• Latest
Kopi dan Musik - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | #Rerasan | Potret Online

Kopi dan Musik

Juni 25, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Kopi dan Musik - 1001348646_11zon | #Rerasan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Kopi dan Musik - 1001353319_11zon | #Rerasan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Kopi dan Musik - 1001361361_11zon | #Rerasan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kopi dan Musik

Redaksi by Redaksi
Juni 25, 2025
in #Rerasan
Reading Time: 2 mins read
0
Kopi dan Musik - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | #Rerasan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

RERASAN

Oleh Muslimin Lamongan

Semacam ritual yang tidak bisa ditinggalkan. Rutinitas setiap pukul setengah 6 pagi: ngopi pahit di warung belakang rumah. Ada kesan tersendiri, selepas ngopi merasa siap menghadapi kehidupan sepanjang hari. Bertemu dengan tetangga, bincang ngalor ngidul sambil bercanda, menambah amunisi untuk beraktivitas. Bahwa hidup perlu dijalani dengan tegar, meski pahit getir melanda diri. Para tetangga sebagian besar adalah petani. Yang selalu lepas dari perhatian pemerintah. Seperti anak angkat yang diakui, tetapi kurang mendapat perhatian yang lebih. Para petani adalah sosok-sosok tegar yang selalu menertawakan kepahitan. Bekerja dengan segenap jiwa raga, hasilnya sering mengecewakan. Namun, sangat jarang ada demonstrasi petani. Apa pun yang terjadi, harga anjlok atau gagal panen, mereka masih bisa tertawa lepas meramai. Di warung kopi, segala keluh menguap bersama harum dan hangat kopi. Gitu aja kok repot, kata Gus Dur. Gitu aja kok sewot, kata mBah Bejo, pengopi dan pengudut rokok cap kebo, hhh……….

Baca Juga
  • Guru Sandal Jepit

Sambil minum kopi, rasanya mantap bila bersanding musik. Saya adalah generasi radio AM: penggemar berat Kak Rhoma dan sandiwara radio. Waktu itu, radio menjadi alat hiburan yang utama. Televisi, meski hitam putih, tidak punya. Maklum anak tukang becak. Jadi hampir tiada hari tanpa mendengarkan radio. Khususnya siaran musik, tiada pernah dilewati. Sebenarnya saya suka semua genre musik, namun khusus Kak Rhoma, saya mengidolakannya. Mendengarkan musik dan syairnya bisa menetes air mata: Sebujur Bangkai. Bisa mengharu biru cinta: Kerinduan dan Syahdu. Bisa menyemangati kehidupan: Romantika. Dan seterusnya, tak terkecuali musik dan lirik pop, rock, jazz, dan lain-lain. Asal musik dan syairnya merasuk ke hati, pasti dinikmati dengan enjoy. Lucunya, meski hobi dengar musik, saya bukan penghafal yang baik. Banyak lagu yang lupa syairnya. Apalagi menyanyikan lagu, sebenarnya ingin, tetapi kurang percaya diri. Manfaat mendengarkan musik adalah menjadi sering lupa. Lupa elegi, tragedi, krisis, juga lupa kalau masih punya hutang, hihihi. Tentu saja masih ingat mati, itu sebuah keharusan.

Begitulah, kopi dan musik merupakan dua elemen yang menyertai hari-hari saya. Hingga kini, dua hal itu menjadi pendamping setia dalam hidup saya. Dua hal itu sering menjadi sarana melepaskan diri dari kejenuhan dan keruwetan. Dengan minum kopi sambil dengar musik, sering muncul ide-ide pelepasan yang menyibak kejumudan. Saya sepakat dengan pendapat bahwa kopi dan musik bisa menjadi terapi. Seiring dengan bertambahnya usia, kopi pahit dan musik yang menggugah hati adalah terapi penambah semangat melakoni hidup. Keduanya merupakan kegiatan ringan berbiaya murah yang bisa melanggengkan harmoni tubuh. Tanpa banyak mengaduh. Selalu bersyukur mematri puji Ilahi. Nikmat mana lagi yang saya dustakan?

Lamongan, 14 April 2025

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Kopi dan Musik - 2025 06 25 18 24 39 | #Rerasan | Potret Online

Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com