HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Internetku Sayang, Air Tanahku Hilang

Don Zakiyamani by Don Zakiyamani
Agustus 2, 2025
in Esai
Reading Time: 3 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Sebuah stasiun televisi swasta menayangkan acara yang mengungkap fakta tentang makanan. Demi meraup keuntungan, seorang pria yang diwawancarai mengaku menjual roti berjamur yang diolah menjadi sejenis roti bakar. Dalam tayangan sebelumnya, seorang penjual bakso juga melakukan kecurangan. Hasil kecurangannya ternyata cukup besar. Setidaknya, ia sudah memiliki beberapa rumah di kampung halamannya.

Pepatah mengatakan, “Mulutmu harimaumu.” Selama ini kita memahami pepatah ini seolah hanya berlaku pada ucapan. Faktanya, apa yang masuk melalui mulut juga memengaruhi tubuh secara jasmani. Bahkan, makanan yang tidak dicurangi pun tetap bisa berdampak buruk jika kita tidak menjaga pola makan. Penyakit bisa datang—sebentar atau selamanya.

Baca Juga

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

Maret 13, 2026
Lurah Jepang di Meulaboh

Lurah Jepang di Meulaboh

Maret 10, 2026

Kini, otak manusia mengalami gejala serupa. Era post-truth, digitalisasi, dan rendahnya daya kritis menyebabkan otak sering teracuni—oleh konsumsi berlebihan atas informasi yang tidak diverifikasi.

Sama seperti penjual roti dan bakso yang curang, para pengemas informasi pun melakukan kecurangan demi menumpuk pundi-pundi. Anda bisa membuktikannya sendiri dari berita atau konten yang Anda baca setiap hari. Banyak informasi yang disajikan tampak masuk akal, namun sesungguhnya menyesatkan. Kita pun dengan mudah mempercayainya, lalu menyebarkannya secara lisan. Sadar atau tidak, informasi yang keliru itu keluar dari mulut kita.

Bayangkan jika yang menyebarkannya adalah seorang publik figur—atau dalam era sekarang, disebut influencer. Dampaknya bisa sistemik. Berdasarkan berbagai riset, sekitar 85 persen pengguna media sosial mengaku terpengaruh oleh influencer. Bisa dibayangkan bila seseorang dengan pengaruh besar tidak memverifikasi informasi yang disampaikannya.

Pada titik ini, kita perlu bertanya, “Apakah kita memiliki filter yang berkualitas?” Filter itu adalah seperangkat pengetahuan, akal sehat, dan nalar yang terus berevolusi saat berhadapan dengan beragam informasi. Pisau bisa digunakan untuk memotong bawang, tapi juga bisa digunakan untuk menyakiti orang lain—termasuk diri sendiri. Pengetahuan pun demikian. Ia bisa mencerdaskan, tapi juga bisa menyesatkan. Di sinilah kebijaksanaan menjadi kunci.

Internet tumbuh menjadi kebutuhan, dan dari sana lahir berbagai kebutuhan baru yang dijalankan melalui internet. Sama seperti pisau, yang terpenting adalah bagaimana internet digunakan: untuk kebaikan dan kebenaran, atau sebaliknya. Mari kita evaluasi bersama.

Waktu terus berjalan. Detik menjadi menit, menit menjadi jam, dan jam menjadi hari, minggu, bulan, bahkan tahun. “Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian,” begitu peringatan dari Surat Al-‘Ashr. Kecuali mereka yang menggunakan internet dengan bijak, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Substansi Surat Al-‘Ashr relevan dengan kehidupan digital kita. Secara logis dan ilmiah, kandungannya sangat masuk akal. Misalnya, jika kita menggunakan internet hanya untuk hiburan tanpa arah, kita sesungguhnya sedang memperkaya kelompok tertentu tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mungkin itu urusan pribadi, tapi dampaknya tidak sesederhana itu.

Kita sering lupa bahwa setiap detik penggunaan internet berdampak pada sumber daya alam, termasuk air. Internet tidak bekerja tanpa infrastruktur yang terus-menerus didinginkan dengan air—terutama pusat data (data center). Di Indonesia, diperkirakan pada tahun 2025 dibutuhkan sekitar 37,5 miliar liter air per tahun hanya untuk mendinginkan data center. Itu pun dengan asumsi rata-rata penggunaan internet hanya 28 menit per hari per pengguna. Jika lebih, tentu angka tersebut melonjak drastis hingga ratusan miliar liter.

Kebutuhan air data center internet di Indonesia

Dari sisi ekonomi, platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube meraup keuntungan sangat besar. Dengan asumsi nilai tukar Rp16.000 per dolar AS, dan pengguna aktif internet Indonesia sekitar 200 juta orang, pendapatan mereka bisa mencapai Rp24 juta per menit, atau lebih dari Rp12,6 triliun per tahun, jika setiap orang hanya menggunakan satu jam per hari. Itu pun belum termasuk iklan, transaksi digital, dan monetisasi data.

ADVERTISEMENT

Mengapa informasi seperti ini tidak viral? Jawabannya sederhana: ia tidak menguntungkan algoritma. Ia mengganggu iklim bisnis platform digital. Maka pertanyaannya: apa yang bisa kita lakukan?

Salah satu tindakan sederhana namun bermakna adalah mematikan paket data saat tidur. Biarkan bumi beristirahat bersama kita. Jangan biarkan mesin-mesin data center terus bekerja tanpa henti hanya demi kebiasaan kita yang tak sadar. Tindakan kecil ini adalah bentuk kesadaran kolektif demi generasi mendatang.

Setuju?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 210x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 145x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post

Abah dan Becak Tua

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com