POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

St. Sri Emyani: Melodi Kata dari Panggul Trenggalek Menggetarkan Dunia Sastra Jawa

RedaksiOleh Redaksi
July 3, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Akaha Taufan Aminudin

Dalam lanskap sastra Jawa yang kaya, St. Sri Emyani berdiri sebagai sosok yang penuh energi, penuh makna, dan luar biasa produktif. Dari kancah media lokal hingga penghargaan bergengsi, jejak karyanya merentang luas.

Namun lebih dari itu, melalui puisi dan kegiatannya, dia mengajarkan kita sebuah hikmah sederhana namun mendalam: bahwa kata-kata adalah jembatan kehidupan dan perubahan. Dalam artikel ini, mari kita menelusuri perjalanan hidup, karya, dan semangat literasi beliau yang menginspirasi sekaligus menggugah.

KATA

oleh St.Sri Emyani

Dulu aku pernah
terombang ambing
ombang ambing
ombang ambing
ombak alun tzunami kehidupan
disapu ke bibir pantai
hingga mati suri
karena kata

Kini aku melambung
keangkasa biru
petik bathok bolu berisi madu
juga karena kata

Kataku
katamu
kata kita
kata siapa
kata tidak bisa
membangkai
dan membunga
Huh… k a t a !

***Panggul-Trenggalek, 2025

Kata: Sang Penyair yang Menaklukkan Ombak dan Menggapai Langit

Puisi KATA yang ditulis St. Sri Emyani bukan sekadar rangkaian kata-kata indah. Puisi itu adalah ungkapan perjalanan kehidupan: dari derasnya ombak yang menghantam jiwa hingga melayang bebas di angkasa biru, menikmati manisnya hasil perjuangan. Kalau kata bisa jadi tsunami—menghempas dan menghancurkan—kata juga mampu menjadi madu manis yang mengangkat semangat.

“Dulu aku pernah terombang ambing… Kini aku melambung ke angkasa biru… juga karena kata.”

Kata-kata dalam puisi ini menyuarakan satu pesan fundamental: kekuatan besar terletak dalam bahasa dan bagaimana kita mempergunakannya. Membangun atau meruntuhkan, membungakan atau membisu—semua tergantung pada kata yang kita pilih.

Jejak Panjang dan Prestasi Gemilang Sang Maestro Sastra

Lahir di Panggul, Trenggalek pada 22 Agustus 1965, St. Sri Emyani membuktikan bahwa perjalanan seorang sastrawan sejati bukanlah cerita instan. Dari menulis laporan seni, budaya, dan pariwisata di koran dan majalah, hingga menulis karya sastra yang tersebar di berbagai media besar Jawa Timur, namanya perlahan berkilau.

📚 Artikel Terkait

Merayakan Hal-Hal Kecil sebagai Bentuk Penghargaan Diri

Pembebas

Akhir Desember, Buku “Puisi Cinta untuk Palestina” Diluncurkan di Pendopo Wali Kota Padang Panjang.

EMPAT SIFAT YANG HARUS DIMILIKI UMAT ISLAM

Penghargaan yang beliau raih tidak sekedar medali di leher, tapi pengakuan atas dedikasi yang tiada henti, antara lain:

Anugerah MURI untuk buku GURU (2018)

Buku SINAWANG SUWUNG yang diterjemahkan oleh Balai Bahasa Jawa Timur (2021)

Gelar Maestro Sastra Jawa dari Penerbit 9-M (2023)

Anugerah SUTASOMA dan RANCAGE (2024-2025)

Beliau tak hanya menulis; beliau membangun warisan sastra yang hidup dan bernafas.

Menggerakkan Literasi dan Perlawanan Sosial Lewat Sastra

Yang membuat St. Sri Emyani luar biasa bukan semata produktivitasnya, tapi juga kegigihannya dalam menggerakkan literasi sekaligus menyuarakan isu sosial, termasuk kampanye anti-narkoba di Pasar Pon Trenggalek. Dalam kegiatan itu, puisi dan gurit menjadi alat bukan hanya untuk menghibur, melainkan juga untuk membangkitkan kesadaran masyarakat.

Seruan sederhana nan kuat, “Kalau bukan kita siapa…?” menggema sebagai motivasi agar seluruh lapisan masyarakat tidak pasif, tapi berperan aktif dalam memerangi narkoba dan meningkatkan literasi—dua hal yang menjadi pondasi masyarakat sehat dan maju.

NGOBRAS Ngobrol Brangasan: Kehangatan Cerita di Tengah Pasar Tradisional

Dalam kegiatan santai bertajuk NGOBRAS Ngobrol Brangasan, percakapan mengalir dengan hangat, canda tawa menyatu dengan cerita bermakna. Kegiatan ini bukan hanya tontonan, tapi ruang dialog dan belajar yang membumi.

St. Sri Emyani mengelola forum ini sebagai cara untuk menghubungkan kata, jiwa, dan komunitas secara real, sederhana, namun penuh arti. Bentuk interaksi ini menegaskan bahwa sastra bukan ruang tertutup elit, melainkan milik siapa saja yang mau berbagi dan menyimak.

Kata: Kunci untuk Membuka Gerbang Masa Depan

Kembali ke puisi KATA, apa yang bisa kita pelajari? Bahwa setiap kata yang disusun bukan hanya kalimat biasa, melainkan langkah perjalanan, senjata, obat, dan jembatan.

Dalam era digital yang penuh lajunya informasi dan kata-kata sesaat, St. Sri Emyani mengingatkan kita untuk menyentuh kata dengan jiwa dan kesadaran penuh. Kata dapat membimbing kita kelam atau menuntun kita cerah. Maka, berilah makna pada kata yang kita ucapkan dan tuliskan, sebab dari situ lah kehidupan dan peradaban tumbuh.

Menyulam Kata, Membentuk Dunia

Kepada para pembaca, ingatlah bahwa sastra dan kata-kata adalah milik kita bersama. Dengan melihat dan mengenal sosok seperti St. Sri Emyani, kita diingatkan untuk terus menulis, membaca, dan berbagi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk penerus, untuk masyarakat, dan untuk dunia yang lebih berbudaya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah kata-kata pernah mengubah hidup Anda? Yuk, bagikan pengalaman dan pikiran Anda di kolom komentar. Karena seperti kata sang maestro, sebuah dialog kreatif juga dimulai dari kata sederhana.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini jika Anda merasakan kekuatan kata seperti yang dituliskan oleh St. Sri Emyani. Karena, sejatinya, perubahan besar bermula dari kata-kata kecil yang bergema.

Kota Batu Wisata Sastra Budaya
Sisir Rabu Kliwon 2 Juli 2025
Akaha Taufan Aminudin
Kreator Era AI KEAI JAWA TIMUR
SATUPENA JAWA TIMUR

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00