Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Eksistensi dunia Artificial Intelligence atau yang lebih disingkat “Al”, adalah sebuah kecerdasan buatan. Sehingga banyak orang terlena dalam tipuannya dalam ruang imajinasi, meski AI cabang dari ilmu komputer untuk meniru cara berfikir manusia.
Permasalahan di dunia penuh misteri ini seperti tak bisa dipecahkan. Prediksi diiringi dengan asumsi, meski kadang tak pasti. Zaman semakin canggih, teknologi sudah tidak bisa dihindari lagi. Terlihat memang tak bisa dipungkiri kemajuan sebuah teknologi. Akan tetapi, alat ini memang juga bisa membantu apa saja ketika orang membutuhkannya.
Dengan adanya AI orang bisa melakukan perlawanan secara langsung melalui sindiran, seperti yang marak di media sosial, khususnya Facebook. Terlihat begitu nyata dan fakta –yang sedang terjadi di Indonesia. Bahwa korupsi-korupsi di Indonesia itu semakin merajalela, bahkan menjadi suatu adat budaya yang semakin merajalela dan penuh keprihatinan. Apalagi kasus-kasus korupsi di Indonesia bisa dimanipulasi dengan hukuman yang ringan tanpa syarat bagi para pejabat koruptor yang memiliki uang (beruang).
Kepandaian menjadi ajang politik kotor, menipu, mengelabuhi, dan anarki, sehingga kepandaian hanya soal ambisi haus jabatan dunia yang sementara. Soal akhlak budi pekerti tak ada artinya. Kefakiran dan pengangguran kian merajalela, sedangkan mereka-mereka duduk di atas penderitaan rakyatnya.
📚 Artikel Terkait
Negeri ini memang kaya raya, apa saja ada, namun kekurangan negeri ini adalah kurangnya orang-orang jujur dan tidak ada dukungan untuk kemajuan bangsa, sehingga orang-orang jenius yang berprestasi tak lagi dihargai bahkan dibenci. Makanya banyak orang-orang jenius/berprestasi itu beralih ke keluar negri untuk mengembangkan keahliannya dalam bidangnya. Itu mengapa Indonesia tidak mau maju dan semakin mundur dari kemajuannya, karena tidak menghargai karya-karya anak bangsanya sendiri. Itulah yang saya sesali.
Namun, adanya AI bisa kita manfaatkan untuk berkreasi guna mengembangkan teknologi dan informasi yang sekiranya harus digali untuk memancing dunia imajinasi dan realita kehidupan ini. Kita masih berkarya untuk bangsa demi kemajuan norma-norma bangsa yang lebih baik lagi. Adanya kritik dan sindiran kepada penguasa supaya mereka-mereka itu sadar, dan mau mempertimbangkan nasib negeri ini.
AI memberi dampak baru untuk memberikan edukasi lewat gambaran atau video-video sindiran kepada para penguasa yang haus akan kekuasaan dan harta. Indonesia akan tumbuh layaknya tanaman bunga yang mekar, kita jaga kita rawat dengan sepenuh hati dan menyiraminya dengan cinta. Maka Indonesia akan semakin tumbuh berkembang dan mekar layaknya bunga mawar yang indah dan kokoh memberi keharuman kepada lainnya. Kita harus menjaga dari hama-hama yang merusaknya dengan sepenuh cinta, jiwa dan raga membela bangsa Indonesia. Indonesia akan bebas dan merdeka.
Merdeka!
Brebes, 08 Juli 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






