• Latest

Perbatasan yang Merintih

Juli 27, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perbatasan yang Merintih

Gunawan Trihantoroby Gunawan Trihantoro
Juli 27, 2025
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Pertikaian perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang berlangsung sejak lama kini kembali memanas. Ketegangan kembali muncul setelah bentrokan terjadi beberapa hari lalu sehingga korban jiwa terus bertambah. [1]

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

“Korban jiwa perang Thailand vs Kamboja terus berjatuhan…”,
kata berita, suatu hari di arsip internet.

Aku membaca kalimat itu lagi,
seperti menggali kubur yang tak pernah ditandai.

Angka-angka itu berbaris: 5, 12, 28 …

Tapi siapa yang menghitung jerit terakhir
sebelum peluru merobek langit perbatasan?

Di sini, di layar ponsel yang hangat,
perang hanyalah headline yang terlambat,
tapi di sana, di tanah yang digaris peta buta,
setiap nama yang hilang adalah api yang membara.

-000-

Aku tidak tahu mengapa harus menembak
orang yang tak kukenal wajahnya.
Kata komandan, mereka ancaman.

Tapi ketika malam tiba,
aku mendengar mereka bernyanyi
dengan suara yang sama seperti ibuku.

Dia menulis itu di buku harian
yang suatu hari akan jadi arsip,
atau mungkin abu.

-000-

Kamboja berkata: “Ini tanah leluhur!”

Thailand menjawab: “Ini warisan kerajaan!”

Lalu mereka bertengkar di atas debu
yang dulunya adalah tubuh nenek moyang.

Di kuil Preah Vihear,
dewa-dewa diam atau pergi,
meninggalkan altar retak
dan bendera yang saling mencakar.

-000-

Dia tidak bisa membaca berita di media digital,
tapi dia tahu arti kehilangan:

“Anakku pergi dengan seragam,
pulang dengan kain putih.

Aku menanam padi di ladang
di mana mayat-mayat masih bersembunyi
di bawah akar.”

-000-

“28 tewas,” kata data.

“28 dunia yang hancur,” bantah suara tanpa wajah.

Statistik tidak menangis,
tapi kuburan-kuburan kecil
tumbuh subur di perbatasan.

-000-

Jika perang adalah bahasa,
maka kita semua bisu.

ADVERTISEMENT

Jika perbatasan adalah jawaban,
maka pertanyaannya salah.

Aku menutup laman berita itu,
tapi di telingaku masih terdengar
tangisan tanah yang tak selesai
meratap di antara garis-garis peta.


Rumah Kayu, Cepu, 27 Juli 2025

CATATAN:
[1] Puisi ini terinspirasi dari berita tentang konflik Thailand-Kamboja di
https://news.detik.com/internasional/d-8030857/korban-jiwa-perang-thailand-vs-kamboja-terus-berjatuhan/ : tetapi juga tentang semua perang yang terlupakan. Setiap angka adalah kisah. Setiap perbatasan adalah luka.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Puisi-Puis Kang Thohir

Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com