• Latest
Perempuan Pewarta

Perempuan Pewarta

Juli 8, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan Pewarta

Ilhamdi Sulaiman by Ilhamdi Sulaiman
Juli 8, 2025
in #Perempuan Hebat, Cerita pahlawan, Esai, Pahlawan, Perempuan, Tokoh
Reading Time: 2 mins read
0
Perempuan Pewarta
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

(Kisah Rohana Kudus)

Padang Panjang, 1910. Di ruang kecil bersusun buku dan majalah dari Hindia hingga Mesir, seorang perempuan muda membasahi ujung pena dengan tinta hitam pekat. Matanya menatap surat dari Manggopoh yang baru saja tiba—sepucuk kabar dari pejuang yang ditangkap karena berani.

“Namanya Siti,” gumam Rohana, suaranya pelan, namun mengeras di dalam hati. “Mereka menyebutnya perempuan perkasa. Tapi di surat kabar Belanda, ia hanya ‘penghasut’.”

Rohana Kudus meletakkan surat itu di meja, lalu mengambil kertas kosong. Tangannya menari di atas lembaran putih:

“Apakah membela suami dan tanahnya adalah kejahatan? Kalau begitu, setiap perempuan Minangkabau akan menjadi penjahat di mata tuan-tuan kulit putih.”

Ia tahu tulisannya akan mengundang amarah. Tapi ia lebih takut kalau diam. Rohana adalah putri dari Haji Muhammad Rasul, seorang ulama pembaharu. Tapi ia lebih suka pena daripada mimbar, lebih nyaman di antara rak buku daripada di panggung seremonial. Ia membuka sekolah perempuan pertama di ranah Minang, dan kini mendirikan surat kabar: “Soenting Melajoe.”

Lewat lembar-lembar itulah suara perempuan Minangkabau mengalir, bukan sekadar tentang dapur dan kebaya, tapi tentang tanah, hak, dan martabat.

Dalam satu artikel, Rohana menulis:

“Kalau Siti Manggopoh membawa golok di tangan, kami membawa pena di jari. Kalau dia dibungkam besi, kami melawan lewat huruf.”

Tulisan-tulisannya membuat geger. Di Padang, gubernemen menekan penerbit. Di surau-surau, para lelaki membicarakannya. Tapi banyak perempuan—murid, petani, janda, bahkan istri kontrolir Belanda—menggunting tulisannya dan menyimpannya seperti doa.

Suatu hari, Rohana menerima surat dari narapidana politik di Padang. Hurufnya gemetar, ditulis dengan arang:

“Saya dengar, tulisan engkau sampai ke Belanda. Jika benar, maka biarlah sejarah mencatat: ada dua perempuan dari Minangkabau, satu mengangkat senjata, satu mengangkat pena.” — Siti Manggopoh

Rohana menangis malam itu. Bukan karena sedih, tapi karena tahu: tulisannya telah menyeberangi jeruji, membelah penjajahan, dan menjadi jembatan bagi mereka yang terbuang.

Malam itu juga, ia menulis artikel terpanjangnya: “Perempuan dan Perlawanan”—sebuah tulisan yang kemudian menginspirasi pendirian sekolah-sekolah perempuan, dari Bukittinggi sampai Bengkulu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi

Lebaran di Kampung yang Sunyi

Maret 23, 2026
SummarizeShare236Tweet148
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Dari Kampus Sederhana, Lahir Pejuang Hebat

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com