• Latest

Kampung Halamanku

Oktober 11, 2018
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Kampung Halamanku - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Jam Gadang | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Ilustrasi seorang berdiri di persimpangan jalan dengan simbol otak bercahaya di tengah, menggambarkan akal waras di era digital antara kebaikan dan pengaruh media sosial.

Akal Waras di Era Digital

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kampung Halamanku

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2018
in Jam Gadang, Literasi, Padang, Rumah Gadang, Sumatera Barat
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Mauliana Zaira
Kelas VIII A SMP Negeri 1 Trienggadeng, Pidie Jaya
Aku berasal dari sebuah kota yang terletak di Padang, Sumatra Barat. Di sana ada banyak tempat hiburan seperti di Jam Gadang, Rumah gadang, kebun binatang dan lain-lain. Aku sudah penah mengunjungi tempat-tempat itu. Aku ingat, ketika pertama sekali datang dan masuk ke rumah gadang. Kala itu, kami harus membayar tiket sebesar Rp 20.000,-. Ya, dua puluh ribu rupiah. Kami juga masuk ke perpustakaan yang berisi buku-buku. Misalnya buku tentang Bung Hatta, Wakil Presiden Indonesia yang pertama itu dan  juga buku-buku sejarah tentang Sumatra Barat. Kami menikmati susasana di pustaka itu.
Setelah dari perpustakaan, kami menjelajahi binatang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca yang besar. Di sana  ada kambing berkepala dua, kerbau berkaki delapan dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak dapat aku ceritakan semuanya.
Nah, selagi berada di Padang, maka sesudah dari binatang kotak kaca, kami menyewa pakaian adat Padang seharga  Rp 20.000,- yang kami maksudakan  untuk membuat foto. Kami pun berfoto  dengan menggunakan pakaian adat Minang tersebut. Lalu, setelah lama berfoto-foto, kami pun membuka baju tersebut untuk dikembalikan.
Tentu saja perjalanan kami tidak hanya di Rumah Gadang, kami juga ingin melihat dan menikmati suasana di arena Jam Gadang . Ternyata,  di sini, di lingungan jam Gadang, banyak tempat yang bisa kita gunakan untuk mengambil foto.  Di sana,  ada bermacam-macam tempat berfoto.  Selain tempat berfoto, kita juga bisa masuk ke dalam Jam Gadang tersebut.  Kalau sudah masuk, kita bisa melihat dan menikmati suasana di dalam Jam Gadang  yang penuh dengan sejarah masa dahulu. 
Di sini, kita bisa juga menemukan foto-foto Mr. Muhammad Hatta dan pahlawan-pahlawan nasional. Bila kita naik puncak Jam Gadang, kita bisa melihat luas kota Padang. Selain Rumah Gadang dan Jam gadang, kami juga menyempatkan diri untuk pergi ke kebun binatang. Di kebun binatang ini, aku dan keluargaku membeli makan siang dan makan di kebun binatang  tersebut. Sangat menarik dan membuat kami betah di tempat ini. Mengapa?  Ya, di sana ada banyak binatang jinak yang sudah dilatih. Selain ada binatang, kita juga bisa memegang binatang yang ada di sana .
Hal yang aku sukai tentang kampung halamanku adalah kakek dan nenek. Aku rindu terhadap kakek dan nenekku, karena sudah berbulan-bulan kami tak bertemu.  Kami cuma bertemu satu tahun sekali. Jadi sewaktu sampai di rumah nenek, aku ingin memeluk nenek se-erat-eratnya. Ingin bisa pulang ke kampung halaman lebih sering. Namun, apa daya, karena banyak hal, itu tidak bisa kami lakukan. Setahun sekali juga sudah sangat syukur.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Nuansa Kasih yang Terjerat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com