HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Esai dan Sajak Alkhair Aljohore@

Redaksi by Redaksi
Juli 31, 2025
in # Tadarus Puisi, Antologi Puisi, Puisi Essay, Rumah Puisi
Reading Time: 4 mins read
0
Esai dan Sajak Alkhair Aljohore@
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

1
Esei satira-Membungkam Doa Laknat:
Karya: Alkhair Aljohore@
30.7.25
Dalam peristiwa Perang Badar dan beberapa
peristiwa lain, Nabi Muhammad ﷺ pernah berdoa
agar Allah melaknat atau menurunkan azab ke atas
kelompok musyrikin yang memerangi Islam.
Namun, terdapat beberapa insiden di mana Allah
menurunkan wahyu untuk menegur atau
membimbing Nabi agar tidak mendoakan
kebinasaan secara mutlak terhadap mereka,
kerana masih ada hikmah dan kemungkinan
hidayah.
Contoh peristiwa dan ayat berkaitan:

  1. Perang Badar dan doa laknat
    Dalam konteks Perang Badar, Nabi ﷺ membaca
    doa memohon pertolongan Allah atas kaum
    musyrikin Quraisy yang telah melakukan kezaliman
    besar terhadap umat Islam. Di antara doanya:
    أَهْلِ مِن ْ الْعِصَابَةُ هَذِهِ تَهْلِك ْ إِن ْ اللَّهُمَّ ،و َ عَدْتَنِي مَا لِي أَنْج ِ ز ْ اللَّهُمَّ >
    أَبَدًا الْ ْ َر ْ ض ِ فِي تُعْبَدْ ل َ ،الْ ْ ِسْلَ َ مِ
    “Ya Allah, sempurnakanlah untukku apa yang
    Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika kumpulan
    kecil ini binasa, maka Engkau tidak akan disembah
    di muka bumi ini selama-lamanya.”
    (Riwayat Muslim dan al-Tirmizi)
    2
    Namun, dalam doa-doa lain, seperti terhadap
    kabilah-kabilah yang mengkhianati umat Islam
    ﷺ seperti Ri’l, Dhakwān, dan ‘Uṣayyah), Nabi(
    mendoakan laknat atas mereka selama sebulan
    dalam solat Subuh. Ini dikenali sebagai Qunūt al-
    Nāzilah.
  2. Turunnya ayat larangan mendoakan kebinasaan
    mereka
    Allah menurunkan wahyu yang menunjukkan
    bahawa petunjuk dan hidayah adalah dalam kuasa-
    Nya, bukan berdasarkan keinginan manusia,
    termasuk Rasul-Nya sendiri.
    Firman Allah (Ali ‘Imran: 128):
    ظَالِمُونَ فَإِنَّهُمْ يُعَذ ِبَهُمْ أَو ْ عَلَيْهِمْ يَتُوب َ أَو ْ شَيْء الْ ْ َمْر ِ مِنَ لَك َ لَيْس َ >
    “Tidak ada sedikit pun campur tanganmu dalam
    urusan mereka itu, (kerana) Allah sahaja yang
    berhak menerima taubat mereka atau menyiksa
    mereka kerana sesungguhnya mereka itu orang-
    orang yang zalim.”
    Ulasan:
  3. Teguran halus kepada Nabi ﷺ — ayat ini
    menegaskan bahawa walaupun Nabi adalah
    manusia paling mulia dan pemimpin umat, hak
    menentukan siapa yang beroleh hidayah atau azab
    tetap milik mutlak Allah.
    3
  4. Rahmat Nabi yang luas — meskipun pernah
    mendoakan kebinasaan atas musuh, Nabi juga
    terkenal sebagai “rahmatan lil-
    ‘ālamīn”. Banyak
    riwayat menunjukkan Baginda memilih memaafkan
    dan mengharapkan keislaman musuhnya.
  5. Hikmah penundaan azab — melalui ayat ini,
    umat Islam diajar agar tidak terburu-buru
    menjatuhkan hukum atau doa kebinasaan, kerana
    mungkin di kemudian hari mereka berubah atau
    mendapat hidayah, seperti kisah Sayyidina Umar
    atau Khalid ibn al-Walid yang asalnya memusuhi
    Islam tetapi kemudian menjadi tokoh besar Islam.
    Kesimpulan:
    Peristiwa ini mengajar umat Islam tentang hikmah,
    kesabaran, dan adab dalam berdoa terhadap
    musuh atau pendosa, serta menyerahkan urusan
    akhir kepada kehendak Allah yang Maha
    Mengetahui. Ia juga mencerminkan kematangan
    dakwah Nabi ﷺ dan bimbingan wahyu dalam
    mengendalikan emosi ketika diuji dengan
    pengkhianatan atau peperangan.
    Berikut saya paparkan dua sajak genre satira
    bertema doa laknat, teguran wahyu, dan hikmah
    ilahi dalam dakwah – diilhamkan dari peristiwa
    Perang Badar, Qunut Nazilah, dan turunnya surah
    Ali ‘Imran:128:
    4
    Sajak 1:
    LAKNAT YANG DITAHAN LANGIT
    Langit sudah sedia
    mengangkat panah doa
    pedang-pedang bersila
    atas lidah manusia.
    Tangan Nabi bergetar
    air mata minta sabar,
    “Ya Tuhan, andai mereka rebah,
    siapa menyembah nama-Mu lagi?”
    Tapi bumi ini aneh,
    yang jahat pun berpeluang cerah,
    yang khianat semalam,
    esok jadi pahlawan sejarah.
    Allah bersuara lembut,
    “Bukan urusanmu, wahai Rasul,
    aku tahu siapa berdusta,
    siapa tangisnya tulus.”
    Di sejadah pun kadang
    laknat bukan jalannya terang,
    kerana di padang perang pun
    hidayah boleh menyelinap senyap.
    5
    Ada Umar si bengis,
    akhirnya jadi penjaga firasat,
    ada Khalid sang pemenggal,
    akhirnya jadi pedang keramat.
    Wahai umat yang suka melaknat,
    berhenti dulu sebelum sujud,
    mungkin yang kau cela

esok lebih khusyuk dalam rukuk.

Sajak 2:
DOA YANG DITOLAK SYURGA

Baca Juga

Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026
Wafatnya Khamenei: Senjakala Globalisasi dan Eskalasi Perang Dunia III yang Terfragmentasi

Puisi Tak Bisa Menghentikan Perang

Maret 1, 2026
Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 1, 2026


Nabi memandang langit,
langit memandang Nabi,
musuh datang membawa dendam,
tetapi rahmat belum tertutup lagi.
Di Badar, darah sudah mengalir,
mata sabar mengintai akhir,
lalu Nabi berdoa,
“Ya Allah, musnahkan mereka semua…”
Langit diam,
tak menjawab serta-merta,
kerana ada di antara mereka
yang bakal mengucap syahadah mulia.
6
Bukankah tugasmu menyeru,
bukan membakar neraka?
Bukankah engkau utusan,
bukan tukang hukum yang tergesa?
Wahai umat pewaris lidah keras,
belajarlah dari wahyu yang membalas:
“Bukan urusanmu, wahai Muhammad,
mereka hak-Ku yang Maha Membalas.”
Hari ini kalian menuding,
esok mungkin si kafir menasihati,
hari ini kalian melaknat,
esok mungkin mereka memimpin saf suci.
Jangan buru-buru azabkan dunia,
sedang Tuhan pun sabar seluas samudera.
“Aku mendahului RahmatKu dari MurkaKu”
-Hadis Qudsi.
Di antara musuh ada mujahid,
di antara fasiq ada wali yang terdidik.
Langit pernah menahan doa,
kerana tahu hikmah lebih besar,
sedang kita—

tak tahan pun dengan pandangan yang kasar.

7
Baik, berikut satu lagi sajak tambahan genre satira
bernuansa sufistik dan reflektif, masih dalam tema:
Doa laknat yang ditahan langit, wahyu yang
mendidik rahmat, dan kebijaksanaan Tuhan

yang mengatasi emosi manusia.

SAJAK 3:
SUARA YANG DIPINTAS MALAIKAT


Mereka datang bersorak garang,
panji dendam, tombak curang,
lalu engkau pun bersujud,
berdoa agar langit turun menyergap.
“Ya Allah, laknat mereka!”
teriak luka dari lidah mulia,
tapi langit…
diam seperti tak dengar apa-apa.
Bukan kerana doa lemah,
bukan kerana Nabi salah arah,
tetapi kerana ada jiwa
yang belum tamat fasal hidayah.
Para malaikat angkat tangan,
tapi Tuhan berikan isyarat:
Tahan! Mungkin esok mereka
akan tunduk dalam saf solat.
8
Wahai umat,
kenapa kau cepat sangat melaknat?
Belum sempat pelaku insaf,
kau sudah pahatkan pintu neraka rapat.
Hari ini kau anggap dia munafik,
kerana tak ikut skrip politik,
padahal kau tak tahu,
malaikat pun masih catat kebaikannya
di balik duka.
Langit menunggu, bumi bersaksi,
doa Nabi bukan pedang tergesa,
tetapi hikmah,
yang ditimbang antara rahmat dan murka.
FIKIR sebelum UKIR.
Alkhair Aljohore @
30.7.25

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 208x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 147x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 119x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 109x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Kualitas pendidikan

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post

Lebih dari Sekadar Anak Baik: Mengajarkan Anak Menjadi Manusia Seutuhnya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com