• Latest
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

Kopi dan Musik

Juni 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kopi dan Musik

Redaksiby Redaksi
Juni 25, 2025
Reading Time: 2 mins read
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

RERASAN

Oleh Muslimin Lamongan

Semacam ritual yang tidak bisa ditinggalkan. Rutinitas setiap pukul setengah 6 pagi: ngopi pahit di warung belakang rumah. Ada kesan tersendiri, selepas ngopi merasa siap menghadapi kehidupan sepanjang hari. Bertemu dengan tetangga, bincang ngalor ngidul sambil bercanda, menambah amunisi untuk beraktivitas. Bahwa hidup perlu dijalani dengan tegar, meski pahit getir melanda diri. Para tetangga sebagian besar adalah petani. Yang selalu lepas dari perhatian pemerintah. Seperti anak angkat yang diakui, tetapi kurang mendapat perhatian yang lebih. Para petani adalah sosok-sosok tegar yang selalu menertawakan kepahitan. Bekerja dengan segenap jiwa raga, hasilnya sering mengecewakan. Namun, sangat jarang ada demonstrasi petani. Apa pun yang terjadi, harga anjlok atau gagal panen, mereka masih bisa tertawa lepas meramai. Di warung kopi, segala keluh menguap bersama harum dan hangat kopi. Gitu aja kok repot, kata Gus Dur. Gitu aja kok sewot, kata mBah Bejo, pengopi dan pengudut rokok cap kebo, hhh……….

Baca Juga

Guru Sandal Jepit

Guru Sandal Jepit

April 25, 2025

Sambil minum kopi, rasanya mantap bila bersanding musik. Saya adalah generasi radio AM: penggemar berat Kak Rhoma dan sandiwara radio. Waktu itu, radio menjadi alat hiburan yang utama. Televisi, meski hitam putih, tidak punya. Maklum anak tukang becak. Jadi hampir tiada hari tanpa mendengarkan radio. Khususnya siaran musik, tiada pernah dilewati. Sebenarnya saya suka semua genre musik, namun khusus Kak Rhoma, saya mengidolakannya. Mendengarkan musik dan syairnya bisa menetes air mata: Sebujur Bangkai. Bisa mengharu biru cinta: Kerinduan dan Syahdu. Bisa menyemangati kehidupan: Romantika. Dan seterusnya, tak terkecuali musik dan lirik pop, rock, jazz, dan lain-lain. Asal musik dan syairnya merasuk ke hati, pasti dinikmati dengan enjoy. Lucunya, meski hobi dengar musik, saya bukan penghafal yang baik. Banyak lagu yang lupa syairnya. Apalagi menyanyikan lagu, sebenarnya ingin, tetapi kurang percaya diri. Manfaat mendengarkan musik adalah menjadi sering lupa. Lupa elegi, tragedi, krisis, juga lupa kalau masih punya hutang, hihihi. Tentu saja masih ingat mati, itu sebuah keharusan.

Begitulah, kopi dan musik merupakan dua elemen yang menyertai hari-hari saya. Hingga kini, dua hal itu menjadi pendamping setia dalam hidup saya. Dua hal itu sering menjadi sarana melepaskan diri dari kejenuhan dan keruwetan. Dengan minum kopi sambil dengar musik, sering muncul ide-ide pelepasan yang menyibak kejumudan. Saya sepakat dengan pendapat bahwa kopi dan musik bisa menjadi terapi. Seiring dengan bertambahnya usia, kopi pahit dan musik yang menggugah hati adalah terapi penambah semangat melakoni hidup. Keduanya merupakan kegiatan ringan berbiaya murah yang bisa melanggengkan harmoni tubuh. Tanpa banyak mengaduh. Selalu bersyukur mematri puji Ilahi. Nikmat mana lagi yang saya dustakan?

Lamongan, 14 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump

Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com