POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Black Dove

RedaksiOleh Redaksi
July 13, 2025
Khanduri Blang Ritual Yang Menjadi Tradisi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Naila Rivka Mulna Zeera (Naizeera)

Pelajar kelas 2 SMP IT An-Nur Pidie Jaya

“you are present in my dreams and my real world, and you give me millions of puzzles about who you are”

Sejuk angin membelah langit pagi. Siulan burung turut menghiasi. fajar menyembul dengan hati-hati. Seorang gadis berseragam rapi terbalut hoodie hickory,dengan rambut dikuncir longgar dicat walnut, dan ransel hitam bercorak dusty, melangkah pelan menyusuri rerumputan lapangan, dengan secangkir hot tea di tangannya. Katesha Nincella,kerap disapa Kate,siswa kelas  XII IPS 1 yang terkenal ceria.

Kaki Kate terus melangkah hingga berhenti di depan bangunan bernuansa putih-coklat dengan banner bertuliskan “jenjang menegah atas EBIS bagian putri” di depannya.

​EBIS. Erunika Boarding Internasional School,sebuah sekolah internasional berbasis boarding. EBIS terkenal sebagai sekolah dengan jenjang menengah pertama dan menengah atas yang mencetak ribuan siswa berprestasi dalam banyak bidang.

​Pelan. Kate mendorong pintu tempered glass di hadapannya, memperlihatkan kelas bernuansa putih berukuran 10 x 10 m, beranggota 15 siswi EBIS. Kelas mulai ramai saat Kate tiba di kelasnya, kian waktu berputar para siswi berdatangan hingga memenuhi ruangan kelas XII IPS 1. Hari ini jadwal mengajar miss Leana,guru sejarah EBIS.

“hai Kate…,sepatu hitam gue belum kering juga,gue pake yang putih”ujar seorang gadis berambut pixie sebahu dicat brunette,dan jepit rambut beige tersampir dirambutnya. Gadis itu memperlihatkan sepatu putihnya pada Kate. Livyana Rini,kerap disapa Livy,teman sekamar Kate.

​Miss Leana tiba di kelas,bersama seorang gadis berambut layer sepinggang berwarna hitam legam,dengan wajah yang dingin dan senyuman tipis.

“kenalin gue Zena Kayra,panggil aja Zena…”sapa gadis itu dengan senyum tipisnya.

“Zena duduknya dekat Kate yaa…”

​Gadis itu mengangguk. Pelajaranpun dimulai.

“orang Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia adalah  Cornelis de Houtman pada tahun 1596 M,mendarat di Banten…”jelas miss Leana.

​Tangan Kate bergerak memainkan matepadnya, memeriksa file pelajaran, sebagai pecinta genealogi atau sejarah, Kate dengan serius menyimak penjelasan materi dari miss Leana. Sebenarnya sejak tadi Kate merasa nyeri pada kepalanya namun semangat genealoginya membara membuatnya terus melanjutkan menyimak pelajaran favoritnya itu yang hanya ada seminggu sekali, hingga pelajaran selesai.

​Tepat saat miss Leana meninggalkan kelas,Livy dan Zena menghampiri meja Kate.

“hai Kate, gue udah kenalan dan temenan sama Zena”ujar Livy.

“oh hai Zena, gue Kate “sapa Kate.

“iya, tadi Livy udah cerita…”sahut Zena halus.

​Mata Zena tak henti menatap Kate dengan tatapan yang sulit diartikan. Livy yang menyadari hal itu hendak bertanya, namun pergelangan tangannya tiba-tiba digenggam erat oleh Kate.

“lo kenapa?!”seru Livy melihat tampang lesu Kate.

“kepala gue sakit…”keluhnya.

“ke asrama aja yuk”

​Kate mengangguk halus,Livy mengantar Kate ke kemar mereka.

“lo tunggu di sini ya Zena…”

“iya,gue mau ke wc”

​Zena melangkah menyusuri koridor EBIS menuju kamar mandi yang berada di ujung koridor.  Sepanjang koridor para siswi yang berpapasan dengannya mentapnya tak suka,bisik-bisik terdengar.

“itu murid baru ya?,sok cuek banget”

“kating gue tuh, serem kok ya mukanya” 

“songong amat, disenyumin gak dibalas, pegel bibir gue”

“rambutnya panjang bener…,rada horor auranya”

“jangan dekat-dekat disantet nanti…”

​Zena mencoba tak peduli pada bisik-bisik di sekitarnya,terus melangkah menuju kamar mandi.

“HEH!! “Zena menoleh ke sumber suara. Empat gadis tersenyum sinis menatap Zena saat ia memasuki kamar mandi.

​Zena tak mengubris,gadis itu berpindah ke cermin,merapikan rambutnya.

“lo mau sekolah atau ngisi film horor sih?”ujar seorang gadis di antara mereka.

​Zalora Cania,kerap disapa Lora,gadis berambut hime cut dicat blonde, siswa kelas XII IPS 1 yang terkenal songong. Gadis itu adalah anak tunggal dari direktur EBIS.

Ketiga teman Lora ikut tertawa. Masha Andrea,Elvyza Jeslyn,dan Aqeera Meylisa.

“jangan ganggu gue”ujar Zena tegas.

“eh lo murid baru gak usah belagu!”sahut Aqeera.

​Lora,Vyza, dan Masha tertawa sinis.

“jangan ganggu gue…”

​Lora menarik kuat rambut Zena.

“lo bisa diem,sebelum gue potong rambut monster lo ini”kecam Lora.

“arghh!!!”

“udahlah Raa…kasian dia”ujar Masha memegang halus pundak sahabatnya.

​Lora melepas pegangannya dari rambut Zena,kemudian menginjak kuat kaki gadis itu.

“dah,lo boleh pergi sekarang”

📚 Artikel Terkait

Meraih Kebeningan Hati

Nasionalisme Jawa-Sentris

Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali

Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh

​Zena segera meninggalkan kamar mandi,dan melangkah menuju bangunan asrama.

“hai Kate,Livy”sapa Zena saat ia memasuki kamar unit 1a.”oh kalian kamr ini?”

“iya,lo juga?”

‘iya Livy,berarti kita sekamar dong”

“muka sama rambut lo kok kusut Zena?”sela Kate.

“tadi gue diganggu sama orang Lora”sahut Zena.

“gimana?”tanya Livy cemas.

​Zena pun menceritakan apa yang terjadi pada Kate dan Livy.

“jahat banget sih!,harus dikasih pelajaran nih, berani banget ganggu temen gue!”gerutu Livy.

“tapi gapapa Livy,gue baik-baik aja”sergah Zena.“yaudah kalo gitu balik ke kelas yuk Vy,biar Kate istirahat”

“oh oke,dadah kate…”Livy tersenyum lembut.

“dah…”

“Kate bangun…lo dicariin miss Leana”ujar Livy.

​Mata kate mengerjap perlahan,gadis itu bangkit dari tidurnya, beranjak keluar asrama, mengarah keruangan miss Leana.

“kamu piketkan Kate?”tanya miss Leana saat Kate tiba di ruangannya.

“iya miss…”

“tolong panggilkan Nathalie dari kelas IX,sepertinya dia di kelas”

“baik miss…”

​Kate melangkah ke arah bangunan SMP/ Sekitarannya sepi, Kate menoleh menatap langit,mendung dan gelap.

“sebentar, sejak kapan langit gelap, bukankah tadi cerah?”

​Kate menghidupkan senter yang kebetulan ada di kantongnya. Kakinya terus bergerak menyusuri anak tangga, hingga tiba di anak tangga terakhir, kaki Kate tiba-tiba terasa bergetar.

“gue kenapa ya?,gak mungkin takutkan?,lagian ngapain sih si Nathalie itu sendiri di sini gelap-gelap,serem tau!”gerutu batin Kate.

“ANYONE HELP ME!!!”

​Langkah kaki Kate terhenti.

Ia tak salah dengarkan? jelas itu adalah suara milik seorang…Lora? Kate segera berlari menuju kelas ujung,asal suara Lora tadi.

“HA-HA-HA”tawa menyeramkan itu terhenti tepat saat Kate membuka pintu kelas itu.

“tolong Kate…”lirih Lora.

​Betapa terkejutnya Kate menatap tubuh Lora yang terduduk lemah di lantai yang bersimbah darah dari luka di tubahnya. 

Namun keterjutan Kate bertambah ketika melihat gadis di sebelah Lora. Rupa gadis itu begitu mirip dengan Kate,bahkan terasa seakan Kate mematut di depan cermin. Bedanya gadis mirip Kate itu memiliki rambut yang lebih panjang tergerai dicat separuh bronze. Gadis mirip Kate itu memakai hoodie hitam dengan sablonan merpati bercorak hitam di punggungnya.

​Gadis mirip Kate itu mengangkat tubuh Lora paksa secara kasar.

“anak baik…”gadis mirip Kate mengelus puncak kepala Lora, kemudian berpindah ke ujung rambut Lora, gadis itu menarik kuat rambut Lora. Lora berteriak tertahan,gadis mirip Kate tertawa puas.

​Kate ingin menolong,namun seakan pergerakan kakinya terkunci,membuat gadis itu hanya mampu mematung kaku.

“orang seperti kamu tak pantas hidup, tidak ada pembully yang pantas hidup!”

​Gadis mirip Kate menatap tajam Lora. Tangannya bergerak, hendak menewaskan gadis di hadapannya.

“tolong Kate…”Lora kembali melirih dengan sisa tenaganya.

​Kate menahan napas.

“good bye Lora…”

“JANGAN!!!”

​Keringat meluncur deras membasahi pelipis Kate. Tangan gadis itu mengenggam erat guling miliknya. Mimpi tadi benar-benar menyeramkan.

“lo kenapa?”tanya Livy saat ia dan Zena tiba di kamar.

“mimpi buruk…”

“tentang apa?”Livy mulai tertarik,gadis pecinta thriller, namun penakut itu sangat bersemangat.

“bukan apa-apa…”sahut Kate.

“yah…”

“kalian gak masuk kelas siang?”Kate melirik jam dinding di kamar mereka. Sudah pukul 13:45, jadwal masuk siang seharusnya pukul 13:30.

“ini kita mau pergi jenguk Lora…”sahut Zena.

“Lora?”

“iya dia masuk rumah sakit…”

“kok bisa?!”

“entah…,ada yang bilang kecelakaan,gue juga kurang tau”

​Seketika perasaan kate diselimuti gundah,ia teringat mimpinya tadi.

“Tidak mungkinkan…?”

“gue ikut!”

“kenapa?”tanya Kate.

“pokoknya gue mau ikut”

“lo sakit Kate…”

“gue sehat Livy…”

“yaudah deh kalo gitu,yuk buruan!”

​Mereka segera bersiap-siap, dan menyusul yang lain yang sudah berkumpul di depan kantor SMA EBIS.  Dengan bus katagori 2 EBIS siswi kelas XII IPS 1 pun berangkat ke rumah sakit dimana Lora dirawat.

“Lora kenapa ya?” tanya Kate pada Masha saat sudah tiba di rumah sakit.

“kami juga kurang tau,tadi kami dikasih tau sama miss Leana pas Lora udah di rumah sakit, katanya sekolah juga dikabarin sama orang rumah sakit. Berarti ada yang bawa dia ke sini. Kami gak tau juga tapi ”sahut Masha dan Vyza yang jelas sedang cemas pada kondisi sahabatnya,Lora.

​Sedangkan Livy memandangi tubuh penuh luka Lora yang tekulai tanpa kesadaran di brankar rumah sakit. Ada yang aneh di pengelihatan Livy, terdapat sebuah luka goresan seperti cakaran unggas pada leher Lora.

“miss Ralla…Lora bangun…”sorakan dari salah satu siswa kelas XII IPS 1itu sukses menjadi pusat perhatian, miss Leana,Miss Ralla dan siswi yang hadir segera mengelilingi Lora.

​Mata Lora mengerjap, nyeri berdengung di kepalanya.

“Lora lo kenapa?,lo kok bisa gini?”tanya Aqeera.

“hah?,gue gak ingat,kenapa ya?”sahutnya patah-patah.

“Sudah,jangan tanya-tanya dulu,biar dia istirahat”tegur Miss Ralla.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Tak Sempat Menulis - Ulasan Artikel

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00