri kini benar-benar mengenakan rompi yang sama. Karma, ternyata, punya selera humor.

Lalu, apakah air mata Noel akan jadi obat? Sejarah mengajarkan, tidak. Air mata pejabat tersangka hanyalah air garam yang cepat kering di bawah sorot kamera. Publik menunggu lebih dari sekadar drama, mereka menunggu pertanggungjawaban, menunggu babak final di pengadilan.

Maka, wahai rompi oranye, teruslah bersinar. Engkaulah busana paling jujur di republik ini, busana yang tak bisa dibeli dengan uang negara, tapi justru datang sebagai penagih hutang moral. Wahai Noel, tak ada lagi membantu. Prabowo sebagai bos mu sudah tak sudi melindungi. Jangan berharap simpati lewat tangisan. Karena publik sudah terlalu sering disuguhi opera sabun air mata pejabat. Kini yang ditunggu hanya satu, apakah keadilan benar-benar akan turun panggung, atau hanya jadi episode lanjutan dari sinetron korupsi yang tak pernah tamat.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 160x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 131x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi
#Cerpen

Tuhan di Bawah Telapak Kaki Ibu Pertiwi

Maret 16, 2026
Next Post

Mengenal Menteri Tenaga Kerja yang Mengakui Tidak Terlibat Korupsi Noel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com