• Latest
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik

Kesetiaan dan Loyalitas Yang Tak Boleh Meredup Sebagai Penyuluh dan Penerang Batin

Juni 25, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kesetiaan dan Loyalitas Yang Tak Boleh Meredup Sebagai Penyuluh dan Penerang Batin

Jacob Eresteby Jacob Ereste
Juni 25, 2025
in #Spiritual, Essay
Reading Time: 2 mins read
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Jacob Ereste

Kesetiaan yang tak mendapat penghargaan memang bisa menimbulkan luka dan kekecewaan yang tak terlihat. Namun nilai atau bobot kesetiaan itu dapat tergerus dan berubah atau mengendur secara perlahan hingga akhirnya mungkin punah. Sehingga yang bersangkutan jadi bersikap pasif mengikuti saja irama yang sekiranya masih dapat dia ikuti tanpa harus berkorban seperti yang sudah-sudah.

Dalam suasana seperti itulah kadar kesetiaan — atau bahkan segala bentuk loyalitas — bisa mati secara perlahan hingga menghilang sama sekali dari suasana batin yang cair dan mungkin jadi membeku.

Mekanisme dalam pertautan batin yang lebih bersifat spiritual ini memang harus diselamatkan dengan kompensasi menemukan obyek yang lain agar tidak sampai punah dari sumber asalnya. Sebab bentuk dari implementasinya harus disublimasikan agar potensi yang ada tidak sampai punah. Karena kekecewaan yang terjadi tidak boleh terbunuh dari jatidiri yang harus tetap dipelihara dan dikembangkan, sebab kata pepatah bahwa dunia tidak selebar daun kelor dapat membangunkan kesadaran bahwa dunia lebih dari cukup disediakan oleh Tuhan untuk menemukan kebahagiaan dari sudut bumi yang lain. Apalagi kemudian bisa dipetakan rentangannya sampai ke akhirat.

Begitulah dinamika batiniah ketika mengalami kegagalan eksistensial lantaran kesetiaan — atau bahkan loyalitas yang diberikan — tidak dihargai secara patut dan wajar. Dan kesetiaan serta loyalitas yang berada di dalam wilayah batin, tidak boleh terluka dan tidak boleh dibiarkan memudar seperti nyala api yang kehilangan panasnya.

Kesetiaan dan loyalitas yang terluka harus diselamatkan, bukan demi obyek, tetapi untuk subyeknya sendiri yang terus bertumbuh dan memutik agar mampu untuk menghasilkan semerbak wangi dunia yang pengap. Karena eksistensi diri — sekecil apapun bentuk dan wujudnya — tetap akan menjadi catatan sejarah. Masalahnya memang tidak terlalu penting pula akan diperhitungkan oleh banyak orang, karena yang utama adalah kehadiran dan memberi warna dan makna yang mungkin juga tidak perlu terlalu hirau akan mendapat perhatian dari siapa pun juga.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Kesetiaan dan loyalitas itu bagian dari kepribadian yang tak boleh diabaikan, utamanya bagi diri sendiri, tanpa perlu hirau terhadap apresiasi orang lain. Oleh sebab itu, kesetiaan dan loyalitas yang tak mendapat tempat di hati seorang pun, jangan sampai dibiarkan meranggas seperti tetumbuhan yang kehilangan daya hidup. Lantaran hidup dan kehidupan itu sendiri harus memiliki arti, setidaknya bagi diri kita sendiri.

Banten, 17 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
What is Scholasticide?

Perang Iran-Israel: Dilema dan Refleksi Umat Muslim

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com