• Latest
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - 1000714621_11zon | Duta Literasi | Potret Online

St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa

Juli 3, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Duta Literasi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - 1000714621_11zon | Duta Literasi | Potret Online

St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa

Redaksi by Redaksi
Juli 3, 2025
in Duta Literasi, Jawa Timur, Literasi, pegiat literasi, Satupena
Reading Time: 4 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Akaha Taufan Aminudin

Dalam lanskap sastra Jawa yang kaya, St. Sri Emyani berdiri sebagai sosok yang penuh energi, penuh makna, dan luar biasa produktif. Dari kancah media lokal hingga penghargaan bergengsi, jejak karyanya merentang luas.

Namun lebih dari itu, melalui puisi dan kegiatannya, dia mengajarkan kita sebuah hikmah sederhana namun mendalam: bahwa kata-kata adalah jembatan kehidupan dan perubahan. Dalam artikel ini, mari kita menelusuri perjalanan hidup, karya, dan semangat literasi beliau yang menginspirasi sekaligus menggugah.

KATA

oleh St.Sri Emyani

Dulu aku pernah
terombang ambing
ombang ambing
ombang ambing
ombak alun tzunami kehidupan
disapu ke bibir pantai
hingga mati suri
karena kata

Kini aku melambung
keangkasa biru
petik bathok bolu berisi madu
juga karena kata

Kataku
katamu
kata kita
kata siapa
kata tidak bisa
membangkai
dan membunga
Huh… k a t a !

***Panggul-Trenggalek, 2025

Kata: Sang Penyair yang Menaklukkan Ombak dan Menggapai Langit

Puisi KATA yang ditulis St. Sri Emyani bukan sekadar rangkaian kata-kata indah. Puisi itu adalah ungkapan perjalanan kehidupan: dari derasnya ombak yang menghantam jiwa hingga melayang bebas di angkasa biru, menikmati manisnya hasil perjuangan. Kalau kata bisa jadi tsunami—menghempas dan menghancurkan—kata juga mampu menjadi madu manis yang mengangkat semangat.

Baca Juga

St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Duta Literasi | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - IMG_0413 | Duta Literasi | Potret Online

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - 1001361361_11zon | Duta Literasi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026

“Dulu aku pernah terombang ambing… Kini aku melambung ke angkasa biru… juga karena kata.”

Kata-kata dalam puisi ini menyuarakan satu pesan fundamental: kekuatan besar terletak dalam bahasa dan bagaimana kita mempergunakannya. Membangun atau meruntuhkan, membungakan atau membisu—semua tergantung pada kata yang kita pilih.

Jejak Panjang dan Prestasi Gemilang Sang Maestro Sastra

Lahir di Panggul, Trenggalek pada 22 Agustus 1965, St. Sri Emyani membuktikan bahwa perjalanan seorang sastrawan sejati bukanlah cerita instan. Dari menulis laporan seni, budaya, dan pariwisata di koran dan majalah, hingga menulis karya sastra yang tersebar di berbagai media besar Jawa Timur, namanya perlahan berkilau.

Penghargaan yang beliau raih tidak sekedar medali di leher, tapi pengakuan atas dedikasi yang tiada henti, antara lain:

Anugerah MURI untuk buku GURU (2018)

Buku SINAWANG SUWUNG yang diterjemahkan oleh Balai Bahasa Jawa Timur (2021)

Gelar Maestro Sastra Jawa dari Penerbit 9-M (2023)

Anugerah SUTASOMA dan RANCAGE (2024-2025)

Beliau tak hanya menulis; beliau membangun warisan sastra yang hidup dan bernafas.

Menggerakkan Literasi dan Perlawanan Sosial Lewat Sastra

Yang membuat St. Sri Emyani luar biasa bukan semata produktivitasnya, tapi juga kegigihannya dalam menggerakkan literasi sekaligus menyuarakan isu sosial, termasuk kampanye anti-narkoba di Pasar Pon Trenggalek. Dalam kegiatan itu, puisi dan gurit menjadi alat bukan hanya untuk menghibur, melainkan juga untuk membangkitkan kesadaran masyarakat.

Seruan sederhana nan kuat, “Kalau bukan kita siapa…?” menggema sebagai motivasi agar seluruh lapisan masyarakat tidak pasif, tapi berperan aktif dalam memerangi narkoba dan meningkatkan literasi—dua hal yang menjadi pondasi masyarakat sehat dan maju.

NGOBRAS Ngobrol Brangasan: Kehangatan Cerita di Tengah Pasar Tradisional

Dalam kegiatan santai bertajuk NGOBRAS Ngobrol Brangasan, percakapan mengalir dengan hangat, canda tawa menyatu dengan cerita bermakna. Kegiatan ini bukan hanya tontonan, tapi ruang dialog dan belajar yang membumi.

St. Sri Emyani mengelola forum ini sebagai cara untuk menghubungkan kata, jiwa, dan komunitas secara real, sederhana, namun penuh arti. Bentuk interaksi ini menegaskan bahwa sastra bukan ruang tertutup elit, melainkan milik siapa saja yang mau berbagi dan menyimak.

Kata: Kunci untuk Membuka Gerbang Masa Depan

ADVERTISEMENT

Kembali ke puisi KATA, apa yang bisa kita pelajari? Bahwa setiap kata yang disusun bukan hanya kalimat biasa, melainkan langkah perjalanan, senjata, obat, dan jembatan.

Dalam era digital yang penuh lajunya informasi dan kata-kata sesaat, St. Sri Emyani mengingatkan kita untuk menyentuh kata dengan jiwa dan kesadaran penuh. Kata dapat membimbing kita kelam atau menuntun kita cerah. Maka, berilah makna pada kata yang kita ucapkan dan tuliskan, sebab dari situ lah kehidupan dan peradaban tumbuh.

Menyulam Kata, Membentuk Dunia

Kepada para pembaca, ingatlah bahwa sastra dan kata-kata adalah milik kita bersama. Dengan melihat dan mengenal sosok seperti St. Sri Emyani, kita diingatkan untuk terus menulis, membaca, dan berbagi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk penerus, untuk masyarakat, dan untuk dunia yang lebih berbudaya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah kata-kata pernah mengubah hidup Anda? Yuk, bagikan pengalaman dan pikiran Anda di kolom komentar. Karena seperti kata sang maestro, sebuah dialog kreatif juga dimulai dari kata sederhana.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini jika Anda merasakan kekuatan kata seperti yang dituliskan oleh St. Sri Emyani. Karena, sejatinya, perubahan besar bermula dari kata-kata kecil yang bergema.

Kota Batu Wisata Sastra Budaya
Sisir Rabu Kliwon 2 Juli 2025
Akaha Taufan Aminudin
Kreator Era AI KEAI JAWA TIMUR
SATUPENA JAWA TIMUR

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa - e3d17ca9 87b6 4251 91e9 4ed2c4ece080 | Duta Literasi | Potret Online

Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com